Dark
Light
Dark
Light

Kisah Waria yang Menjadi Kekasih Allah

Kisah Waria yang Menjadi Kekasih Allah

Arina.id - Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sering kali kita terjebak dalam penilaian-penilaian manusia yang dangkal. Acapkali kita menilai seseorang hanya dari penampilan luar, status sosial, atau identitas mereka tanpa mengetahui kisah hidup dan keadaan hati mereka yang sebenarnya.

Kisah waria yang menjadi kekasih Allah berikut ini merupakan pengingat bagi kita semua betapa luasnya rahmat-Nya bagi semua hamba-Nya, tanpa memandang latar belakang mereka.

Kisah tersebut diabadikan dalam Kitab Risalah al-Qusyairiyah karya Imam Abu al-Qasim Abdul Karim bin Hawazin al-Qusyairi.

وَرَوَى عَن عَبْد الْوَهَّاب بْن عَبْد المجيد الثقفي قَالَ رأيت جنازة يحملها ثلاثة من الرجال وامرأة قَالَ فأخذت مكان المرأة وذهبنا إِلَى المقبرة فصلينا عَلَيْهَا ودفناها فَقُلْتُ المرأة من كَانَ هَذَا منك فَقَالَت ابني .قُلْت: أَوْ لَمْ يكن لكم جيران قَالَتْ: نعم ولكنهم صغروا أمره فَقُلْتُ: وأيش كَانَ هَذَا فَقَالَتْ: مخنثا. قَالَ: فرحمتها وذهبت بِهَا إِلَى منزلي وأعطيتها دراهم وحنطة وثيابا ونمت تلك الليلة فرأيت كَأَنَّهُ أتاني آت كَأَنَّهُ القمر ليلة البدر وعليه ثياب بيض فجعل يتشكر لي فَقُلْتُ من أَنْتَ فَقَالَ: المخنث الَّذِي دفنتموني اليوم رحمني ربي وعَزَّ وَجَلَّ باحتقار النَّاس إياي

Diriwayatkan dari Syekh Abdul Wahhab bin Abdul Majid Ats-Tsaqafi, pada suatu hari, beliau melihat jenazah yang diusung oleh tiga orang: dua laki-laki dan satu perempuan. Pemandangan ini pun lantas menarik perhatiannya, mengingat betapa sedikitnya orang yang hadir untuk mengusung jenazah tersebut. 

Syekh Abdul Wahhab kemudian menawarkan diri untuk menggantikan perempuan itu, sehingga ia bisa ikut serta mengusung jenazah ke pemakaman.

Setelah tiba di pemakaman, mereka menyalatkan dan menguburkan jenazah tersebut. Syekh Abdul Wahhab merasa penasaran dan bertanya kepada perempuan itu tentang siapa yang baru saja mereka makamkan. Dengan suara pelan dan penuh duka, perempuan itu menjawab, "Ia adalah anakku."

Syekh Abdul Wahhab kembali bertanya, "Apakah tidak ada tetangga yang bisa membantu mengusung jenazah anakmu?"

Perempuan itu menjawab, "Kami memiliki banyak tetangga, tetapi mereka meremehkan anakku."

Ketika Syekh Abdul Wahhab bertanya lebih lanjut, sang ibu menjelaskan, "Anakku adalah seorang Mukhannits (Waria)." 

Mukhannits dalam konteks ini merujuk kepada seorang pria yang meniru perempuan dalam gerakan, cara berbicara, dan hal-hal lain yang khusus bagi perempuan. (Subulus Salam Syarah Bulughul Maram, juz 7 halaman 124).

Merasa iba, Syekh Abdul Wahhab mengajak perempuan itu ke rumahnya dan memberinya bantuan berupa uang dirham, beras, dan pakaian. Malam itu, setelah menunjukkan kebaikan hatinya,Syekh Abdul Wahhab tidur dan mengalami sebuah mimpi yang seolah terasa nyata.

Dalam mimpinya, ia melihat seseorang datang kepadanya, bercahaya seperti bulan purnama dan mengenakan pakaian putih bersih. Orang tersebut mengucapkan terima kasih dengan penuh syukur. Syekh Abdul Wahhab pun terkejut dan lantas bertanya, "Siapa engkau?"

Orang tersebut menjawab, "Aku adalah Mukhannits yang kalian kuburkan siang tadi. Allah mengasihiku karena direndahkan oleh manusia.”

Dari Kisah ini kita bisa mengambil pelajaran tentang pentingnya menunjukkan belas kasih dan empati kepada sesama, terlepas dari latar belakang atau identitas mereka. Manusia acapkali cepat menghakimi berdasarkan penampilan luar atau status sosial, tetapi Allah lebih peduli pada hati dan niat seseorang. 

Bahkan mereka yang dianggap rendah oleh masyarakat bisa mendapatkan rahmat dan kasih sayang yang luar biasa dari Allah. Oleh karena itu, janganlah kita meremehkan orang lain, sebab hanya Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada di dalam hati manusia. Sifat belas kasih dan keinginan untuk membantu sesama adalah salah satu jalan untuk mendapatkan berkah dan rahmat-Nya. Semoga bermanfaat. Walalhu a’lam bis shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo