Dark
Light
Dark
Light

Dzikir Harian Imam Ghazali: Keutamaan dan Tata Caranya

Dzikir Harian Imam Ghazali: Keutamaan dan Tata Caranya

Arina.id - Imam Al-Ghazali, seorang ulama besar dalam dunia Islam, dikenal luas karena karyanya yang mendalam dalam bidang tasawuf, fiqh, dan filsafat. Salah satu kontribusi penting beliau adalah panduan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah harian, termasuk dzikir. Imam Ghazali menekankan pentingnya dzikir sebagai sarana membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam tulisan ini akan dimuat keutamaan dzikir, bacaan dzikir harian menurut riwayat Imam Ghazali dan tatacara mengamalkannya.

Keutamaan dzikir

Dalam karyanya yang monumental, Ihya' Ulumuddin, beliau menjelaskan berbagai keutamaan dzikir sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan hati, dan mencapai kebahagiaan sejati. Berikut adalah beberapa keutamaan dzikir menurut Imam Ghazali:

1. Menghidupkan Hati

Imam Ghazali mengibaratkan hati seperti tanah yang kering, dan dzikir adalah air yang menyuburkannya. Hati yang sering dilalaikan dari mengingat Allah akan menjadi keras dan mati. Dengan berdzikir, seorang hamba dapat menghidupkan hatinya sehingga menjadi lebih peka terhadap kebenaran dan lebih mudah menerima petunjuk Allah.

Bagi Imam Ghazali, dzikir adalah makanan hati. Sebagaimana tubuh membutuhkan makanan untuk hidup, hati pun membutuhkan dzikir untuk tetap hidup.

2. Mendekatkan Diri kepada Allah

Dzikir adalah salah satu cara paling efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah. Melalui dzikir, seorang hamba mengingat kebesaran, kasih sayang, dan kekuasaan Allah. Imam Ghazali menjelaskan bahwa dzikir adalah wujud pengakuan seorang hamba atas ketergantungannya kepada Allah dan tanda cinta kepada-Nya.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 152:

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ

Artinya: "Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingatmu"

Ayat ini menjadi landasan kuat bahwa Allah memberikan perhatian istimewa kepada hamba yang selalu berdzikir kepada-Nya.

3. Menghidupkan Hati

Imam Ghazali menekankan bahwa dzikir adalah cara terbaik untuk menghidupkan hati manusia. Salah satu hadits menyebutkan:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُهُ مَثَلُ الحَيِّ وَالمَيِّتِ

Artinya: “Perumpamaan orang yang dzikir kepada Allah dan yang tidak ialah seumpama orang hidup dan mati,”

Hadits ini menunjukkan bahwa hati akan mati jika tidak digunakan untuk berdzikir atau mengingat kepada Allah.

4. Mendatangkan Ketenteraman Jiwa

Dzikir memiliki efek menenangkan bagi jiwa. Imam Ghazali menjelaskan bahwa dengan mengingat Allah, hati menjadi damai dan jauh dari kegelisahan. Hal ini sesuai dengan firman Allah surat Ar-Rad ayat 28:

أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram"

Ketenteraman ini bukan hanya bersifat emosional, tetapi juga spiritual. Dzikir mengajarkan manusia untuk berserah diri kepada Allah, menerima takdir-Nya dengan lapang dada, dan merasa cukup dengan segala pemberian-Nya.

5. Menghapus Dosa dan Meningkatkan Derajat

Imam Ghazali menjelaskan bahwa dzikir dapat menjadi sarana penghapus dosa dan peningkat derajat seorang hamba di sisi Allah. dzikir bukan hanya membersihkan dosa, tetapi juga meningkatkan kualitas iman dan membawa seorang hamba lebih dekat dengan ridha Allah.

6. Menjadi Bukti Cinta kepada Allah

Imam Ghazali menekankan bahwa dzikir adalah tanda cinta seorang hamba kepada Allah. Seorang yang mencintai Allah akan selalu menyebut nama-Nya dan mengingat-Nya dalam segala keadaan. Dzikir juga menjadi bukti nyata bahwa seorang hamba menggantungkan seluruh kehidupannya kepada Allah semata.

7. Mendapatkan Keutamaan di Akhirat

Imam Ghazali menjelaskan bahwa dzikir memiliki keutamaan yang besar di akhirat. Dzikir adalah amal yang ringan di lisan, tetapi berat di timbangan amal.

Dzikir Harian Imam Ghazali

Disebutkan dalam kitab Mujarrabat Al-Dairabi Al-Kabir, karya Imam Ahmad bin Umar al-Dairabi (Maktabah Jumhuriyah Al-‘Arabiyah, 2021) bahwa Imam Ghazali memiliki amalan dzikir harian yang membuat beliau mendapatkan keberkahan, yakni:

فائدة: قال الغزالي رحمه الله تعالى ما حصل لي الفتوح والبركة الا بهذه الاوراد وهي ان تقول في يوم الجمعة يا الله الف مرة وفي يوم السبت لا اله الا الله الف مرة وفي يوم الاحد يا حي يا قيوم وفي يوم الاثنين لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم وفي يوم الثلاثاء تصلى على النبي الف مرة وفي يوم الاربعاء استغفر الله العظيم الف مرة وفي يوم الخميس سبحان الله وبحمده الف مرة

Artinya: “Faidah; Imam Ghazali berkata; Aku tidak mendapatkan futuh dan keberkahan kecuali dengan wirid-wirid ini. Yaitu di hari Jumat membaca; Yaa Allah, seribu kali, hari Sabtu membaca; Laa ilaaha illallah, seribu kali, hari Ahad membaca; Yaa hayyu yaa qayyuum, seribu kali, hari Senin membaca; Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim, seribu kali, hari Selasa membaca shalawat kepada Nabi SAW seribu kali, hari Rabu membaca; Astagfirullaahal ‘adzhiim, seribu kali, hari Kamis membaca; Subhaanallaah wa bihamdih, seribu kali.”

Tatacara Dzikir Harian

Dzikir harian Imam Ghazali atau biasa disebut di Jawa sebagai “Puji Dina” ini merupakan daftar dzikir yang dibaca setiap harinya. Untuk waktu pembacaannya sendiri bisa dilakukan kapan saja yang penting dalam hari tersebut kita membaca dzikir sebagaimana yang disebutkan sesuai dengan jumlahnya.

  • Jumat membaca يا ألله  (Ya Allah) sebanyak 1.000 kali
  • Sabtu membaca لا اله إلا الله (Laa Ilaaha Illallah) sebanyak 1.000 kali
  • Minggu membaca يا حي يا قيوم (Ya Hayyu Ya Qayyum) sebanyak 1.000 kali
  • Senin membaca لاحول ولاقوة إلا بالله العلي العظيم (La haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adhim) sebanyak 1.000 kali
  • Selasa membaca اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه وسلم (Allahumma shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa shahbihi wasallim) sebanyak 1.000 kali
  • Rabu membaca استغفر الله العظيم (Astaghfirullahal adhim) sebanyak 1.000 kali
  • Kamis membaca سبحان الله العظيم وبحمده (Subhanallahil adhimi wa bihamdih) sebanyak 1.000 kali

Demikianlah dzikir harian Imam Ghazali berikut tata cara dan ketentuan harinya. Semoga kita bisa mengamalkannya secara konsisten. Amin.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Doa Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo