Dark
Light
Dark
Light

Kisah Suami Pelit, Istri Dermawan, dan Pengemis Lapar

Kisah Suami Pelit, Istri Dermawan, dan Pengemis Lapar

Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, biasanya suami istri mengalami silang pendapat mulai dari hal prinsip sampai sepele. Misalnya soal berbagi dengan orang lain. Ada kalanya ketika suami atau istri hendak berbagi, pasangannya malah tidak setuju. Padahal berbagi dengan orang lain merupakan perintah agama yang bisa membawa dampak positif untuk pribadi, keluarga, maupun lingkungan.

Berkaitan dengan hal tersebut, ada sebuah kisah pasangan suami istri dan sikapnya kepada seorang pengemis yang berdampak besar pada kehidupan keluarga mereka. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Syekh Ahmad Syihabudin Al-Qulyubi dalam kitab An-Nawadir fi Hikayatis Shâliḫîn wa ‘Ajâ’ibil Mutaqaddimin (Kairo, Darul Afaq al-Arabiyah: 2010), halaman 87.

Dikisahkan, suatu hari seorang suami sedang menikmati makan dengan ayam panggang. Pada saat yang sama, datang seorang pengemis yang meminta makanan untuk mengganjal perutnya yang keroncongan. Tak disangka, meskipun terhitung kaya raya namun laki-laki ini enggan memberikan makanannya pada pengemis tersebut.

“Jangan berikan apapun pada pengemis itu!” perintah suami pelit itu pada istrinya yang berniat memberi secuil makanan pada pengemis.

Waktu terus berjalan, orang kaya sombong ini menjalani bisnis seperti biasanya namun perlahan tapi pasti, bisnisnya mengalami guncangan hebat hingga akhirnya bangkrut dan jatuh miskin. Tidak hanya itu, kondisi ekonomi yang sulit membuat rumah tangganya berantakan dan berakhir dengan perceraian.

Setelah bercerai, keduanya hidup masing-masing. Singkat cerita, mantan istri orang kaya ini akhirnya menikah lagi dengan seorang laki-laki yang lebih saleh dari suami sebelumnya. Selain itu, wanita ini juga merasakan hidupnya lebih tenang dan bahagia.

Suatu hari, suami kedua wanita ini mengalami peristiwa yang sama dengan suami sebelumnya, yaitu saat menikmati santapan ayam panggang, tiba-tiba datang seorang pengemis yang meminta makanan.

“Berikan ayam panggang ini pada pengemis itu!” perintah sang suami pada istrinya.

Ketika memberikan makanan tersebut, betapa kagetnya sang istri melihat kenyataan bahwa pengemis itu adalah mantan suaminya yang dulu kaya raya. Usai memberikan makanan, wanita ini tidak banyak bicara dan langsung masuk karena ingin segera menceritakan sosok pengemis itu pada suaminya.

“Dia adalah mantan suamiku,” ungkap si istri menjelaskan sosok pengemis yang baru saja meminta makanan.

Mendengar cerita tersebut, si suami akhirnya mengungkap masa lalunya.

“Demi Allah, dulu pengemis itu adalah aku. Sekarang Allah telah memindahkan kenikmatan dan keluarganya kepadaku karena dia kurang bersyukur atas nikmat yang didapatkan,” ucap suaminya.

Kisah ini memberikan sejumlah hikmah yang bisa dipetik pelajarannya bagi umat Islam, di antaranya adalah tentang pentingnya bersyukur atas karunia dan nikmat yang telah diberikan dari Allah. Jika bersyukur niscaya Allah akan menambah kenikmatan. Jika tidak, tentu harus siap dengan segala konsekuensinya.

Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya yang termaktub dalam Surat Ibrahim ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Kisah ini juga memberikan gambaran bahwa pada hakikatnya, harta merupakan pemberian dan titipan dari Allah. Dia berkuasa penuh dalam mengangkat dan menjatuhkan derajat seseorang dengan sangat mudah dan dengan cara-Nya sendiri.

Mengingat hal tersebut, tidak sepatutnya merasa bangga dan sombong dengan harta dan kekayaan karena bisa jadi, harta tersebut akan segera diambil kembali oleh-Nya.

Selain itu, kisah ini juga memberikan pelajaran kepada pasangan suami istri untuk selalu kompak dalam melakukan kebaikan. Ketika salah seorang apalagi keduanya mengingkari, bisa jadi akan datang keburukan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo