Arina.id - Kondisi bumi memang sedang tidak baik-baik saja. Baru-baru ini para ilmuwan mengungkap penyusutan Gletser Hektoria di Antartika secara cepat sepanjang 8 kilometer. Situasi itu menunjukkan gletser di dataran es yang datar lebih rentan terhadap keruntuhan secara mendadak.
Artinya, dengan penyusutan sepanjang itu maka Gletser Antartika kehilangan hampir setengah panjangnya hanya dalam waktu dua bulan — penyusutan tercepat yang pernah tercatat — menurut sebuah studi yang diterbitkan Senin, 03 November 2025, di Nature Geoscience.
Dikutip dari Anadolu, para peneliti menemukan bahwa Gletser Hektoria yang terletak di Semenanjung Antartika timur, surut sekitar 8,2 kilometer (5 mil) antara November hingga Desember 2022. Gletser tersebut juga kehilangan hampir 25 kilometer (15,5 mil) secara total antara Januari 2022 dan Maret 2023.
Para ilmuwan mengatakan penyusutan dipicu bukan oleh pemanasan samudra atau atmosfer, seperti yang diasumsikan sebelumnya, tetapi oleh keruntuhan cepat yang disebabkan oleh suatu proses yang dikenal sebagai pelepasan dataran es — ketika es terlepas dari bagian gletser yang datar dan memiliki dasar yang lemah.
Temuan ini menunjukkan bahwa gletser yang berada di dataran es mungkin jauh lebih tidak stabil daripada yang dipahami sebelumnya.
Para peneliti memperingatkan bahwa faktor serupa dapat membuat gletser Antartika lainnya rentan terhadap keruntuhan mendadak, dengan potensi konsekuensi besar bagi permukaan air laut secara global global.
Editor: Muhammad Taufiq


