Dark
Light
Dark
Light

Inilah 10 Ucapan Selamat Idul Fitri dari Para Ulama

Inilah 10 Ucapan Selamat Idul Fitri dari Para Ulama

Menurut Habib Syekh Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim al-Kaff dalam kitab at-Taqrir as-Sadidah fil Masailil Mufidah bahwa hukum mengucapkan selamat atau tahniah pada saat Idul Fitri adalah sunnah.

Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa waktu untuk mengucapkan tahniah pada Hari Raya Idul Fitri dimulai sejak terbenamnya matahari di malam hari Idul Fitri, yaitu pada malam terakhir bulan Ramadhan. Sedangkan untuk Hari Raya Idul Adha, waktu untuk mengucapkan tahniah dimulai sejak subuh Hari Arafah.

Habib Syekh Hasan Al Kaff berkata:

"تسن التهنية بالعيد, و يدخل وقتها في عيد الفطر بغروب الشمس ليلتهاوفي عيد الاضحى بصبح يوم عرفة"

Artinya: "Disunnahkan mengucapkan selamat pada hari raya. Waktunya dimulai pada Hari Raya Idul Fitri sejak terbenamnya matahari di malam harinya, dan pada Hari Raya Idul Adha sejak subuh Hari Arafah."

Lalu, bagaimana ucapan tahniah saat Idul Fitri. Nah, berikut ini 9 ucapan selamat Idul Fitri dari para ulama.

1. Taqabbal minna wa minka

Arti dari kalimat ini adalah: "Semoga Allah menerima amal ibadah dari kami dan dari kalian selama satu bulan puasa." Ucapan ini termaktub dalam Fathul Bari, Jilid II, halaman 516, karya Ibnu Hajar Al-Asqallani. Dijelaskan, bahwa saling mendoakan agar amal ibadah diterima merupakan kebiasaan yang baik dilakukan para sahabat Nabi pada hari raya. Hal ini dapat mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa saling mendoakan di antara sesama Muslim.

وعن جبير بن نفير ، قال : كان أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض ، تُقُبِّل منا ومنك . قال ابن حجر : إسناده حسن .

Artinya: "Dari Jabir bin Nufair, dia berkata: "Para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika bertemu pada hari raya, mereka saling berkata, "Semoga diterima amal ibadah dari kami dan dari kalian." [Ibnu Hajar al-Asqallani dalam kitab Fathul Bari, Jilid II, [Beirut; Darul Magrifah, tt] halaman 516].

2. Taqabbalallahu minna wa minkum, ghafarallahu lana wa laka

Arti dari ucapan ini adalah: "Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan dari kalian, dan semoga Allah mengampuni dosa kami dan dosa kalian.". Lafadz teks ini ada dalam kitab al Muntaqa Syarh al Muwatta, Jilid II, halaman 332 karya Imam Malik. Dalam kitab tersebut, Imam Malik ditanya seseorang tentang hukum mengucapkan tahniah pada saat Idul Fitri. Beliau menjawab bahwa hal itu tidak makruh. Imam Malik berkata, 

وسئل مالك رحمه الله : أيكره للرجل أن يقول لأخيه إذا انصرف من العيد : تقبل الله منا ومنك ، وغفر الله لنا ولك ، ويرد عليه أخوه مثل ذلك ؟ قال : لايكره

Artinya: "Imam Malik semoga Allah senantiasa merahmatinya, apakah hukumnya makruh bagi seseorang mengucapkan bagi saudaranya yang  berangkat untuk merayakan Idul Fitri; “taqabbalallahu minna wa minkum” dan ucapan “Semoga Allah mengampuni kita dan juga mengampuni kamu”, kemudian orang yang diucapkan tahniah  tadi mengucapkan hal yang sama, apakah itu makruh? Imam Malik berkata; ” Tidak makruh hukumnya,”.

