Dark
Light
Dark
Light

6 Motivasi dari Imam Ar-Razi agar Semangat Belajar Usai Libur Lebaran

6 Motivasi dari Imam Ar-Razi agar Semangat Belajar Usai Libur Lebaran

Arina.id - Setelah menikmati libur panjang, para pelajar, terutama yang baru memasuki dunia sekolah atau perkuliahan, sering kali merasa malas untuk kembali belajar. Setelah merasakan kenyamanan dan kebebasan, mereka kini harus menghadapi tantangan baru yang terasa berat. Ibarat seseorang yang telah menikmati manisnya hidup, lalu tiba-tiba dihadapkan pada fase penuh ujian.

Namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Imam Ar-Razi, dalam kitab Mafatihul Ghaib, menawarkan beberapa solusi untuk menumbuhkan kembali semangat dalam mencari ilmu. Setidaknya, beliau menyebutkan enam motivasi bagi para pelajar agar kembali semangat belajar usai menikmati libur lebaran, yaitu:

Pertama, menyadari bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk menjalankan kewajiban dan hal tersebut tidak akan bisa terlaksana dengan sempurna tanpa didasari dengan ilmu. Amal ibadah yang dilakukan tidak dapat menggugurkan kewajibannya, seperti saat ia melaksanakan sholat fardu lima waktu. Karena ia tidak mengetahui aturan yang benar, kewajibannya pun tidak bisa gugur.

 وَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ # أَعْمَالُهُ مَرْدُودَةٌ لَا تُقْبَلُ 

Artinya: “Barang siapa yang beramal tanpa menggunakan ilmu, maka amalnya tertolak dan tidak diterima”

Kedua, menyadari bahwa sebagai seorang hamba, selain harus melaksanakan perintah-Nya, kita juga harus menjauhi segala larangan-Nya. Hal ini tidak bisa terlaksana tanpa disertai dengan pemahaman ilmu. Sebab bisa saja perbuatan yang dikira benar, ternyata hal tersebut adalah sebuah larangan Tuhan jika tanpa pemahaman ilmu.

وَالْجَاهِلُ وَاقِعٌ فِي تَرْكِ الطَّاعَاتِ وَفِعْلِ الْمَعَاصِي شَاءَ أَمْ أَبَى، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيُّ شَيْءٍ الطَّاعَةُ الَّتِي أَمَرَهُ اللَّهُ بِفِعْلِهَا، وَلَا أَيُّ شَيْءٍ الْمَعْصِيَةُ الَّتِي نَهَاهُ اللَّهُ عَنْ ارْتِكَابِهَا، وَلَا يَخْرُجُ مِنْ ظُلُمَاتِ الْجَهْلِ إِلَّا بِنُورِ الْعِلْمِ

Artinya: “Orang yang tidak berilmu pasti terjerumus dalam meninggalkan ketaatan dan melakukan maksiat, mau tidak mau. Sebab, ia tidak tahu mana perintah Allah yang harus dilakukan dan mana larangan Allah yang harus dijauhi. Ia tidak akan keluar dari kegelapan kebodohan kecuali dengan cahaya ilmu.” (Al Manhaj As Sawi Syarah Ushul Tarqiqah Ali Ba’alawi, (Jakarta; Dar ‘Ilmi Wad Da’wah, 2017) hal. 77)

Ketiga, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan. Jika kita lalai dalam bersyukur, Allah dapat menurunkan azab yang pedih. Namun, bersyukur bukan sekadar ucapan, melainkan membutuhkan ilmu. Tanpa ilmu, kita tak akan tahu bagaimana cara bersyukur yang benar.

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ 

Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS. Ibrahim ayat 7)

Keempat, Allah memerintahkan untuk berbuat adil kepada sesama, dan hal tersebut tak akan terealisasi dengan tanpa ilmu yang memadai. Misalnya, seorang hakim dalam memutuskan hukuman. Tanpa ilmu yang memadai, ia bisa saja menjatuhkan vonis kepada seseorang yang sebenarnya tidak bersalah.

وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرًا

Artinya: “Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An Nisa’ ayat 58)

Kelima, Allah memerintahkan untuk bersabar atas musibah yang menimpa hambanya, hal ini pun tidak bisa dilakukan oleh hamba yang tidak mempunyai ilmu. sebab ia tidak akan tahu setiap musibah yang menimpanya pasti ada hikmah dibaliknya.

Keenam, Allah memperingatkan kita untuk selalu memusuhi setan dan tidak terperdaya oleh tipu dayanya. Namun, hal ini tidak akan terwujud tanpa pemahaman ilmu yang benar. Bahkan, jika tanpa ilmu, kita justru bisa terjerumus dalam jebakan setan yang sering kali tampak baik dan benar di mata kita. Misalnya, ada orang yang berniat mencari rezeki halal, tetapi karena kurangnya ilmu, ia malah terlibat dalam riba atau praktik bisnis yang curang, mengira itu adalah bagian dari usaha yang sah. 

Dengan memahami enam motivasi yang diajarkan oleh Imam Ar-Razi, para pelajar dapat kembali membangun semangat dalam menuntut ilmu setelah libur panjang. Ilmu bukan sekadar alat untuk mencapai kesuksesan dunia, tetapi juga bekal utama dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Wallahu a’lam.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Aiz Luthfi
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo