Arina.id - Dalam sejarah kenabian, Nabi Isa AS (Yesus dalam tradisi Kristen) merupakan salah satu nabi ulul azmi yang diutus Allah SWT kepada Bani Israil. Dakwah Nabi Isa AS mendapatkan banyak tantangan, terutama dari kalangan penguasa dan pemuka agama Yahudi yang menolak ajarannya. Namun, di tengah penolakan tersebut, terdapat sekelompok kecil pengikut setia atau murid-murid Nabi Isa yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai al-Hawariyyun.
Al-Hawariyyun
Dalam Al-Qur'an, kata "al-Hawariyyun" disebut sebanyak 4 kali, yakni dalam surat Ali Imran ayat 52, Al-Maidah ayat 111 dan 112, serta Ash-Shaf ayat 14. Sebutan ini merujuk pada orang-orang yang beriman kepada risalah Nabi Isa dan membantunya dalam menyebarkan ajaran tauhid.
Secara bahasa, dituturkan oleh Ibnu Mundzir dalam Lisan al-‘Arab, Al-Hawariyyun merupakan bentuk jamak dari kata “Al-Hawari” yang bermakna orang yang membersihkan atau memurnikan dari segala cela. Sehingga secara etimologis, Al-Hawariyyun bisa dimaknai sebagai sekelompok orang yang memurnikan dirinya dalam membantu perjuangan dakwah Nabi.
Dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 52, Allah SWT berfirman:
فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
Artinya: “Ketika Isa merasakan kekufuran mereka (Bani Israil), dia berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawari (sahabat setianya) menjawab, “Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah sesungguhnya kami adalah orang-orang Muslim”.
Dari ayat ini, kita bisa mengetahui bahwa Al-Qur’an sendiri telah memberikan pengertian bahwa Al-Hawariyyun ialah orang-orang yang menolong dalam menegakkan ajaran agama Allah.
Meskipun identik dengan Nabi Isa AS, nyatanya Al-Hawariyyun ini dimiliki oleh setiap Nabi. Dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:
إنَّ لكل نبي حَوَاريًّا، وحَوَاريِّ الزُّبير
Artinya: “Sesungguhnya setiap Nabi memiliki hawari (penolong yang setia), dan hawariku adalah Az-Zubair."
Perjamuan dari Langit
Dalam surat Al-Maidah ayat 111 dan seterusnya terdapat sebuah kisah dimana Al-Hawariyyun ini mendapatkan perjamuan dari langit yang dkirimkan secara langsung oleh Allah SWT. Kisah perjamuan ini mirip dengan kisah Nabi Ibrahim yang meminta kepada Allah agar ditunjukkan bagaimana proses penciptaan. Dalam arti, Al-Hawariyyun berharap untuk diberikan pertunjukan akan kekuasaan Allah. Bukan dalam arti mereka menguji kebesaran Allah, namun semata agar memantapkan keimanan mereka.
Dalam ayat ke 111-112, Allah SWT berfirman:
وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ أَنْ آمِنُوا بِي وَبِرَسُولِي قَالُوا آمَنَّا وَاشْهَدْ ب بِأَنَّنَا مُسْلِمُونَ. إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut-pengikut Isa yang setia, “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku.” Mereka menjawab, “Kami telah beriman, dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (Muslim)”. (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa yang setia berkata, “Wahai Isa putra Maryam! Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab, “Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman”
Al-Alusi dalam kitab Tafsirnya menyebutkan bahwa jumlah Al-Hawariyyun ini sebanyak 12 orang, meskipun ia juga tidak menafikan pendapat lainnya yang menyebutkan bahwa jumlahnya ada 20 orang. Tidak ada riwayat terpercaya untuk nama-nama dari Al-Hawariyyun karena menurut pendapat ulama, hal tersebut tidaklah penting.
Pokok persoalan dalam hal ini ialah memberikan suri tauladan tentang keteguhan orang-orang yang dengan sukarela dan keikhlasan membantu proses dakwah seorang Rasul. Tidak juga ada riwayat yang sahih apakah perjamuan dari langit ini adalah perjamuan yang disebut oleh orang Nasrani sebagai perjamuan terakhir.
Jadilah Para Penolong
Ayat terakhir yang menyebutkan kata “Al-Hawariyyun” ialah surat Ash-Shaf ayat 14 yang memerintahkan kepada kita untuk memberikan pertolongan pada jalan dakwah Nabi sebagaimana dulu Nabi Isa ditolong oleh Al-Hawariyyun:
يَاَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah,” lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan ke-pada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.”
Dalam kitab Tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa pada saat berdakwah, Nabi Isa mendapatkan penolakan yang luar biasa dari kaumnya hingga hampir-hampir tidak ada yang mau beriman diantara mereka. Disinilah Nabi Isa menanyakan kepada kaumnya kiranya siapakah yang sudi memberikan pertolongan pada jalan dakwah kepada Agama Allah ini.
Lantas sekelompok orang yang kemudian dikenal sebagai Al-Hawariyyun menjawab seruan tersebut dan mereka menyatakan diri siap berkorban secara total dalam perjuangan dakwah Nabi Isa sekaligus bersaksi atas kerasulan dan mukjizat Nabi Isa. Inilah yang kemudian membuat mereka mendapatkan kehormatan yakni disebutkan kisahnya dalam Al-Qur’an. Wallahu a’lam bish shawab.
Editor: Muhammad Faizin