3. Taqabbalallahu minna wa minkum

Makna dari ucapan ini adalah: "Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan dari kalian". Ucapan ini jamak kita dengar saat hari Raya Idul Fitri. Menurut Ibnu Qudamah dalam kitab al Mughni, Jilid II, halaman 130 bahwa terdapat beberapa hadits terkait ucapan selamat pada Idul Fitri. Salah satunya diriwayatkan dari Abi Umamah al Bahili dan para sahabat Nabi saw. Mereka saling mengucapkan "taqabbalallahu minna wa minkum" setelah selesai shalat Ied.

وذكر ابن عقيل في تهنئة العيد أحاديث , منها , أن محمد بن زياد , قال : كنت مع أبي أمامة الباهلي وغيره من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم ، فكانوا إذا رجعوا من العيد يقول بعضهم لبعض : تقبل الله منا ومنك ، وقال أحمد : إسناد حديث أبي أمامة إسناد جيد

Artinya: "Ibn Aqil menjelaskan terdapat pelbagai hadits yang berkaitan dengan tahniah Idul Fitri dan Idul Adha. Salah satunya, Muhammad bin Ziyad berkata, adalah Aku beserta Abi Umamah al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi SAW, adalah kami ketika selesai shalat Ied , berkata sebagian kami pada yang lain; “taqabbalallahu minna wa minkum”. Imam Ahmad menyebut hadis Abi Umamah ini Sanadnya jayyid."

4. Taqabbalallahu minna wa minkum, wa ahalahullahu 'alaik.

Arti dari ucapan ini adalah: "Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan darimu sekalian, dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu". Ucapan ini merupakan doa agar amalan yang telah dilakukan diterima oleh Allah swt dan mendapatkan pahala yang sempurna.

Dalam kitab al Majmu al Fatawa, Jilid XXIV, halaman 253, Ibnu mengatakan terdapat beberapa riwayat yang menceritakan bahwa sekelompok sahabat yang mempraktikkan tahniah saat Hari Raya. Untuk itu, hukum mengucapkannya pun diperbolehkan dalam Islam, bukan perbuatan bid’ah ataupun terlarang.

5. Ied Mubarak

Ucapan singkat ini berarti: "Selamat Hari Raya Idul Fitri". Dalam kitab Radd al mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar, Jilid III halaman 50, karya Ibnu Abidin tercantum pendapat dari Ibnu Amir Haj, seorang ulama hanifiyah, yang mengungkapkan bahwa ucapan  “Selamat Hari Raya” adalah hal yang dianjurkan. Pasalnya, terdapat beberapa riwayat shahih dari para sahabat Nabi saw yang menunjukkan bahwa mereka mengucapkan selamat hari raya. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi tersebut telah ada sejak zaman Nabi saw dan para sahabatnya.

Lebih lanjut, Ibnu Amir Haj juga mengamati kebiasaan di wilayah Syam dan Mesir, di mana orang-orang mengucapkan "Selamat Hari Raya" atau kalimat serupa. Ia melihat tradisi ini sebagai hal yang positif karena terdapat hubungan erat antara ucapan selamat dan doa. Ucapan selamat dapat dimaknai sebagai doa agar orang lain mendapatkan kebahagiaan dan keberkahan di hari raya.

6. Taqabbalallāhu minna wa minkum; yurīdu al-ṣawma wa fi'l khair al-ṣādir fī Ramaḍān, wa ghafara Allāhu lanā wa lakum.

Arti ucapan tersebut adalah: “Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kalian; Dia menghendaki puasa dan perbuatan baik yang dilakukan di bulan Ramadhan, dan semoga Allah mengampuni kami dan kalian,”.

Imam Malik dalam kitab al-Mausu’ah al-Kuwaitiyah, Jilid XIV, halaman 99 menjelaskan tentang kebolehan mengucapkan kalimat tersebut. Imam Malik menjelaskan bahwa mengucapkan tahniah (ucapan selamat) pada Idul Fitri atau Idul Adha hukumnya adalah mubah (diperbolehkan) dan tidak makruh.

أما عند المالكيَّة، فقد سُئل الإمام مالك عن قول الرجل لأخيه يوم العيد: تقبَّل الله منا ومنك؛ يريد الصَّوم وفِعل الخير الصادر في رمضان، وغفر الله لنا ولك؟ فقال: ما أعرفه ولا أنكره، قال ابن حبيب: معناه لا يعرفه سنَّة ولا ينكره على مَن يقوله؛ لأنه قول حسن؛ لأنه دعاء

Artinya: "Imam Malik pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang mengucapkan kepada saudaranya di hari raya: "Semoga Allah menerima (amal) dari kita dan dari kamu," yang dimaksudkannya adalah puasa dan amal kebaikan di bulan Ramadhan, dan "Semoga Allah mengampuni dosa kita dan dosa kamu." Imam Malik menjawab: "Aku tidak mengetahui (adanya hadits) tentang hal itu dan aku tidak pula melarangnya. Ibnu Habib berkata: "Maksudnya (Imam Malik) adalah tidak ada yang menunjukkan kesunahan ucapan tersebut, dan dia tidak melarang orang yang mengucapkannya. Karena ucapan tersebut adalah doa yang baik."

7. Taqabbalallahu minna wa minka

Arti ucapan ini adalah: "Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan darimu". Ucapan ini termaktub dalam kitab Mu’jam Kabir karya Imam Thabrani dan As-Sunan al-Kubra, karya Imam Baihaqi. 

عن خالد بن معدان قال: لقيت واثلة بن الأسقع رضي الله عنه في يوم عيد، فقلت: تقبل الله منا ومنك، فقال: "نعم، تقبل الله منا ومنك"، قال واثلة رضي الله عنه: "لقيت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يوم عيد فقلت: تقبل الله منا ومنك، قال: «نَعَمْ، تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ»

Artinya: "Dari Khalid bin Ma'dan, dia berkata: "Aku bertemu dengan Watsil bin Al-Asqa' radhiyallahu 'anhu pada hari raya, lalu aku berkata: 'Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kamu.' Dia menjawab: 'Ya, semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kamu.'" Watsil radhiyallahu 'anhu berkata: "Aku bertemu dengan Rasulullah saw pada hari raya, lalu aku berkata: 'Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kamu.' Beliau menjawab: "Ya, semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kamu."

8. Qabilaallāhu minna wa minkum, wa ghafara lana wa lakum

Secara pengertian, ucapan di atas bermakna: "Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kalian, dan mengampuni dosa-dosa kami dan kalian”. Ibnu Abdul Barr, dalam kitab Takmilatu Li Kitab as-Shilah, Jilid II, halaman 171, menceritakan kisah Abdullah bin Yusuf yang bertanya kepada Laits bin Saad tentang ucapan di atas, yang biasa diucapkan orang-orang saat hari raya. Mendapati pertanyaan tersebut, Laist bin Saad menjawab, tahniah tersebut sering kali diucapkan para sahabat Nabi ketika hari Raya. 

عن عبد الله بن يُوسُف قَالَ: سَأَلت اللَّيْث بن سعد عَمَّا يَقُول النَّاس بَعضهم لبَعض فِي أعيادهم: تقبل الله منا ومنكم وَغفر لنا وَلكم، فَقَالَ اللَّيْث: "أدْركْتُ النَّاس وهم يَقُولُونَ ذَلِك بَعضهم لبَعض، وَفِيهِمْ إِذْ ذَاك بَقِيَّة"، قَالَ: "وَكَانَ ابْن سِيرِين لَا يزِيد أَن يَقُول للرجل إِذا قدم من حج أَو غَزْوَة أَو فِي عيد: "قَبِلَ اللهُ منا ومنكم، وَغفر لنا وَلكم

Artinya: "Dari Abdullah bin Yusuf, dia berkata: "Aku bertanya kepada Laits bin Sa'ad tentang apa yang dikatakan orang-orang satu sama lain pada hari raya mereka: 'Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian, dan mengampuni kami dan kalian.' Laits berkata: "Aku mendapati orang-orang mengatakannya satu sama lain, dan di antara mereka saat itu masih ada beberapa sahabat Nabi.' Dia berkata: 'Dan Ibnu Sirin tidak pernah menambahkan apa pun selain berkata kepada orang yang baru saja kembali dari haji, jihad, atau pada hari raya: 'Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian, dan mengampuni kami dan kalian.'

9. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H!

Ucapan tersebut digabungkan dengan kalimat: "Semoga kebahagiaan dan keberkahan menyertai kita di hari yang suci ini. Mari kita jalin kembali tali silaturahmi dan memperkuat persaudaraan di momen spesial ini. "

Ucapan tersebut jamak kita dengar saat merayakan Idul Fitri. Dalam kitab al Mausuah Fiqhiyah al Kuwaitiah dijelaskan bahwa mengucapkan tahniah pada Hari Raya Idul Fitri, adalah perbuatan yang disyariatkan. Pendapat ini merupakan pendapat mayoritas ulama fiqih. Simak penjelasan berikut;

ذهب جمهورُ الفقهاء إلى مشروعية التهنئة بالعيد من حيث الجملة

Artinya: "Mayoritas ulama fiqih sepakat bahwa tahniah, merupakan perkara yang disyariatkan, ini bila ditilik dari segi jumlah."

10. Kullu ‘âmin wa antum bi khair 

Arti dari ucapan ini adalah: "Semoga kebaikan meliputi kalian semua sepanjang tahun". Dalam Islam, sejatinya dianjurkan bagi umat Islam untuk saling mengucapkan selamat dan mendoakan satu sama lain agar diterima amalannya di akhir-akhir ibadah.

Hal ini dicontohkan sendiri oleh Rasulullah. Dalam riwayat dijelaskan bahwa Nabi Muhammad saw pun senantiasa mendoakan orang yang haji saat ia selesai menunaikan hajinya, orang yang berpuasa Ramadhan saat ia berbuka puasa, dan orang yang bertaubat dari dosa saat ia bertaubat. Dari Ibnu Umar RA, beliau berkata:

عن ابن عمر رضي الله عنهما، قال: جاء غلام إلى النبي صلى الله عليه وآله وسلم فقال: إني أريد هذه الناحية الحج، فمشى معه رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم وقال: «يَا غُلَامُ، زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَوَجَّهَكَ الْخَيْرَ، وَكَفَاكَ الْهَمَّ»، فلما رجع الغلام سلم على النبي صلى الله عليه وآله وسلم، فرفع رأسه إليه وقال: «يَا غُلَامُ، قَبِلَ اللهُ حَجَّكَ، وَكَفَّرَ ذَنْبَكَ، وَأَخْلَفَ نَفَقَتَكَ

Artinya: "Dari Ibnu Umar ra, beliau berkata: "Seorang pemuda datang kepada Nabi saw dan berkata: 'Aku ingin pergi haji ke arah ini (sambil menunjuk ke suatu arah).' Kemudian Rasulullah saw berjalan bersamanya dan berkata: 'Wahai pemuda, semoga Allah memberimu bekal ketakwaan, mengarahkanmu kepada kebaikan, dan menghilangkan kesedihanmu.' Ketika pemuda itu kembali, dia menemui Nabi saw dan memberi salam. Nabi saw mengangkat kepalanya dan berkata: 'Wahai pemuda, semoga Allah menerima haji mu, mengampuni dosa-dosamu, dan mengganti apa yang telah kamu keluarkan.'" [H.R Thabrani].

Demikian ucapan-ucapan tahniah Idul Fitri dari para ulama Islam. Ucapan tersebut di atas tidak hanya berisi ucapan selamat semata, tetapi juga mengandung pesan-pesan penting untuk kita renungkan. Mari kita jadikan momen Idul Fitri ini sebagai kesempatan untuk kembali fitrah, meningkatkan kualitas diri, dan mempererat tali silaturahmi dengan sesama.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo