Arina.id. Operasi Lilin 2024 diselengarakan mulai 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025. Operasi Lilin digelar demi keamanan dan kelancaran selama Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Operasi Lilin adalah kegiatan yang langsungkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam rangka menjaga ibadah Natal.
Selain Operasi Lilin, istilah serupa adalah Operasi Ketupat Lilin yang dilaksanakan ketika waktu Lebaran dan Natal mempunyai jarak yang tidak jauh.
Operasi Lilin 2024 berlangsung selama 13 hari. Operasi dimulai pada 21 Desember 2024 hingga berakhir secara resmi tanggal 2 Januari 2025.
Secara total, Operasi Lilin 2024 turut melibatkan 141.605 personel gabungan. Setidaknya terdapat 2.794 posko yang didirikan. Rinciannya terdiri dari 1.852 pos pengamanan, 735 pos pelayanan, hingga 207 pos terpadu.
Posko berada di sejumlah titik yang dinilai strategis. Pos Terpadu nantinya mengajak berbagai pihak terkait, seperti TNI, Dinas Perhubungan, dan tenaga medis.
"Kegiatan ini adalah upaya kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan menjalankan aktivitas, baik untuk ibadah, perjalanan mudik, maupun rekreasi," beber Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol Sandi Nugroho.
"Operasi ini juga mencerminkan sinergi kuat antara Polri dan seluruh stakeholder terkait," lanjut Sandi Nugroho, seperti dikutip laman Tribrata News Kepolisian Daerah Maluku.
Kepolisian Resor (Polres) Karimun juga turut menggelar Operasi Lilin Seligi 2024 dengan sandi Operasi Lilin 2024. Operasi ini ditujukan untuk pengamanan libur Natal dan Tahun Baru 2025.
Operasi Lilin Seligi 2024 akan melakukan fokus pengamanan terhadap gereja, pelabuhan, bandar udara, wisata, dan supermarket. Kemudian pasar, tempat keramaian, bank, ATM, penukaran uang, hotel atau wisma, rumah sakit dan stasiun pengisian bahan bakar.
Operasi Lilin Seligi 2024 juga berlangsung selama 13 hari, yakni sejak tanggal 21 Desember hingga berakhir pada 2 Januari 2025.
"Melalui rakor ini kami mengharapkan kerja sama dan sinergisitas antara instansi terkait dalam melaksanakan pengamanan untuk kelancaran dan kenyamanan bagi masyarakat Kabupaten Karimun, mengingat keterbatasan personel, sangat dibutuhkan dukungan dari semua pihak," ungkap Wakapolres Karimun Kompol Misbachul Munir, seperti diwartakan Antaranews, Kamis, 19 Desember 2024.
Menurut data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), potensi pergerakan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru diperkirakan 110,67 juta orang.
Angka tersebut meningkat sekitar 2,83 persen atau 3,04 juta jika dibandingkan tahun lalu. Puncaknya arus mudik diprediksi pada 21 dan 28 Desember 2024. Sementara arus balik pada 29 Desember 2024 dan 1 Januari 2025.
Editor: Abdul Fatah


