Angin kencang merupakan fenomena alam yang cukup menakutkan sebab bisa merusak dan memporak-porandakan bangunan, pepohonan, dan sebagainya. Bagi umat Islam, ketika datang angin kencang, sangat dianjurkan untuk membaca doa sebagaimana sudah diajarkan oleh Rasulullah.
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 312-314 meriwayatkan sejumlah doa saat datang angin kencang. Di antaranya sebagaimana yang tercantum dalam kitab Shahih Muslim, 'Aisyah radliyallahu ‘anhâ berkata: “ketika angin berembus kencang, Nabi Muhammad Saw membaca:
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khaira mâ fîhâ wa khairâ mâ ursilat bihî wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ ursilat bihi.
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, kebaikan yang dikirimkan bersamanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan di dalamnya dan keburukan dari apa yang dikirim bersamanya.”
Imam Nawawi juga meriwayatkan dalam kitab Sunan Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan, Abu Hurairah berkata: "Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Angin termasuk nikmat Allah, terkadang membawa rahmat dan terkadang membawa azab. Jika kalian melihatnya, maka janganlah mencacinya, mohonlah kepada Allah kebaikan darinya dan berlindung kepada Allah dari keburukannya."
Selanjutnya, dalam kitab at-Tirmidzi dan lainnya, dari Ubai bin Ka'ab, dia berkata: "Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kalian mencaci angin, jika kalian melihatnya, maka bacalah:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الرَّيْحِ وَخَيْرِ مَا فِيهَا وَخَيْرِ مَا أُمِرَتْ بِهِ. وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرَّبْحِ وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُمِرَتْ بِهِ
Allâhumma innâ nas’aluka min khairi hâdzihir rîḫi wa khairi mâ fîhâ wa khairi mâ umirat bihi wa na‘ûdzubika min syarri hâdzihir rîḫi wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ umirat bihi..
Artinya: “Ya Allah, sungguh kami memohon dari kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya dan kebaikan yang diperintahkan untuknya. Dan aku berlindung dari keburukan angin ini, keburukan yang ada di dalamnya dan keburukan yang diperintahkan kepadanya.”
Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan dan sahih.
Diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni, dari Anas bin Malik dan Jabir bin Abdullah, Rasulullah saw bersabda: "Jika terjadi suatu peristiwa besar atau angin tertiup sangat kencang, maka bertakbirlah kalian, karena angin tersebut menghilangkan debu atau asap hitam."
Sementara itu, Imam Syafi‘i meriwayatkan dalam kitab al-Umm yang sanadnya dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Tidak datang angin yang besar kecuali Nabi Muhammad berlutut dan berdoa:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً وَلَا تَجْعَلْهَا عَذَابًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهَا رِيَاحًا وَلَا تَجْعَلْهَا رِيْحًا
Allâhummaj ‘alhâ rahmatan wa lâ taj‘alhâ ‘adzâban. Allâhummaj ‘alhâ riyâḫan wa lâ taj‘alhâ rîhan.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah angin ini sebagai rahmat dan janganlah Engkau jadikan azab. Ya Allah jadikan angin ini sebagai angin yang baik dan janganlah Engkau jadikan azab."
Itulah doa saat saat datang angin kencang. Usai dibacakan doa tersebut diharapkan angin kencang yang datang bisa membawa rahmat bukan angin yang membawa malapetaka. Wallâḫu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin


