Hati adalah raja yang menguasai seluruh sel dalam jaringan organisasi tubuh manusia. Jika hatinya dalam kondisi baik, seluruh anggota tubuh akan ikut baik. Begitu juga dengan sebaliknya. Mengingat hati punya peran yang sangat luar biasa, umat Islam sangat dianjurkan bisa menjaga diri dari berbagai macam penyakit yang bisa menggelapkan hati.
Mengutip keterangan dari Sahabat Abdullah ibnu Mas'ud, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nasha’ihul Ibad (Semarang, Karya Thoha Putra: t.t) halaman 23-24 mengungkapkan, ada 4 hal yang bisa membuat hati menjadi gelap dan terang.
1. Perut kenyang
Perut kenyang yang didasari oleh keinginan makanan yang enak bisa disebut sebagai mengikuti hawa nafsu. Pasalnya, hawa nafsu mempunyai kecenderungan pada kenikmatan duniawi. Ketika hawa nafsu sudah menguasai diri tentu hati dan pikiran akan menjadi gelap.
Sebaliknya, ketika makan sewajarnya dan bertujuan untuk mendapat energi agar bisa melaksanakan ibadah, tentu makan dalam konteks ini akan memiliki nilai ibadah dan perut pun tidak akan sampai kenyang. Dalam hadits Rasulullah disebutkan, standar makan adalah sepertiga dari ukuran perut, sepertiga lagi untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk angin.
2. Berteman dengan orang zalim
Sebagaimana diketahui, lingkungan dan persahabatan sangat memengaruhi karakter seseorang. Ketika bergaul dengan orang zalim, yaitu mereka yang mencampuradukan hak dan batil, sedikit banyaknya akan tertular sifat-sifat buruk dari orang zalim tersebut, pada akhirnya hati pun akan menjadi gelap. Rasulullah bersabda:
إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ؛ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
Artinya, “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang besi. Penjual minyak wangi, jika ia tidak menghadiahkan padamu minyak wangi, maka engkau akan beli darinya, atau paling tidak engkau akan ketularan harumnya. Sedangkan tukang besi, jika bajumu tidak terbakar akibat terkena percikan api yang ada di tungku besinya, setidak-tidaknya engkau (akan keluar dari tempat kerjanya) dalam keadaan bau asap.” (Muttafaq ‘Alaih)
Sebagaimana hadits tersebut, bersahabat dengan orang saleh bisa memberikan warna positif pada diri seseorang. Pancaran kesalehannya akan menerangi kegelapan yang menyelimuti hati.
3. Melupakan dosa
Perbuatan maksiat dan dosa yang tidak ditobati bisa membuat hati seseorang menjadi gelap. Jika satu dosa diibaratkan satu titik hitam yang menodai hati, maka semakin banyak melakukan dosa akan menambah titik-titik hitam itu. Pada akhirnya, hati pun akan menjadi gelap gulita.
Sebaliknya, semakin banyak mengingat dosa pada masa lalu yang kemudian menyesali, bertobat mohon ampunan, dan berjanji pada Allah tidak akan mengulanginya, maka cahaya hidayah akan datang menerangi hati.
4. Banyak menghayal
Banyak menghayal atau thulul amal, yaitu mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi, bisa mengundang datangnya hubbud dunya atau cinta berlebih pada dunia dan melupakan akhirat. Pada akhirnya, hal ini akan membuat hati menjadi gelap. Sebaliknya, qashrul amal atau tidak banyak menghayal dan bertindak realistis bisa menjadikan hati selalu mawas diri, ingat pada Allah, dan membuat hati menjadi terang.
Itulah 4 hal yang bisa membuat hati menjadi gelap dan terang menurut Ibnu Mas’ud. Hati yang gelap bisa membuat seseorang merasa hampa, gelisah, bahkan lupa daratan dan melakukan apapun tanpa memperhatikan aturan. Sebaliknya, hati yang terang akan muncul ketenangan dan menjalani kehidupan di dunia ini menjadi terasa ringan. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin


