Wukuf di Arafah menjadi momentum sakral karena menjadi salah satu rukun yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji. Adapun pelaksanaannya adalah dimulai sejak tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.
Bagi jemaah haji yang tengah melaksanakan wukuf di Arafah dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, doa, dan membaca Al-Qur’an. Di antara doa yang bisa dibaca saat wukuf di Arafah adalah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004) halaman 342-345.
Imam Nawawi menerangkan bahwa saat berada di Arafah, jemaah haji disunnahkan untuk memperbanyak dan bersungguh-sungguh dalam berdzikir dan berdoa. Pasalnya, hari Arafah adalah hari istimewa untuk berdoa dan menjadi inti dalam berhaji.
Jemaah haji juga dianjurkan untuk berdzikir dan berdoa dengan aneka bacaan dzikir dan doa, misalnya mendoakan diri sendiri, keluarga, kerabat, guru, sahabat, dan semua orang yang cintai serta umat Islam pada umumnya. Karena hari Arafah adalah momentum istimewa, maka dzikir dan doa tersebut mesti diungkapkan dengan serius dan sungguh-sungguh.
Selain itu, saat berdoa dianjurkan untuk memulai dan mengakhirinya dengan hamdalah, shalawat, dan menghadap Kabah serta dalam keadaan suci dari hadats. Selanjutnya, jemaah haji juga disunnahkan untuk menjaga suaranya, memperbanyak istighfar, dan bertobat serta mengungkapkan penyesalannya atas segala dosa masa lalu.
Doa wukuf di Arafah
Adapun doa-doa yang dibaca saat wukuf di Arafah adalah sebagaimana berikut:
1. Tahlil
Imam Nawawi mengutip sebuah hadits yang menyebutkan bahwa doa paling baik dibaca pada hari Arafah dan kalimat yang paling disukai Rasulullah dan para nabi adalah doa sebagaimana berikut:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
La ilaha illallâhu waḫdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul ḫamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadîr.
Artinya: “Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Segala kekuasaan dan pujian bagi-Nya. Dia kuasa atas segala sesuatu."
2. Doa perlindungan
Imam Nawawi meriwayatkan hadits dalam kitab Tirmidzi bahwa doa yang dibaca Rasulullah ketika wukuf di Arafah adalah sebagaimana berikut:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي نَقُولُ وَخَيْراً مِمَّا نَقُولُ: اللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي وَإِلَيْكَ مَآبِي وَلَكَ رَبِّ تُرَاثِى، أَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيْحُ
Allâhumma lakal ḫamdu kalladzî naqûlu wa khairan mimmâ naqûlu: Allâhumma laka shalati, wa nusuki, wa maḫyâya, wa mamâtî, wa ilaika ma’abi, wa laka rabbi turatsi. Allâhumma innî a‘udzu bika min ‘adzabil qabri, wa waswasatis shadri, wa syatâtil amri. Allâhumma inni a‘udzu bika min syarri ma taji’u bihir rihu.
Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji sebagaimana yang kami ucapkan dan kebaikan sebagian dari yang kami ucapkan: Ya Allah, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk-Mu. Hanya kepada-Mu tempat pulangku. Hanya milik-Mu peninggalanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, kebimbangan dalam hati, dan berantakannya konsentrasi (persoalan). Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dibawa oleh angin.”
3. Talbiyah
Dijelaskan Imam Nawawi, disunnahkan memperbanyak membaca talbiyah di antara doa-doa tersebut dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad. Selain itu, jemaah haji juga dianjurkan untuk menangis saat berdzikir dan berdoa karena dengan begitu bisa membawa kekhusyuan serta berpotensi dikabulkannya semua harapan dan doa.
Adapun bacaan talbiyah adalah sebagaimana berikut:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Labbaykallâhumma labbaik. labbaika lâ syarîka laka labbaik. Innal ḫamda wan ni‘mata laka wal mulka lâ syarîka lak.
Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu”
Imam Nawawi juga merekomendasikan doa pilihan yang perlu dibaca oleh jemaah haji saat wukuf di Arafah, yaitu doa sapu jagat dan memohon ampunan kepada Allah.
4. Doa Sapu Jagat
اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allâhumma âtinâ fid dunya hasanah, wa fil âkhirati hasanah, wa qinâ ‘adzâban nâr.
Artinya: “Ya Allah berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”
5. Memohon Ampunan Allah
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيْرًا ، وَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Allâhumma innî dhalamtu nafsî zhulman katsîran, wa innahû lâ yaghfirud dzunûba illâ anta, faghfir lî maghfiratan min ‘indik, warḫamnî innaka antal ghafûrur rahîm.
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku menganiaya diriku dengan penganiayaan yang banyak. Tiada yang mengampuni dosa selain Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu. Kasihanilah aku, sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً تُصْلِحْ بِهَا شَأْنِي فِي الدَّارَيْنِ وَارْحَمْنِي أَسْعَدُ بِهَا في الدَّارَيْنِ، وَتُبْ عَلَيَّ تَوْبَةً نَصُوْحاً لَا أَنْكُثُهَا أَبَداً وَأَلْزِمْنِي سَبِيْلَ الْاِ سْتِقَا مَةِ لَا أَزِيغُ عَنْهَا أَبَداً
Allâhummaghfir lî maghfiratan tushliḫ bihâ sya'nî fid daaraini, war hamnî as'adu bi hâ fid dâraini wa tub ‘alayya taubatan nashûhan lâ ankutsuhâ abadâ, wa alzimnî sabîlal istiqâmati lâ azîghu 'anhâ abadâ.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku dengan pengampunan yang membawa maslahat kepadaku di dunia dan akhirat, dan rahmatilah aku dengan rahmat yang membuatku bahagia di dunia dan akhirat, dan anugerahkanlah kepadaku tobat nasuha yang tidak aku ingkari selamanya, dan tunjukkanlah kepadaku jalan yang lurus yang aku tidak akan berbelok darinya selamanya”
اللَّهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَةِ إِلَى عِزِّ الطَّاعَةِ وَأَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allâhumman qulnî min dzullil ma‘shiyati ila ‘izzith thâ‘ati, waghninî bi ḫalâlika ‘an ḫarâmika, wa bi thâ‘atika ‘an ma‘shiyatika, wa bifadlika ‘amman siwak.
Artinya: "Ya Allah, pindahkanlah aku dari kehinaan maksiat menuju kemuliaan taat, dan cukupkanlah aku dengan rezeki halal-Mu dari yang rezeki haram-Mu, dan dengan ketaatan-Mu dari kemaksiatan kepada-Mu, dan dengan keutamaan-Mu dari selain Engkau."
Itulah doa yang sunnah dibaca oleh jemaah haji saat melaksanakan wukuf di Arafah. Diharapkan dengan membaca doa tersebut, semua doa bisa dikabulkan. Selain itu, diharapkan juga bisa membuat karakter dan kepribadiannya serta orang-orang yang dicintainya menjadi lebih baik. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin


