Abu Yazid Thaifur bin Isa bin Syurusan Al-Busthami adalah seorang ulama sufi terkemuka yang hidup di abad ketiga Hijriah. Sosoknya dipenuhi dengan kasih sayang pada sesama manusia. Bahkan, perhatian dan kasih sayang Abu Yazid ini membuat hati keluarga non Muslim luluh hingga mereka akhirnya memeluk Islam.
Fariduddin ‘At-Thar dalam kitab Tadzkiratul Auliya, (Damaskus: Darul Maktabi, 2009), halaman 196 mengisahkan, Abu Yazid punya tetangga non Muslim. Suatu malam, lampu di rumah tetangganya itu padam. Kegelapan yang menyelimuti rumah itu membuat mereka tidak nyaman.
Kebetulan, di dalam rumah tersebut ada seorang anak kecil yang hanya bisa menangis tiada henti dalam meratapi gelapnya rumah yang ia tempati. Melihat rumah tetangganya gelap gulita sekaligus mendengar tangisan anak kecil yang tak kunjung berhenti, Abu Yazid langsung berdiri mengambil lampu yang ada di rumahnya.
Saat sampai di rumah tetangganya, tangisan anak itu langsung berhenti karena merasakan datangnya cahaya yang dibawa oleh Abu Yazid. Semua anggota keluarga pun merasa terharu dan bahagia karena rumah mereka sudah tidak lagi gelap gulita.
Tak disangka, lampu yang dibawa Abu Yazid ini tidak hanya membawa cahaya yang menerangi rumah tetangganya, lampu itu juga membawa cahaya iman yang menerangi hati seluruh anggota keluarga non Muslim itu. Mereka merasa terharu dan akhirnya beriman kepada Allah.
"Bukankah tidak adil jika kita masih ada dalam kegelapan setelah Abu Yazid membawakan cahaya?" ucap kepala keluarga non Muslim itu.
Perkataannya itu kemudian dilanjutkan dengan ucapan 2 kalimat syahadat. Melihat suami dan ayahnya masuk Islam, istri dan anak-anaknya pun semuanya bersyahadat dan mereka pun masuk Islam.
Kisah Abu Yazid ini memiliki pesan moral agar umat Islam selalu berbuat baik pada tetangga, termasuk tetangga non Muslim. Tetangga adalah salah satu pihak yang mendapat perhatian dalam ajaran Islam. Pasalnya, dalam kehidupan sehari-hari lebih banyak berinteraksi dengan tetangga daripada dengan saudara yang rumahnya jauh.
Kisah ini juga menunjukkan bahwa dakwah bil hal atau dakwah melalui tindakan nyata dan akhlakul karimah cukup berperan dalam menebarkan syiar Islam. Hal ini juga dilakukan oleh Wali Songo yang berhasil mengislamkan sebagian besar masyarakat Nusantara dengan tanpa pertumpahan darah.
Selain itu, kisah Abu Yazid ini juga mengingatkan pada firman Allah dalam surat Al-Qashash ayat 56:
اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Artinya: "Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) tidak (akan dapat) memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia paling tahu tentang orang-orang yang (mau) menerima petunjuk."
Begitulah hidayah, Allah akan memberikan hidayah-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Ada yang sudah mengetahui ajaran Islam tapi belum mau mengucapkan 2 kalimat syahadat. Ada juga yang tiba-tiba mengalami peristiwa yang kemudian menjadi pemicu dalam memantapkan diri untuk masuk Islam. Wallahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin


