Arina.id. Penggunaan handphone (HP) secara berlebihan bisa menjadi masalah tersendiri bagi anak usia 2 tahun. Rekomendasi mainan edukasi berikut ini bisa digunakan anak 1 tahun sebagai pengganti HP.
HP memiliki manfaat yang sangat luar biasa apabila mampu menggunakan secara baik. Semisal dipakai untuk dunia usaha lewat e-commerse maupun jualan online.
Akan tetapi, HP juga bisa memberikan dampak yang buruk andai digunakan secara berlebihan. Apalagi dipakai untuk anak usia 2 tahun.
Tentunya, mereka belum mengerti manfaat positif penggunaan HP. Anak usia 2 tahun bisa jadi hanya sekedar memanfaatkan HP untuk bermain game saja.
Selain itu, faktor orang tua yang memberikan kebebasan kepada anaknya untuk bermain HP juga turut berpengaruh. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?
Contoh Mainan Edukasi Anak 2 Tahun Pengganti HP
Salah satu cara jitu adalah memberikan mainan edukasi untuk anak 2 tahun sebagai pengganti HP. Mainan edukasi bisa meningkatkan daya kreativitas hingga memecahkan masalah.
Berikut adalah contoh rekomendasi mainan edukasi untuk anak usia 2 tahun sebagai pengganti HP sebagaimana mengutip laman Halodoc:
Melukis dan Menggambar
Teknik melukis dan menggambar bisa dilakukan dengan menyediakan kertas kosong untuk sang anak guna berlatih.
Siapkan cat atau atau pensil beraneka warna. Manfaat mainan edukasi ini bisa mendorong pertumbuhan kreatif dan mengekspresikan diri melalui seni.
Balok kayu
Mainan ini termasuk bersifat tradisional namun cukup populer. Mainan balok kayu diyakini bisa mendorong anak-anak untuk membangun, bermain pura-pura, dan membikin sesuatu.
Permainan Papan
Permainan papan dipercaya bisa membantu meningkatkan interaksi anak dengan keluarga, teman, atau dengan orang baru.
Selain itu, permainan papan juga dapat meningkatkan keterampilan dalam sebuah pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.
Permainan Figur
Contoh permainan figur adalah boneka dan binatang. Figur aksi juga bisa menjadi pilihan.
Gunanya memicu kreativitas balita dalam menjalin komunikasi dan memainkan skenario. Mereka akan melakukan imajinasi, mengarang, dan bercerita.
Editor: Abdul Fatah


