Al-Qur’an adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan secara berkala kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara malaikat Jibril. Al-Quran kemudian ditulis pada mushaf-mushaf terdiri dari 30 juz, 114 surat, dan 6666 ayat. Al-Qur’an diawali dengan surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Naas.
Al-Qur’an menjadi sumber pokok ajaran Islam sekaligus berperan sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Al-Qur’an diturunkan Allah kepada umat manusia agar dijadikan sebagai pegangan dalam setiap aspek kehidupan sebab Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang selalu relevan sepanjang masa.
Relevansi kitab suci Al-Qur'an terlihat pada petunjuk-petunjuk yang diberikannya kepada umat manusia dalam aspek kehidupan, agar fungsi Al-Qur’an tersebut dapat terwujud serta selalu dapat selaras dengan kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi.
Al Qur’an mengandung hukum-hukum praktis, baik yang mengatur hubungan dengan Allah, alam, maupun hubungan antara sesama manusia. Termasuk dalam hal tersebut adalah masalah ibadah seperti: shalat, puasa, zakat, shadaqah; masalah-masalah hukum perkawinan dan perceraian serta hal-hal yang berhubungan dengan keduanya, seperti: mahar, nafkah, pengasuhan anak, penyusuan, dan nasab; masalah masalah hukum muamalah tentang harta, seperti: jual beli, sewa, upah, gadai, hutang piutang ; masalah hukum peperangan dan perdamaian, termasuk juga masalah musyawarah, keadilan, dan persamaan hak untuk umat manusia.
Pengertian Al-Qur’an
Secara etimologi Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab dalam bentuk kata benda abstrak mashdar dari kata (qara’a – yaqrau- Qur’anan) yang berarti bacaan. Namun, ada juga sebagian ulama yang berpendapat bahwa lafaz Al-Qur’an bukanlah musytak dari qara’a melainkan isim alam (nama sesuatu) bagi kitab yang mulia, sebagaimana halnya nama Taurat dan Injil.
Menurut gramatika bahasa Arab bahwa kata Al-Qur’an bentuk mashdar dari kata qara’a yang maknanya muradif (sinomin) dengan kata qira’ah, artinya bacaan. Hal ini tampak dari beberapa ayat yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah bacaan.
Prof Quraish Shihab, dalam Wawasan Al-Quran (1996) menjelaskan Al-Qur’an secara harfiyah berarti bacaan yang sempurna. Ia merupakan suatu nama pilihan Allah yang tepat, karena tiada suatu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Qur’an, bacaan sempurna lagi mulia.
Dari sisi terminologi, sejumlah ulama berbeda pendapat dalam memberikan definisi. Namun secara umum, hakikat Al-Qur’an adalah firman Allah yang mu’jiz, diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril yang ditulis dalam mushaf, diriwayatkan secara mutawatir, menjadi ibadah bagi yang membacanya, diawali dari surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An Naas.
Sejarah Turunnya Al-Quran
Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan malaikat Jibril, dan berlangsung dalam waktu kurang lebih 23 tahun. Al-Quran mulai diturunkan pada tahun 610 Masehi dan berakhir pada tahun 632 Masehi, tahun wafat Nabi Muhammad SAW.
Para ulama membagi sejarah turunnya Al-Quran dalam dua periode: (1) Periode sebelum hijrah (ayat-ayat makkiyyah); dan (2) periode sesudah hijrah (ayat-ayat madaniyyah).
- Mekkah (610-622 M): Selama periode ini, wahyu pertama kali diterima oleh Nabi Muhammad di Gua Hira. Wahyu-wahyu pada fase ini umumnya berisi pesan-pesan tentang keesaan Allah (Tawhid), kehidupan setelah mati, serta ajaran-ajaran moral dan etika. Surah-surah yang diturunkan pada periode Mekkah sering kali bersifat pendek dan berfokus pada dasar-dasar iman.
- Madinah (622-632 M): Setelah hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, wahyu yang turun berisi pedoman-pedoman lebih rinci tentang hukum-hukum sosial, hukum-hukum ibadah, serta peraturan-peraturan mengenai kehidupan komunitas Muslim. Surah-surah dari periode ini cenderung lebih panjang dan mencakup berbagai aspek kehidupan sosial dan hukum.
Tujuan Adanya Al-Quran
Sebagaimana diketahui bahwa Al-Qur’an adalah sumber utama dan pertama dari ajaran agama Islam. Berbeda dengan kitab suci agama lain, Al-Qur’an yang diturunkan kepada nabi Muhammad tidak hanya mengandung pokok-pokok agama. Isinya mengandung segala sesuatu yang diperlukan bagi kepentingan hidup dan kepentingan manusia yang bersifat perseorangan dan kemasyarakatan, baik berupa nilai-nilai moral dan norma-norma hukum yang mengatur hubungan dengan khaliknya, maupun yang mengatur hubungan manusia dengan makhluk lainnya.
Mengutip dari penjelasan Prof Quraish Shihab dalam bukunya Sejarah dan Ulum Al-Qur’an (2008), terdapat tiga tujuan pokok adanya Al-Qur’an, yaitu:
- Petunjuk akidah dan kepercayaan (keimanan) yang harus dianut oleh manusia yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Tuhan dan kepercayaan akan kepastian adanya hari pembalasan.
- Petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupannya secara individual atau kolektif.
- Petunjuk mengenai syariat dan hukum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum yang harus diikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesamanya. Atau dengan kata lain yang lebih singkat, Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh umat manusia ke jalan kebajikan yang harus ditempuh demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Dari uraian di atas menunjukkan bahwa Al-Qur’an mengandung petunjuk bagi umat manusia ke jalan kebajikan yang harus ditempuh jika seseorang mendambakan kebahagiaan dan menghindari kejahatan jika seseorang tidak ingin terjerumus ke lembah kesengsaraan.
Nama-nama lain dari Al-Qur’an
Secara umum, kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad bernama Al-Qur’an. Namun ada sejumlah nama lain dari Al-Qur’an yang popular dikalangan umat Islam, di antaranya:
- Al-Kitab, yang berarti tertulis atau yang ditulis. Ini menunjukkan bahwa wahyu itu dirangkum dalam bentuk tulisan yang merupakan kumpulan huruf-huruf dan menggambarkan ucapan, sesuai dengan firman Allah dalam surah al Anbiya’ ayat 10
- Al-Furqan, mempunyai arti memisahkan atau membedakan. Penamaan itu mengisyaratkan bahwa Al-Qur’an membedakan antara kebenaran dan kebathilan, sebagaimana firman Allah dalam surah al-Furqan ayat 1
- Adz Dzikr, yang berarti peringatan. Penamaan ini berarti menunjukkan bahwa di dalam Al-Qur’an memuat berbagai peringatan bagi umat manusia, sebagaimana disebutkan dalam surah Al Hijr ayat 9
- Al Tanzil. Nama lain dari Al-Qur’an adalah Al Tanzil, yang berarti diturunkan, sebagaimana tersebut dalam Al Quran surah Asy Syu’ara’ ayat 192
- Ar-Ruh, berarti jiwa. Al-Qur’an disebut Ar Ruh sebagaimana terdapat di dalam firmanNya surat asy Syura ayat 52
- Al-Balaghah, berarti penyampaian atau kabar, sebagaimana disebut dalam surah Ibrahim ayat 52
- Al-Basya’ir berarti pedoman, sebagaimana tersebut dalam al-Qur’an surat al Jatsiyah ayat 20
- Al-Bayan, berarti penerangan, sebagaimana terdapat dalam penjelasan surah Ali ‘Imran ayat 138
- An Nur, berarti pelita, seperti tersebut dalam Al Quran surah an Nisa’ ayat174
- Al -Huda, berarti petunjuk, sebagaimana tercantum dalam surah al Taubah ayat 33
- Al-Busyra berarti kabar gembira, sebagaimana tersebut dalam firmanNya surah al Nahl ayat 102
- Ar Rahmat berarti rahmat atau karunia, sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an surah al Naml ayat 77
- Al-Mau’izhah yang berarti pelajaran atau nasehat, seperti terdapat dalam surah Yunus ayat 5
- Asy Syifa’ yang berarti obat atau penawar, sebagaimana dalam penjelasan dalam surah al Isra' ayat 83.
Selain 14 nama lain dari Al-Qur’an di atas, terdapat nama-nama lain yang belum disebutkan di sini. Meskipun demikian, semua penamaan tersebut menunjukkan fungsi, sifat, dan peranan Al-Qur’an dalam hubungannya dengan Allah Swt. dan umat Islam. Di samping juga menunjukkan keagungan dan kesuciannya dibandingkan kitab suci lain yang diturunkan kepada para Nabi terdahulu.
Editor: Muhammad Zunus


