Orang-orang yang pertama masuk Islam dikenal dengan istilah As-Sabiqunal Awwalun. Mereka memiliki keistimewaan di hadapan Allah Swt berupa keridhaan dari Allah dan surga yang dijanjikan untuk mereka. Hal ini sebagaimana tertera dalam QS. At-Taubah: 100:
وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
Artinya: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”.
Meskipun secara harfiyah As-Sabiqunal Awwalun diartikan sebagai orang-orang yang pertama masuk Islam, namun para ahli tafsir memaknai frasa tersebut secara lebih luas lagi. Dianataranya pendapat yang dikutip oleh Imam Ibnu Katsir ialah pendapat Asy-Sya’bi yang menyebutkan bahwa mereka adalah sejumlah besar orang-orang yang menghadiri bai’at Ridlwan di tahun perjanjian Hudaibiyah dan pendapat Abu Musa Asy’ari yang menyatakan mereka adalah orang-orang yang bersama Nabi pernah melaksanakan shalat dengan menghadap dua kiblat:
قَالَ الشَّعْبِيُّ: السَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ مَنْ أَدْرَكَ بَيْعَةَ الرِّضْوَانِ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ.
وَقَالَ أَبُو مُوسَى الْأَشْعَرِيُّ، وَسَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، وَمُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ، وَالْحَسَنُ، وَقَتَادَةُ: هُمُ الَّذِينَ صَلَّوْا إِلَى الْقِبْلَتَيْنِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Artinya: “Asy-Sya’bi berkata: ‘As-Sabiqunal Awwalun dari golongan Muhajirin dan Anshar ialah orang yang menyaksikan bai’at Ridlwan di tahun (perjanjian) Hudaibiyah’. Abu Musa al-Asy’ari, Sa’id bin Musayyab, Hasan dan Qatadah berkata: ‘Mereka adalah orang-orang yang pernah shalat bersama dengan Rasulullah menghadap dua kiblat’.” (Abu al-Fida Ismail Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim (Makkah: Dar Thayyibah, 1999], j. IV, h. 100)
Kembali kepada topik siapa saja orang yang pertama masuk Islam, sejarawan Ibnu Hisyam menyebutkan daftar orang-orang yang pertama masuk Islam sebagai berikut:
Khadijah al-Kubra
Khadijah al-Kubra adalah istri Rasulullah Saw. yang menjadi orang pertama yang diceritai oleh Rasulullah perihal turunnya wahyu pertama di gua Hira. Segera setelah itu, beliau mempercayai semua apapun yang disampaikan oleh Rasulullah Saw., dan beriman kepada Allah Swt. Hal ini tentu saja menjadi kegembiraan tersendiri bagi Rasulullah Saw. karena orang terdekatnya mendukung jalan dakwah yang ditempuh oleh Nabi. Ibnu Hisyam berkata:
وَآمَنَتْ بِهِ خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَصَدَّقَتْ بِمَا جَاءَهُ مِنْ اللَّهِ، وَوَازَرَتْهُ عَلَى أَمْرِهِ، وَكَانَتْ أَوَّلَ مَنْ آمَنْ باللَّه وَبِرَسُولِهِ، وَصَدَّقَ بِمَا جَاءَ مِنْهُ
Artinya: “Khadijah binti Khuwailid mengimaninya (Rasulullah Saw.), membenarkan wahyu yang ia sampaikan berasal dari Allah Swt., memberikan dukungan atas persoalan (jalan dakwah) beliau, dan ia merupakan orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta membenarkan apapun yang ia sampaikan”. (Abdul Malik bin Hisyam, Sirah Ibnu Hisyam [Mesir: Maktabah Musthafa al-Babi al—Halbi, 1955], j. I, h. 240)
Ibnu Hisyam juga menyebutkan bahwa Malaikat Jibril menyampaikan lewat lisan Rasulullah bahwa Jibril menyampaikan salam dari Tuhannya, yang lantas dijawab oleh Khadijah.
Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib adalah sepupu Rasulullah Saw, anak dari paman Nabi yang sangat mencintai beliau, yakni Abi Thalib. Saat itu, Ali baru berumur 10 tahun sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Ishaq:
قَالَ ابْنُ إسْحَاقَ: ثُمَّ كَانَ أَوَّلَ ذَكَرٍ مِنْ النَّاسِ آمَنَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَصَلَّى مَعَهُ وَصَدَّقَ بِمَا جَاءَهُ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى: عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ابْن هَاشِمٍ، رِضْوَانُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ، وَهُوَ يَوْمئِذٍ ابْنُ عَشْرِ سِنِينَ.
Artinya: “Ibnu Ishaq berkata: ‘Lelaki pertama yang beriman kepada Rasulullah Saw., shalat berjamaah bersama dengan beliau, membenarkan bahwa apa yang beliau sampaikan adalah wahyu dari Allah Swt., ialah: Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hisyam, semoga keridloan dan keselamatan dari Allah senantiasa terlimpah padanya. Saat itu Ali berumur 10 tahun”.
Keislaman Ali di masa awal turunnya wahyu ini bisa dipahami karena sejak masa kecil Ali memang tinggal bersama dengan Rasulullah Saw. Alasan Rasululullah mengasuh Ali ialah karena keluarga Abi Thalib berjumlah sangat banyak, sehingga Rasulullah bersepakat dengan salah satu paman beliau yang lain yang paling berkecukupan, yakni Abbas Ra. agar ikut serta meringankan beban Abi Thalib. Abbas kemudian memilih Ja’far bin Abi Thalib untuk diasuh dan Rasulullah memilih Ali bin Abi Thalib.
