Beberapa waktu lalu, gegap gempita kemenangan yang telah diraih oleh Timnas U-23 terdengar seantero negeri, bahkan pujian dari para tokoh atas tercapainya Timnas masuk semifinal datang bertubi-tubi. Syukur dan gembira tak dapat disembunyikan.
Sayangnya, keceriaan itu tak berlangsung lama, sebab kemarin Timnas Indonesia harus menelan pil pahit kekalahan sehingga otomatis tidak dapat melakoni final. Meski demikian masih ada kesempatan duel dengan timnas Irak untuk berebut tiket ikut Olimpiade.
Menyikapi terkait kemenangan dan kegagalan, kiranya syiir dari Imam Syafii ini dapat memotivasi para pemain timnas U-23 agar tetap semangat dan tidak patah arang.
ولا حزن يدوم ولا سرور . ولا بؤس عليك ولا رخاء
وَلاَ تَجْزَعْ لِحَادِثَـةِ اللَّيَالِـي . فَمَـا لِحَـوادِثِ الدُّنْـيَـا بَـقَـاءُ
وََكُنْ رجُلاً عَلَى الأَهْوَالِ جَلْداً . وَشِيمَتُـكَ السَّمَـاحَـةُ وَالـوَفَـاءُ
إذا ما كنت ذا قلب قنوع . فأنت ومالك الدنيا سواء
Artinya: Tidak ada kesusahan dan kesenangan yang bersifat selamanya, begitu pula kesusahan dan kenestapaan.
Janganlah mengutuk musibah yang menimpa, sebab musibah di dunia ini tidak akan selamanya.
Jadilah lelaki yang tangguh menghadapi tantangan, dan tetaplah optimis dan setia.
Jika engkau senantiasa memiliki hati lapang, maka kedudukanmu sama dengan seorang raja.
Selain syiiran di atas, ada juga pesan dari Surat Al-Insyirah:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6)
Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6)”.
Beberapa pesan di atas, baik dari syiiran Imam Syafii maupun dari Al-Qur'an menegaskan bahwa kesulitan maupun musibah apa pun di dunia ini tidak akan menimpa seseorang selamanya, yakinlah akan tiba masa kejayaan menghampiri dirinya.
Prinsip yang harus dijaga adalah: tetap sabar, dan terus berusaha memperbaiki kesalahan masa lalu, agar masa yang akan datang semakin baik. Pesan-pesan ini jika ditarik dalam ranah kompetisi dan pertandingan, maka bersabar atas ujian dan mengevaluasi kesalahan adalah kunci meraih kesuksesan
Editor: Kendi Setiawan


