Siapa yang tidak ingin bertemu dengan Nabi? Siapa yang tidak rindu dengan Nabi? Siapa yang tak ingin melihat langsung keindahan fisik Rasulullah? Jawabannya pasti setiap orang Muslim ingin berjumpa dan memandang sosok mulia, yang penuh dengan cahaya keagungan dan kasih sayang, Nabi Muhammad SAW.
Melihat wajahnya yang penuh kelembutan dan kearifan. Mendengarkan suara lembutnya yang menyejukkan hati, serta merasakan kehangatan tatapan matanya yang penuh cinta, adalah impian yang melekat di setiap sanubari Muslim.
Setiap hari, doa dan shalawat dilantunkan dengan harapan mendapatkan berkah untuk bertemu dengan Rasulullah. Dalam setiap bait, tersirat kerinduan yang dalam untuk dapat menyaksikan langsung keindahan akhlak dan kepribadian Rasulullah SAW. Pendek kata, pertemuan dengan Rasulullah SAW menjadi puncak dari semua harapan dan Impian, kendatipun hanya lewat mimpi.
Mimpi bertemu Nabi adalah dambaan setiap insan beriman. Bayangkan saja, bisa berjumpa dengan sosok yang membawa cahaya Islam, yang mengubah dunia dengan ajarannya yang indah. Hati berdebar tak karuan membayangkan bisa duduk di hadapan beliau, mendengarkan sabdanya yang penuh hikmah.
Syekh Yusuf bin Ismail Al-Nabhani dalam kitab Sa’adah Al-Darain fi Al-Shalati ‘ala Sayyidil Kaunain, halaman 230, menjelaskan mengenai amalan shalawat yang dapat diamalkan agar seseorang bisa bertemu dengan Nabi Muhammad SAW dalam mimpi. Salah satu shalawat yang dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur adalah Shalawat Ruhul Arwah.
Menurut Syekh Yusuf Al-Nabhani bacaan shalawat ini seyogianya dengan niat yang tulus dan hati yang penuh harap kepada Allah. Sejatinya, dengan niat yang ikhlas, seseorang dapat berharap memperoleh karunia besar, yaitu bertemu dengan Nabi Muhammad SAW dalam mimpi.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang menyebutkan bahwa terdapat keutamaan besar bagi siapa saja yang mengucapkan kalimat, “Allahumma ablig ruh sayyidina Muhammad minni tahiyyatan wa salaaman.” Kalimat ini merupakan bentuk salam dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya, dianjurkan juga untuk membaca, “Allahumma shalli ‘ala ruh sayyidina Muhammad fil arwah” yang artinya memohon kepada Allah untuk melimpahkan shalawat kepada ruh Nabi Muhammad SAW di antara segala ruh.
Simak hadits berikut ini:
وروى عن ابن عباس رضي الله عنهما فضل عظيم لمن قال اللهم أبلغ روح سيدنا محمد مني تحية وسلاما وذكروا أن هذه الصيغة تقال لرؤيا النبي في المنام بعد اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح إلى آخر الصيغة الآتية في الباب السادس المنعقد الرؤية النبي ﷺ يقظة ومناما.
Artinya: “Dan telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, keutamaan yang besar bagi siapa saja yang mengucapkan: ‘Allahumma ablig ruh sayyidina Muhammad minni tahiyyatan wa salaaman’ (Ya Allah, sampaikan kepada ruh junjungan kita Muhammad dariku salam dan penghormatan). Dan mereka menyebutkan bahwa kalimat ini diucapkan untuk dapat melihat Nabi dalam mimpi setelah mengucapkan ‘Allahumma shalli ‘ala ruh sayyidina Muhammad fil arwah’ (Ya Allah, limpahkan shalawat kepada ruh junjungan kita Muhammad di antara segala ruh) hingga akhir kalimat yang terdapat pada bab keenam yang membahas tentang melihat Nabi SAW baik dalam keadaan sadar maupun mimpi.”
Nah berikut ini bacaan Shalawat Ruhul Arwah agar dapat bertemu Nabi Muhammad dalam mimpi:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى رُوْحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فىِ اْلأَرْوَاحِ وَعَلَى جَسَدِهِ فِى اْلأَجْسَادِ وَعَلَى قَبْرِهِ فِى اْلقُبُوْرِاَللَّهُمَّ اَبْلِغْ رُوْحَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِنِّيْ تَحِيَّةً وَسَلاَمًا
Allāhumma ṣalli ‘alā rūḥi sayyidinā Muḥammad fī al-arwāḥi wa ‘alā jasadihi fī al-ajsād, wa ‘alā qabrihi fī al-qubūr. Allāhumma ablig rūḥa sayyidinā Muḥammad minnī taḥiyyatan wa salāman.
Artinya: "Ya Allah, seyogianya limpahkan shalawat dan salam kepada ruh junjungan kita Muhammad di antara segala ruh, dan kepada jasadnya di antara segala jasad, dan kepada kuburnya di antara segala kubur. Ya Allah, sampaikanlah salamku kepada ruh junjungan kita nabi Muhammad." [Syekh Yusuf bin Ismail Al-Nabhani, Sa’adah Al-Darain fi Al-Shalati ‘ala Sayyidil Kaunain, [Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyah, 1971], halaman 230,]
Sejatinya, bacaan shalawat ini mengandung doa yang sangat indah, yaitu permohonan agar Allah SWT menyampaikan salam kita kepada Nabi Muhammad SAW. Pun mengandung rasa kerinduan dan penghormatan kita kepada Nabi Muhammmad. Semoga kita senantiasa dalam lindungan dan kelak bisa bertemu Rasulullah.
Editor: Muhammad Faizin