Dikisahkan bahwa terdapat dialog yang menarik antara Ali dan ayahnya, Abi Thalib saat Abi Thalib melihat Ali dan Rasulullah shalat bersama:
وَذَكَرُوا أَنَّهُ قَالَ لِعَلِيٍّ: أَيْ بُنَيَّ، مَا هَذَا الدِّينُ الَّذِي أَنْتَ عَلَيْهِ؟ فَقَالَ:
يَا أَبَتِ، آمَنْتُ باللَّه وَبِرَسُولِ اللَّهِ، وَصَدَّقْتُهُ بِمَا جَاءَ بِهِ، وَصَلَّيْتُ مَعَهُ للَّه وَاتَّبَعْتُهُ. فَزَعَمُوا أَنَّهُ قَالَ لَهُ: أَمَا إنَّهُ لَمْ يَدْعُكَ إلَّا إلَى خَيْرٍ فَالْزَمْهُ.
Artinya: “Mereka menyebutkan bahwa Abi Thalib berkata kepada Ali: ‘Agama apa yang engkau peluk ini?’ Ali menjawab: ‘Wahai ayah, aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku membenarkan apa yang beliau sampaikan adalah wahyu dari Allah, aku salat bersama beliau dan mengikuti beliau’. Mereka menduga Abi Thalib berkata kepada Ali: ‘Sesungguhnya beliau tidak akan mengajakmu kecuali kepada kebaikan. Maka tetaplah (berada pada keislaman)’.”
Zaid bin Haritsah
Ia adalah anak angkat Rasulullah, seorang mantan budak milik Sayyidah Khadijah yang dihadiahkan kepada Rasululullah dan kemudian dimerdekakan. Saat ia bertemu kembali dengan ayahnya dan diberi pilihan hendak tinggal bersama dengan siapa, ia memilih tinggal bersama Rasulullah. Saat Rasulullah menerima wahyu dan dingkat menjadi Rasul, ia beriman dan ikut shalat bersama dengan Rasulullah Saw.
Abu Bakar Ash-Shiddiq
Nama aslinya ialah Abdullah. Laqab atau julukannya adalah Al-‘Athiq. Kunyah atau nama kekeluargaannya ialah Abu Bakar bin Abu Quhafah. Ia adalah sahabat Rasulullah bahkan sejak sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul.
Abu Bakar Sah-Shiddiq adalah tokoh yang cukup terpandang di kalangan kabilah Quraisy. Cakap dalam bergaul, ahli dalam berdagang, dan pergaulan serta akhlaknya sangat baik. Karena kecakapannya ini, beliau berhasil mengajak orang-orang untuk ikut bersama memeluk agama Islam. Mereka adalah: Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan Sa’ad bin Abi Waqash. Keempat sahabat ini dibawa oleh Abu Bakar untuk menghadap Rasulullah, masuk Islam dan ikut shalat berjamaah bersama dengan beliau.
Berikutnya, berduyun-duyun masuk Islam, yakni Abu ‘Ubaidah bin Jarrah, Abu Salamah, Al-Arqam, anak-anak Madz’un yakni Utsman, Qudamah dan Abdullah, Ubaidah bin Harits, Sa’id bin Zaid dan istrinya yaitu Fatimah binti Al-Khattab, adik Umar bin Khattab, Asma’ binti Abu Bakar, ‘Aisyah binti Abu Bakar dan Khabbab bin al Arat dari Bani Tamim.
Selanjutnya, masuk Islam pula Umair bin Abi Waqash, Abdullah bin Mas’ud, dan Mas’ud al-Qari. Disusul oleh Salith bin ‘Amr, Hathib bin ‘Amr, Ayyasy bin Abi Rabi’ah dan istrinya yakni Asma` binti Abdullah, Khunaisy bin Hudzafah, dan Amir bin Rabi’ah.
Dalam kitab sirahnya, Ibnu Hisyam menyebutkan nama-nama berikutnya untuk menggenapi 40 orang pertama yang masuk Islam. Mereka adalah:
Abdullah bin Jahsy, Abu Ahmad bin Jahsy, Ja’far bin Abi Thalib dan istrinya yakni Asma` binti ‘Umaisy, Hathib bin Al-Harits dan istrinya yakni Fatimah binti Al-Mujallal, Haththab bin Al-Harits dan istrinya yakni Fukaihah binti Yasar, Ma’mar bin Al-Harits, Muththalab bin Azhar dan istrinya Ramlah binti Abi ‘Auf, Nu’aim al-Najjam bin Abdullah, Amir bin Fuhairah, Khalid bin Sa’id dan istrinya yakni Aminah binti Khalaf, Hathib bin ‘Amr, Abu Hudzaifah Muhasysyam bin ‘Uthbah, Waqid bin Abdillah, Khalid, Amir, ‘Aqil dan Iyas, keempatnya merupakan anak Al-Bakir, Ammar bin Yasar, dan Shuhaib bin Sinan.
Demikianlah ke-40 sahabat yang pertama kali masuk Islam sebagaimana diriwayatkan oleh Ibu Hisyam. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bis shawab
Editor: Muhammad Zunus


