Jelang peringatan Hari Guru Nasional 2024 pada Senin (15/11/2024) pekan depan, bermacam kegiatan tentu sudah diagendakan, termasuk Upacara Hari Guru.
Namun demikian ada hal lain yang tak kalah identik tiap perayaan Hari Guru Nasional, yakni menyanyikan lagu wajib Hymne Guru. Lagu ini memiliki makna mendalam, terutama bagi para tenaga pengajar dan peserta didiknya.
Seiring waktu, lagu Hymne Guru sejatinya sempat mengalami sedikit perubahan dalam lirik, yakni pada bait terakhir. Perubahan tersebut bahkan turut diatur dalam urat edaran PGRI No 447/Um/PB/XIX/2007 pada 27 November 2007.
Versi awal lirik bait terakhir berbunyi “Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa”. Lantas diubah menjadi “Engkau patriot pahlawan bangsa, pembangun insan cendekia”.
Keputusan mengubah lirik tersebut ditujukan untuk meningkatkan penghormatan dan derajat para tenaga pendidik termasuk para guru.
Makna Lagu Hymne Guru
Lirik lagu Hymne Guru membawa pesan dan pesan tentang betapa pentingnya peran guru dan tenaga pengajar lainnya, dalam membangun generasi penerus bangsa.
Sejatinya peran guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan. Tapi lebih dari itu, mereka juga berfungsi menuntun para siswanya untuk menjadi manusia yang lebih baik di masa depan.
Para guru dituntut peka terhadap bermacam permasalahan peserta didiknya, lalu menjadi bagian solusi dari masalah yang ada.
Dengan perkembangan era digital yang kian masif. Para guru juga mendapat tantangan berat untuk membentengi para siswanya dari berbagai pengaruh negatif globalisasi.
Mereka wajib menanamkan etika baik kepada para siswanya saat di sekolah. Kemudian tentu saja diharapkan hal itu berlanjut dilakukan orang tua murid saat ada dalam lingkungan keluarga.
Lirik Lagu Hymne Guru
Berikut lirik lagu lengkap Hymne Guru versi terbaru 2007:
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S'bagai prasasti t'rima kasihku 'tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendekia
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S'bagai prasasti t'rima kasihku 'tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendekia
Sejarah Singkat Lagu Hymne Guru
Lagu Hymne Guru diciptakan oleh seorang guru musik bernama Sartono, asal Madiun (Jawa Timur). Lagu ini pada awalnya dibuat untuk mengikuti lomba cipta lagu bertema pendidikan, yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 1980-an.
Sartono adalah seorang guru sederhana yang mengajar seni musik di Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Madiun. Ia tentu sangat paham dengan perjuangan dan tanggung jawab besar profesinya.
Hingga terciptalah sebuah lagu yang secara jelas menggambarkan dedikasi luar biasa dari para guru, dalam upaya mereka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Lagu Hymne Guru merupakan simbol penghormatan kepada para guru dan tenaga pengajar di seluruh Indonesia. Peran mereka sangat vital dalam membangun generasi penerus bangsa.
Usai memenangkan lomba cipta lagu pendidikan tingkat nasional, lagu ciptaan Sartono lantas menjelma menjadi lagu wajib dalam berbagai acara perayaan Hari Guru Nasional.
Sartono dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Ia bahkan tidak mengejar ketenaran dari karya besar yang ia ciptakan. Sartono lahir di pada 29 Mei 1936, ia meninggal dunia 1 November 2015.
Editor: A. Sentosa


