Arina.id - Salah satu jenis spesies ameba yang harus diwaspadai saat berenang di air tawar; danau, sungai, atau kolam renang, ialah ancaman "ameba pemakan otak" atau disebut Naegleria Fowleri. Spesies ameba ini mendiami air tawar daerah beriklim tropis dan hangat, seperti Indonesia.
Orang yang tubuhnya terinfeksi spesies ini bisa terancam kematian. Hal itu disampaikan Dokter spesialis neurologi dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Sholihul Muhibbi. Ia menjelaskan, spesies ameba tersebut bisa masuk ke otak melalui sel saraf penghidu atau penciuman di bagian atap rongga hidung.
Ia menjelaskan, tubuh manusia sebenarnya memiliki sistem pertahanan tubuh tambahan yang kuat untuk melindungi otak, yang disebut Blood-brain Barrier (BBB) atau sawar darah-otak. Sistem yang ada dalam sistem saraf pusat sebagian besar vertebrata tersebut memisahkan darah dari cairan ekstraseluler otak.
Sistem ini berperan penting dalam mengatur transportasi zat-zat penting untuk fungsi otak sekaligus melindunginya dari zat asing dalam darah yang dapat merusak otak, termasuk bakteri dan kuman yang masuk ke pembuluh darah.
Namun demikian, dokter Sholihul mengatakan, spesies ameba Naegleria fowleri bisa masuk ke otak melalui saraf penciuman dan menyebabkan kerusakan jaringan otak yang dapat berujung kematian. "Kemampuan ini yang menjadikan spesies N. Fowleri berbahaya," katanya.
Paparan ameba berbahaya tersebut berpeluang terjadi di wilayah Indonesia yang beriklim tropis dan hangat. Oleh karena itu, dokter Sholihul mengatakan, demi keamanan lebih baik menggunakan bahan seperti klorin untuk membersihkan air kolam sebelum berenang.
Dia juga menganjurkan pengolahan air tawar dari alam untuk memastikan air yang diminum bebas dari kontaminasi kuman berbahaya.
"Pada umumnya air mentah langsung dari alam yang sudah diberikan perlakuan sehingga bisa dikonsumsi seperti dimasak dengan dididihkan, difiltrasi dengan sinar UV atau dengan bahan kimia cenderung aman dan tidak mengandung bakteri yang berbahaya," katanya menjelaskan.
Dalam banyak jurnal kesehatan, Naegleria Fowleri disebut juga sebagai protista yang hidup di air tawar yang hangat, yang bersuhu dari 25-35 derajat celcius. Ameba ini masuk dalam grup percolozoa atau heterolobosea. Ameba ini dapat menyebabkan infeksi yang disebut meningoencephalitis amoebic primaria (PAM).
Infeksi ini sering terjadi setelah orang terpapar air yang terkontaminasi dengan ameba, misalnya saat berenang atau melakukan aktivitas air lainnya di air tawar atau air tawar yang tercemar. Ameba ini dapat masuk ke sistem saraf pusat (SSP) melalui hidung dan menyebabkan infeksi serius yang berbahaya bagi kehidupan.
Gejala infeksi PAM biasanya muncul 1-7 hari setelah terpapar amoeba. Gejala awalnya mirip dengan flu, seperti demam, sakit kepala, mual, dan muntah. Kemudian, infeksi dapat berkembang menjadi gejala yang lebih serius, seperti kejang, kelemahan otot, dan kehilangan kesadaran. PAM dapat menyebabkan kematian dalam waktu beberapa hari setelah gejala muncul.
Editor: Muhammad Taufiq


