Selingkuh merupakan penyakit yang kerap menerpa biduk rumah tangga pasangan suami istri. Biasanya, perselingkuhan akan disembunyikan dengan cara berbohong, bahkan sampai ada yang berani bersumpah. Seperti yang terjadi pada kisah seorang istri Bani Israil yang kemudian hancur karena sumpah palsunya.
Kisah perselingkuhan ini sebagaimana diungkap oleh Syekh Ahmad Syihabudin Al-Qulyubi dalam kitab An-Nawadir fi Hikayatis Shâliḫîn wa ‘Ajâ’ibil Mutaqaddimin (Kairo, Darul Afaq al-Arabiyah: 2010), halaman 81-82.
Dikisahkan ada seorang lelaki saleh mempunyai istri cantik yang terlihat baik namun ternyata malah berselingkuh dengan PIL (Pria Idaman Lain). Jika suaminya sedang pergi bekerja, wanita tersebut malah menghadirkan selingkuhannya masuk ke rumah. Selingkuhannya itu punya kunci duplikat sehingga bisa masuk rumah dengan leluasa.
Seiring berjalannya waktu, sang suami akhirnya mengendus gelagat tidak beres dari istrinya itu.
"Aku merasa sekarang kamu sudah berubah, tidak seperti dulu lagi. Aku ingin kamu bersumpah di sebuah gunung karena ketika mengucapkan sumpah palsu di sana, tidak ada yang bisa selamat," ucap suami yang meragukan cinta dan kasih sayang istrinya.
“Apakah jika aku melakukan hal itu kamu akan merasa tenang?”istrinya balik bertanya.
“Ya,” tegas suaminya.
Pasangan suami istri itu akhirnya sepakat, besok akan berangkat menuju gunung keramat. Seperti biasa, saat suaminya pergi bekerja, wanita ini bertemu dengan selingkuhannya dan menyusun skenario tipu daya agar sumpah yang akan diucapkannya nanti menunjukkan bahwa dia tidak selingkuh.
“Besok kamu datang ke gerbang kota sambil membawa keledai, aku akan melakukan sesuatu yang dapat membenarkan sumpahku,” ucap wanita itu kepada selingkuhannya.
“Besok aku akan meminta suamiku untuk menyewa keledai agar tidak lelah ketika naik gunung. Saat suamiku memanggil tukang keledai, kamu harus segera merapat,” lanjutnya.
Keesokan harinya, pasangan suami istri ini pergi ke gunung. Di tengah perjalanan sang istri merengek minta naik keledai karena mengaku lelah. Tidak lama kemudian terlihat di gerbang kota ada seorang tukang keledai yang tiada lain adalah selingkuhan wanita tersebut.
“Wahai penyewa keledai, apakah kamu mau keledai ini aku sewa dengan harga setengah dirham? Kamu tuntun keledai ini sambil membawa istriku ke atas gunung,” ucap sang suami.
“Baik,” jawab pemuda itu.
Akhirnya mereka berangkat naik ke atas gunung. Ketika sudah di atas gunung, wanita ini meminta agar diturunkan dari keledai. Saat hendak diturunkan, wanita tersebut malah menjatuhkan diri ke tanah hingga auratnya terlihat oleh pemuda selingkuhannya.
Usai insiden tersebut, wanita ini kemudian menjulurkan tangannya ke gunung sambil bersumpah bahwa tidak ada yang melihat auratnya kecuali suaminya sendiri dan pemuda tukang keledai ini. Tidak lama kemudian gunung itu meletus dan menyambar wanita tersebut.
Dari kisah ini dapat dipetik hikmah bahwa selingkuh adalah perbuatan buruk yang akan menghancurkan kehidupan pribadi maupun keluarga. Berselingkuh bisa saja dilakukan oleh suami atau istri. Sudah banyak pernikahan yang hancur akibat perselingkuhan pasangannya. Menjaga komitmen yang kuat dengan pasangan adalah cara terbaik untuk menjaga rumah tangga tetap harmonis.
Selanjutnya, umat Islam diajarkan agar bisa menjaga hawa nafsu. Adanya perselingkuhan di antaranya karena dorongan hawa nafsu yang tidak terkendali. Sebagaimana diketahui, hawa nafsu cenderung pada pada kenikmatan duniawi yang pada akhirnya akan mengakibatkan kehancuran.
Selain itu, umat Islam juga diajarkan untuk menjaga lisan dan tidak sembarangan dalam mengucapkan sumpah. Jika hal itu dilakukan tentunya bisa berakibat fatal. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin


