Dark
Light
Dark
Light

Anjuran Berziarah ke Pemakaman Baqi setelah Melakukan Manasik Haji

Anjuran Berziarah ke Pemakaman Baqi setelah Melakukan Manasik Haji

Arina.id - Pemakaman Baqi merupakan salah satu kompleks pemakaman paling bersejarah dalam Islam yang terletak di kota Madinah, Arab Saudi. Baqi dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi banyak sahabat Nabi, keluarga beliau, serta para tabiin. Di antara tokoh yang dimakamkan di Baqi adalah Utsman bin Affan, Hasan bin Ali, Zainul Abidin, Muhammad al-Baqir, dan Ja’far al-Shadiq. Selain itu, istri-istri Rasulullah ﷺ dan anak-anak beliau juga dimakamkan di tempat ini.

Sebagai makam utama umat Islam sejak masa Nabi ﷺ, Baqi sering dikunjungi oleh para peziarah yang datang ke Madinah. Mereka menyampaikan salam dan doa kepada para penghuni Baqi, sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah ﷺ. Di dalamnya juga terdapat kubah al-Abbas dan berbagai makam tokoh besar Islam lainnya. Meskipun sederhana, Baqi menjadi simbol penghormatan terhadap generasi awal Islam dan saksi sejarah perjuangan mereka. 

Salah satu hadits yang menjelaskan rutinitas Rasulullah menziarahi Pemakaman Baqi menyebutkan: 

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: (كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّمَا كَانَ لَيْلَتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ إِلَى الْبَقِيعِ، فَيَقُولُ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ)

Artinya, “Dari Aisyah ra. Berkata: “Setiap kali tiba gilirannya bersama Rasulullah ﷺ  beliau selalu keluar pada akhir malam menuju (pemakaman) Baqi. Beliau mengucapkan: ‘Salam sejahtera atas kalian, wahai penghuni tempat orang-orang beriman. Telah datang kepada kalian apa yang dijanjikan, esok hari itu ditangguhkan. Dan kami insya Allah akan menyusul kalian. Ya Allah, ampunilah penghuni Baqi al-Gharqad.’”

Anjuran Ziarah Baqi setelah Manasik Haji

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan tiba di Madinah, jamaah haji dianjurkan untuk berziarah ke Baqi. Biasanya, jamaah haji Indonesia memiliki program tersebut yang difasilitasi oleh petugas kloter. Salah satu tujuan utama ziarah adalah Pemakaman Baqi (Jannatul Baqi) yang terletak di sebelah timur Masjid Nabawi. Ziarah ke Baqi biasanya dilakukan setelah jamaah menunaikan shalat fardhu di Masjid Nabawi, dengan mengikuti arahan dari petugas kloter dan pembimbing ibadah. 

Biasanya, jamaah akan diarahkan menuju pintu keluar Masjid Nabawi yang mengarah ke Baqi, mengingat pintu Baqi saat ini berfungsi sebagai pintu keluar.

Anjuran ziarah ini dijelaskan oleh Syekh Abdullah Al-Mushili dalam Al-Ikhtiar li Ta’lilil Mukhtar berikut:

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَخْرُجَ بَعْدَ زِيَارَتِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْبَقِيعِ، فَيَأْتِيَ الْمَشَاهِدَ وَالْمَزَارَاتِ، خُصُوصًا قَبْرَ سَيِّدِ الشُّهَدَاءِ حَمْزَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَيَزُورَ فِي الْبَقِيعِ قُبَّةَ الْعَبَّاسِ وَفِيهَا مَعَهُ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ وَزَيْنُ الْعَابِدِينَ وَابْنُهُ مُحَمَّدُ الْبَاقِرُ وَابْنُهُ جَعْفَرُ الصَّادِقُ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ، وَفِيهِ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَفِيهِ إِبْرَاهِيمُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ابْنُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، وَجَمَاعَةٌ مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، وَعَمَّتُهُ صَفِيَّةُ وَكَثِيرٌ مِنَ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ

Artinya, “Disunnahkan setelah menziarahi Rasulullah ﷺ untuk melanjutkan ziarah ke pemakaman Baqi, mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan makam-makam, khususnya makam Sayyid al-Syuhada’ Hamzah ra. Di Baqi, disunnahkan pula menziarahi kubah al-Abbas, yang di dalamnya terdapat Hasan bin Ali, Zainul Abidin, putranya Muhammad al-Baqir, dan putranya Ja’far al-Shadiq. Juga terdapat makam Amirul Mukminin Utsman ra., makam Ibrahim ra. Putra Nabi ﷺ, serta sekelompok istri Nabi ﷺ bibinya Shafiyyah, dan banyak dari kalangan sahabat serta tabiin ra.” (Al-Mushili, tanpa tahun: juz 1, h. 232)

Hal serupa juga disampaikan oleh Syekh Ibnu Zadah dalam Majma’ul Anhar sebagai berikut:

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَخْرُجَ إِلَى الْبَقِيعِ وَيَزُورَ الْقُبُورَ الَّتِي يُتَبَرَّكُ بِهَا؛ كَقَبْرِ عُثْمَانَ وَالْعَبَّاسِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا، وَقُبُورِ صَاحِبِ الْأَصْحَابِ الْأَبْرَارِ وَالْآلِ الْأَخْيَارِ رِضْوَانُ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ، وَسَائِرِ أَمْوَاتِ الْمُسْلِمِينَ رَحِمَهُمُ اللَّهُ، وَيَقُولُ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، أَنْتُمْ لَنَا سَابِقُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، وَيَفْعَلُ مَا يَخْطُرُ بِبَالِهِ مِنَ الدَّعَوَاتِ وَالْخَيْرَاتِ وَالصَّدَقَاتِ

Artinya, “Disunnahkan untuk pergi ke Baqi dan menziarahi makam-makam yang diberkahi, seperti makam Utsman dan al-Abbas ra., serta makam para sahabat yang saleh dan keluarga Nabi yang mulia, semoga Allah meridhai mereka semua, dan juga seluruh kaum Muslimin yang telah wafat, semoga Allah merahmati mereka. Saat berziarah, dianjurkan mengucapkan: “Salam sejahtera atas kalian, wahai penghuni tempat orang-orang beriman. Kalian telah mendahului kami, dan kami insya Allah akan menyusul kalian.” Kemudian dianjurkan pula untuk melakukan doa-doa, amal kebaikan, dan sedekah sesuai yang terlintas dalam pikirannya.” (Ibnu Zadah, tanpa tahun: juz 1, h. 314)

Dari penjelasan Al-Mushili dan Ibnu Zadah ini dapat dipahami bahwa ziarah ke Pemakaman Baqi memiliki dasar anjuran yang kuat dalam tradisi Islam. Al-Mushili menekankan pentingnya melanjutkan ziarah setelah mengunjungi Rasulullah ﷺ ke kompleks Baqi, sebagai bentuk penghormatan kepada para sahabat, keluarga Nabi, dan tokoh-tokoh Islam. Ia menyebutkan secara khusus makam Sayyid al-Syuhada’ Hamzah, al-Abbas, Hasan bin Ali, Zainul Abidin, hingga Utsman bin Affan. Hal ini menunjukkan bahwa ziarah tersebut tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga bentuk penghormatan dan pengingat terhadap perjuangan mereka.

Selain itu, Ibnu Zadah memperluas makna ziarah dengan menyebutkan anjuran untuk mendoakan seluruh penghuni Baqi, termasuk para sahabat saleh dan keluarga Nabi. Ia menekankan pentingnya mengucapkan salam kepada para penghuni kubur sebagai bentuk kesadaran bahwa mereka telah mendahului umat Islam dalam menghadap Allah. Selain salam, dianjurkan pula untuk melakukan doa, amal kebaikan, dan sedekah sebagai bentuk bakti spiritual. Dari sini, tampak bahwa ziarah Baqi bukan sekadar kunjungan fisik, tetapi juga momentum spiritual yang mendalam.

Ketika ziarah ke Pemakaman Baqi, kita dianjurkan mengucapkan salam sebagai berikut:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ

Assalāmu ‘alaikum dāra qaumin mu’minīn, wa ātākum mā tū’adūna ghadan mu’ajjālūn, wa innā in syā Allāhu bikum lāḥiqūn. Allāhumma ighfir li-ahlī Baqī’il-Gharqad.

Artinya: ”Salam sejahtera atas kalian, wahai penghuni tempat orang-orang beriman. Telah datang kepada kalian apa yang dijanjikan, hanya ditangguhkan hingga esok hari. Dan kami, insya Allah, akan menyusul kalian. Ya Allah, ampunilah para penghuni Baqi al-Gharqad.”

Kesimpulannya, ziarah ke Pemakaman Baqi setelah menunaikan manasik haji bukan sekadar ritual, tetapi juga bentuk penghormatan dan refleksi spiritual yang mendalam. Di tempat ini, jamaah dapat mengingat perjuangan para sahabat, keluarga Nabi, dan umat Islam terdahulu yang dimakamkan di sana. Dengan mengucapkan salam dan doa, para peziarah diingatkan akan kematian dan pentingnya mempersiapkan diri untuk bertemu Allah, sebagaimana mereka yang telah mendahului kita.Anjuran Berziarah ke Pemakaman Baqi setelah Melakukan Manasik Haji.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Muhamad Abror
Penulis rubrik Keislaman dan Sejarah Islam Klasik


Editor: Aiz Luthfi
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo