Saat tidur di malam hari, ada kalanya kita terbangun secara tiba-tiba yang disebabkan banyak hal seperti mimpi buruk, kesehatan tubuh menurun, dan sebagainya. Bagi umat Islam, jika mengalami keadaan seperti ini apalagi hendak melanjutkan tidurnya, sangat dianjurkan untuk membaca doa.
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 186-188 menyebutkan ada 2 kemungkinan saat seseorang terbangun tidur di malam hari. Pertama, tidak akan tidur lagi hingga pagi dan kedua akan melanjutkan tidurnya kembali.
Bagi kelompok pertama, sangat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa. Imam Nawawi meriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari, dari Ubadah bin Shamith, Rasulullah bersabda bahwa jika terbangun di malam hari maka membaca:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ، وَسُبْحَانَ اللهِ وَلا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîkalah, lahul mulku wa lahul ḫamdu wa huwa ‘alâ kulli sya’in qadîr, wal ḫamdulillâh, wa subḫânallâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala puji dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa. Segala puji bagi Allah Yang Maha Suci, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar, tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan kekuasaan Allah.”
Setelah itu dilanjutkan dengan mengucapkan: اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ ( Allâhummaghfir lî) atau memanjatkan doa. Niscaya doanya akan dikabulkan, jika dia berwudhu kemudian shalat, maka shalatnya akan diterima.
Doa ketika hendak melanjutkan tidur
Bagi orang yang masuk kelompok kedua, yaitu orang yang bangun malam dan hendak melanjutkan tidurnya kembali, Imam Nawawi meriwayatkan sebuah hadits Nabi dalam kitab At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Sunni dengan sanad “jayyid”.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Jika seseorang bangun dari tempat tidur di sebagian malam, kemudian hendak tidur kembali, hendaknya mengibaskan ujung kain sarung pada tempat tidurnya sebanyak tiga kali, sebab dia tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya, kemudian ketika berbaring hendaklah membaca:
بِاسْمِكَ اللّٰهُمَّ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا وَإِنْ رَدَدْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Bismikallâhumma wadla‘tu janbî wabika arfa‘uhu in amsakta nafs i farhamhâ wa in radadtahâ fahfadzhâ bimâ tahfadzhu bihî ‘ibâdakash shâlihîn.
Artinya: “Dengan menyebut nama-Mu wahai Tuhanku, letakkanlah badanku dan dengan Dzat-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau mengambil nyawaku, maka sayangilah dia, dan jika Engkau melepaskannya kembali, maka jagalah dia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang saleh."
Mengutip Imam Tirmidzi, Imam Nawawi mengatakan bahwa hadits ini hasan.
Itulah doa ketika bangun malam dan hendak melanjutkan tidur kembali. Di harapkan dengan membaca doa ini Allah selalu memberikan perlindungan kepada kita dalam setiap keadaan. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin


