Dark
Light
Dark
Light

Overthinking Menurut Islam, Harus Berhati-hati Bisa Jadi Bisikan Syaitan

Overthinking Menurut Islam, Harus Berhati-hati Bisa Jadi Bisikan Syaitan

Arina.id - Orang-orang sekarang menyebutnya overthinking untuk menyebut pikiran berlebihan. Ini biasanya berujung pada perasaan cewas, ketakutan atau was-was berlebihan terhadap hal yang akan terjadi di masa depan. Padahal masa depan itu ghoib, sehingga perlu disikapi secara tenang dengan memasrahkan segalanya pada Allah SWT (Tawakal).

Lalu bagaimana overthinking dalam perspektif Islam? Ini didefinisikan sebagai bentuk khusus dari perasaan takut. Ketakutan yang muncul akan berkembang lebih besar jika dibersamai dengan perasaan kewaspadaan, cemas, ada khayalan tertentu serta emosi. Overthingking bisa disebabkan karena manusia belum sepenuhnya memiliki keterampilan tawakkal dan bergantung hanya kepada Allah.

Dikutip dari Al-Wasathiyah: Journal of Islamic Studies, definisi overthinking tersebut diperkuat dengan penjelasan dalam Surat An-nas yang artinya : "Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi...."

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ە ۙ الْخَنَّاسِ ۖ ۝٤

"dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi"

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِ ۙ ۝٥

"yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,"

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِࣖ ۝٦

"Dari (Golongan) Jin dan Manusia."

Overthinking juga dapat membuang-buang energi karena memikirkan sesuatu secara berlebihan. Hal itu menjadikan seseorang memikirkan ketakutan-ketakutan yang belum tentu terjadi (teror) lalu menimbulkan kecemasan, pada diri individu tersebut. Adapun kecemasan ialah ekpresi dari berbagai emosi, biasanya muncul ketika seseorang dihadapkan pada sesuatu yang menekan emosinya dan menimbulkan konflik internal.

Kecemasan ini dapat dijelaskan sebagai perasaan takut atau kehilangan kepercayaan diri, yang tidak jelas tanpa mengetahui asal atau bentuknya. Kecemasan sendiri bukanlah hal baik, apalagi jika kecemasan dibiarkan terus menerus akan berdampak buruk.

Fenomena overthinking yang berujung pada kecemasan memang bukan hal baru. Jika ditanya apakah seseorang pernah berpikir terlalu dalam, rata-rata mereka akan menjawab pernah, bedanya cuma pada cara mereka menangani masalahnya.

Sehingga dengan demikian overthinking bukanlah suatu permasalahan sepele dan semuanya harus segera diatasi. Dalam jurnal ini para peneliti mengutip penjelasan Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah tentang Surah Al-Hujurat ayat 12:

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah dengan upaya sungguh-sungguh. Banyak dari dugaan, yakni prasangka buruk terhadap manusia yang tidak memiliki indikator memadai, sesungguhnya sebagian dugaan yang tidak memiliki indikator itu ialah dosa."

Dalam Islam, manusia diperintahkan agar selalu berprasangka baik. Sebab dengan prasangka baik akan diikuti perbuatan-perbuatan baik pula. Cara berpikir ini sangat dihargai dalam agama, karena jika manusia berprasangka baik maka akan terlepas dari berbagai sifat-sifat kurang baik, salah satunya suudzon yang ditimbulkan karena prasangka berlebihan alias overthinking.

بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ١٢

"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."

Dalam penjelasan Tafsir Al-Misbah, jika manusia itu baik jasmani dan ruhaninya, maka tidak langsung akan baik pula mental atau jiwanya. Sebaliknya, jika jasmani dan ruhani manusia itu buruk maka buruk pula lah jiwanya. Akibat buruknya mental, manusia terkadang tidak dapat mengendalikan hatinya. Mereka gagal memahami anugerah rahmat dari Allah. Karena rahmat tidak akan turun kepada hati yang kotor.

Meskipun begitu, hati tidak bisa dijadikan patokan dalam sebuah tindakan, melainkan akal lah yang membuat manusia menentukan sebuah tindakan. Singkat kata, sesuai dengan penjelasan Surat Al Hujurat, Islam sebenarnya tidak melarang prasangka, yang dilarang ialah prasangka buruk yang menyebabkan olok-mengolok, menggunjing dan kesalah pahaman antara satu orang dengan lainnya.

Prasangka buruk ini dikategorikan sebagai perbuatan sangat tercela sebab merupakan bagian dari penyakit hati dan (su'uzhan). dal

Overthinking dalam psikologi klinis

Adapun dalam penjelasan psikolog klinis, individu yang mengalami masalah overthinking atau berpikir secara berlebihan sampai aktivitas sehari-harinya terganggu agar berkonsultasi dengan tenaga profesional. Hal ini disampaikan Miki Amrilya Wardati, psikolog klinis dewasa dari Mitra Psikolog Halodoc.

"Perlu dikonsultasikan kalau misalkan ternyata overthinking itu sudah over-nya itu betul sesuai kata over dan memang mengganggu keberfungsian hidup sehari-hari," katanya.

Ia menyampaikan bahwa overthinking atau mengkhawatirkan sesuatu yang sebenarnya merupakan hal wajar bukan gangguan kesehatan mental, melainkan sebuah gejala. Menurut dia, gejala itu perlu diperhatikan kalau sampai menimbulkan gangguan seperti sulit berkonsentrasi, takut melakukan sesuatu, susah tidur, atau rasa tidak nyaman beraktivitas.

"Ini nanti akan dibantu oleh profesional apakah overthinking ini disertai gejala lain atau tidak, sehingga nanti bisa ditarik diagnosa oleh profesional apakah ada gangguan tertentu atau tidak," ia menjelaskan.

Psikolog yang tergabung dalam Ikatan Psikolog Indonesia itu menyampaikan bahwa orang perlu mengenali dan memahami kondisinya sendiri agar bisa mengenali perubahan dan tanda-tanda masalah dalam dirinya. "Kalau ada perubahan dan dirasa itu tidak biasa, apalagi mengganggu, di situ langsung bisa konsultasi pada profesional," kata Miki.

"Nanti profesional yang akan mendiagnosa gangguan apa, apakah tadi depresi atau bipolar. Kita harus kenal sinyal tubuh kita, tapi kita juga harus mengkonsultasikan supaya tegak diagnosanya," ia menjelaskan.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo