Dark
Light
Dark
Light

Kartu Nusuk yang Dipakai Jemaah Haji Indonesia, Apa Gunanya?

Kartu Nusuk yang Dipakai Jemaah Haji Indonesia, Apa Gunanya?

Arina.id. Kartu Nusuk yang dipakai jemaah haji Indonesia setidaknya memiliki 3 macam fungsinya. Apa saja fungsi utama katu Nusuk untuk jemaah haji Indonesia?

3 macam fungsi kartu Nusuk bisa dimanfaatkan jemaah haji Indonesia. Salah satunya adalah layanan syarikah. Konon, terdapat 8 perusahaan swasta yang berstatus syarikah.

Perusahaan tersebut katanya turut melayani jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Berikut adalah 3 macam fungsi Utama kartu Nusuk yang dipakai jemaah haji Indonesia:

1. Layanan Syarikah

Menurut Hilman Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, setiap Jemaah haji Indonesia pasti memegang kartu Nusuk. Gunanya adalah mempercepat proses identifikasi dan pelayanan. Data jemaah disebut sinkron dengan data syarikah.

"Nusuk ini spesifik sesuai dengan syarikah yang melayani. Jadi, Insya Allah tidak akan ada lagi cerita jemaah terlantar karena ketidakjelasan layanan," ujar Hilman Latief, seperti dikutip laman Kemenag RI.

Masih berdasarkan keterangan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah,  jemaah haji Indonesia bakal ditempatkan di hotel yang telah ditentukan syarikah hingga memperoleh kartu Nusuk sebelum ke Makkah.

"Setibanya di Madinah, jemaah akan ditempatkan di hotel yang telah ditentukan oleh syarikah. Nah, sebelum bergerak ke Makkah, setiap jemaah akan diberikan Nusuk," lanjut Hilman.

 

2. Syarat Masuk Masjidil Haram

Kartu Nusuk digunakan sebagai syarat masuk Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi.

Sistem syarikah dan validasi lewat kartu Nusuk yang digunakan jemaah haji Indonesia diyakini semakin memperlancar jemaah dan lebih tertib lagi.

3. Puncak Ibadah Haji

Kegunaan utama kartu Nusuk adalah salama puncak ibadah haji. Pada saat jemaah haji bergerak dari Makkah ke Arafah dan dilanjutkan Muzdalifah hingga Mina, kartu Nusuk diklaim mampu menjalankan fungsinya.

Selama momentum tersebut, nantinya terdapat pertimbangan khusus bagi jemaah haji lansia dan para pendamping.


Editor: Abdul Fatah
Al-Quran Digital

Edukasi Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo