Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer yang mesti dipenuhi oleh manusia. Dengan adanya rumah akan melindungi diri dan keluarga dari berbagai dinamika dan pergerakan alam semesta. Mulai dari panasnya sengatan matahari, derasnya cucuran air hujan, maupun dinginnya terpaan angin.
Bagi sebagian orang, ada kalanya rumah yang biasa dihuni harus ditinggalkan. Namun karena sudah merasa nyaman, kepergiannya itu hanya sementara waktu karena alasan tuntutan pekerjaan seperti ada tugas di luar kota, mutasi atau pindah tugas, dan sebagainya. Jika tugasnya sudah selesai, suatu saat akan kembali lagi untuk menempati rumah tersebut.
Ketika tugas telah selesai kemudian pulang dan sampai ke rumah asal tadi, dianjurkan untuk membaca doa yang sudah diajarkan oleh Rasulullah. Doa tersebut dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 382-383.
Imam Nawawi meriwayatkan doa tersebut dari kitab Ibnu Sunni dari Ibnu Abbas, dia berkata: Jika Rasulullah sampai rumah setelah bepergian, ia membaca doa ini:
تَوْبًا، تَوْبًا، لِرَبِّنَا أَوْبًا، لَا يُغَادِرُ حَوْبًا
Tauban, tauban, lirabbinâ auban, lâ yughâdiru ḫauban.
Artinya: “Kami memohon ampun kepada Tuhan Kami, dan semoga kami pulang dengan tanpa meninggalkan dosa.”
Dijelaskan Imam Nawawi, lafadz tauban, tauban (تَوْبًا تَوْبًا) jika dikira-kira bermakna tub ‘alaina tauban atau nas’aluka tauban tauban yang artinya adalah permohonan ampunan dalam rangka bertaubat. Adapun lafadz auban (أَوْبًا ) bermakna ketika pulang. Makna lafadz lâ yughâdir (لَا يُغَادِرُ) adalah tidak meninggalkan. Sedangkan lafadz ḫauban (حَوْبًا) bermakna dosa.
Demikian doa yang dibaca ketika memasuki rumah yang sudah lama ditinggalkan. Diharapkan dengan membaca doa tersebut tidak ada anasir-anasir negatif yang bisa membawa dampak buruk bagi rumah dan penghuninya setelah lama ditinggalkan. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin


