Dark
Light
Dark
Light

Kunjungi Kairo, Kemenag Bahas Perluasan Sinergi Pendidikan dengan Al-Azhar

Kunjungi Kairo, Kemenag Bahas Perluasan Sinergi Pendidikan dengan Al-Azhar

Kairo, Arina -- Plt Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad melakukan kunjungan ke markas besar Syekh Al-Azhar, Kairo, Mesir pada Selasa (2/7/2024). 

Hadir sebagai delegasi Kemenag mendampingi kunjungan tersebut, yaitu Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Ahmad Zainul Hamdi; Direktur GTK Madrasah, Thobib Al-Asyar; Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat PTK Abdul Rouf I; Kasubbag TU Direktorat PTKI Ajang Pradita, serta beberapa pegawai yang mengawal kerjasama dengan Al-Azhar Kairo.

Pada kesempatan ini Abu Rokhad mengatakan Indonesia adalah salah satu negara terbesar yang mengirimkan mahasiswanya untuk menempuh pendidikan tinggi ke Al-Azhar.

"Jumlahnya mencapai lebih dari 12.000 mahasiswa. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang paling banyak memberikan beasiswa kepada (mahasiswa yang kuliah di) Al-Azhar, yaitu 257 beasiswa," kata Abu Rokhmad.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Al-Azhar dan Imam Besar atas upaya untuk melayani mahasiswa asal Indonesia untuk belajar di Al-Azhar.

"Al-Azhar adalah salah satu lembaga pendidikan keagamaan paling penting di dunia. Dengan pendekatannya yang sehat dan moderat, serta tidak hitung-hitungan dalam mencurahkan upaya dan waktunya untuk mendiseminasikan nilai-nilai mulia agama Islam,” tutur Abu Rokhmad.

Wakil Sekretaris Al-Azhar Muhamed Al-Duwaini mengatakan bahwa Grand Syekh Al Azhar, Ahmed El-Tayeb akan melakukan kunjungan yang ketiga kalinya ke Indonesia dalam rangkaian lawatan ke Kawasan Asia Tenggara. Kunjungan ini merupakan penegasan terhadap kuatnya hubungan historis antara Al-Azhar dan Indonesia.

Al-Duwaini mengatakan pendekatan moderat adalah kunci untuk menarik dan menerima ribuan mahasiswa asing dari lebih dari 120 negara di seluruh dunia.

"Kami menekankan bahwa lulusan Al-Azhar harus memiliki blueprint di negara mereka masing-masing karena mereka adalah duta terbaik. Oleh karenanya, kami sangat terbuka dengan kemungkinan-kemungkinan kerjasama yang bermanfaat untuk mahasiswa dalam menyebarkan nilai-nilai Islam,” ungkap Al-Duwaini.

Lebih lanjut, pertemuan dimaksud membahas kerja sama tentang peningkatan proses pendidikan, bahasa Arab, penelitian ilmiah, moderasi Islam dan penerimaan mahasiswa baru. Hal yang paling mendapat perhatian yaitu rencana pembukaan Markaz Tathwir cabang Indonesia yang nantinya bekerja secara koordinatif di bawah Kementerian Agama.

Nantinya, penerimaan mahasiswa Al-Azhar hanya satu pintu yaitu melalui Markaz Tathwir. Di luar itu, Al-Azhar tidak akan menerimanya. Proses Muadalah, ujian akademik dan ujian wawasan kebangsaan akan dikoordinasi oleh Markaz Tathwir.

Penandatanganan naskah Perjanjian Kerja Sama dan peresmian Markaz Tathwir diagendakan berlangsung di Indonesia, 11 Juli 2024, seiring dengan agenda kunjungan Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad al-Tayyeb ke Indonesia.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Edukasi Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo