Dark
Light
Dark
Light

Potret Kecerdikan Amr bin Ash: dari Mengelabui Begal hingga Bergelar Mahaguru Politik

Potret Kecerdikan Amr bin Ash: dari Mengelabui Begal hingga Bergelar Mahaguru Politik

Arina.id — Sya'bi menyebut ada empat orang Arab yang paling cerdik. Mereka adalah; Muawiyah, Amr bin Ash, Mughirah, dan Ziyad. Dalam bahasa arab, Sya’bi memberi testimoni: 

دُهَاةُ العَرَبِ أَرْبَعَةٌ: مُعَاوِيَةُ، وَعَمْرٌو، وَالمُغِيْرَةُ، وَزِيَادٌ

Duhat artinya fathanah dan dzaka'. Dalam kamus Arab Indonesia, Duhat dimaknai cerdik alias banyak akalnya. Cerdik di sini maksudnya bukan sekadar cerdas dengan kemampuan akal lebih tetapi juga kemampuan mengelabui. Salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang politisi. Makanya dalam beberapa sumber disebut bahwa Amr bin Ash adalah politisi ulung.

Masih ingat bagaimana Amr berhasil mengalahkan Abu Musa al-Asy'ari dalam proses tahkim antara Ali dan Muawiyah dalam perang Shiffin? Padahal di atas kertas, dalam proses tersebut, harusnya kubu Ali yang memenangkan proses politik. Tetapi Amr berhasil mengubah kondisi secara total. Itulah salah satu gambaran bagaimana dia disebut "sosok politisi ulung".

Kisah lainnya juga bermunculan. Suatu saat Amr hendak menuju Madinah dan di perjalanan dia hentikan oleh sekawanan begal. Para penyamun itu berencana membunuh Amr dan merampas harta bawaannya. Ketika mendekat, Amr tiba-tiba berkata pada kawanan begal itu: 

“Berhenti di situ atau kita akan mati semua".

Sontak para begal itu kaget sekaligus kebingungan. Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba calon korban berkata demikian. Amr lalu melanjutkan ucapannya:

“Sungguh aku datang ke sini sebenarnya untuk menepi, tidak bertemu dengan siapa pun, lalu aku bisa mati tanpa menularkan penyakitku ini. Ngomong-omong, siapa tadi yang sudah menyentuh tanganku?”
Dengan tergagap, sekumpulan begal itu menunjuk pimpian begal. Amr lalu mengatakan: 

“Kamu segera ke sini, mendekatiku dan pergi bersamaku, sungguh engkau telah tertular penyakitku yang keras ini”. 

Melihat kondisi makin genting, seluruh anak buah begal itu kabur dan meninggalkan pimpinan bersama Amr saja. 

Ketika orang-orang pada lari dan hanya tinggal mereka berdua, Amr berkata pada kepala begal tersebut: 

“Sekarang aku akan memberitahumu tentang penyakitku yang menular itu. Ya! Penyakit yang aku punya adalah kecerdikan ini. Aku khawatir kecerdikan itu menular padamu padahal kamu juga seorang pembegal. Hingga kelak korbanmu tidak bisa lari pergi menipumu”. 

Kemudian Amr memukul kepala begal dan mengekseuksinya! Urusan selesai, dan Amr memang secerdik itu. 
Umar b. Khattab saat bertemu dengan seseorang yang gagap bicara sering berseloroh: 


سبحان الله خالق هذا وخالق عمرو بن العاص واحد

Mahasuci Allah yang menciptakan orang ini (gagap bicara) dan menciptakan Amr b. Ash (jago berbicara).

Saat masih hidup, Rasulullah Saw. pernah meminta Amr untuk memimpin perang Dzat al-Salasil sebab ia dianggap memiliki kompentensi untuk perang dan ahli strategi. 

Dia memang aktivis perang, rambutnya selau disemir hitam untuk kepentingan strategi, gemar berpuasa dan akhinya menaklukkan Mesir dan menjadi Gubernur Mesir dalam beberapa waktu. 

Al-Dzahabi memberi komentar menarik tatkala bercerita kepiawaiannya dalam urusan politik dan perang. Dalam Siyar A'lam al-Nubala disebut: 

وَاللهُ يَغْفِرُ لَهُ وَيَعفُو عَنْهُ، وَلَوْلاَ حُبُّهُ لِلدُّنْيَا، وَدُخُوْلُهُ فِي أُمُوْرٍ، لَصَلُحَ لِلْخِلاَفَةِ، فَإِنَّ لَهُ سَابِقَةً لَيْسَتْ لِمُعَاوِيَةَ.

Semoga Allah mengampuni dan memaafkan dia. Andai bukan karena dia seorang yang cinta dunia dan terlibat dalam beberapa urusan politik, sungguh dia lebih layak menjadi Khalifah ketimbang Muawiyah

Amr bin Ash wafat pada 43 Hijrah dalam usia 100 tahun pada malam Idul Fitri. Jenazahnya dikuburkan keesokan harinya. Kuburannya ada di sebuah kubah bersama dengan Uqbah b. Amr di dekat Jabal Muqattham. Tampak kuburan sosok politisi ulung ini amat nestapa. Ada di pintu masuk dan hanya separuh badan, separuh lainya ada di balik tembok. 

Bulan lalu saya menziarahinya dengan penuh kesyahduan. Semoga Allah memaafkan segala khilaf, dan menerima segala amal ibadahnya.
 


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Husain Fahasbu
Pengurus Lakpesdam PWNU Jawa Timur. Nominator Kepustakaan Islam Award 2024 Kementerian Agama Kategori Penulis Masyarakat.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo