Film tidak hanya berfungsi sebagai jembatan bagi mata untuk mengetahui permasalahan dalam realitas. Media itu juga ikut berperan dalam mendokumentasikan sejarah dan mengenal beragam karakter manusia, tak terkecuali anak-anak. Sinema mampu menarik penonton dalam dunia yang berbeda. Memahami cara melihat kehidupan dan menyadarkan kita pada banyak hal yang selama ini terlewat.
Dalam tulisan ini, kita akan membahas beberapa film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengubah cara kita memandang anak-anak. Bukan sekadar sebagai individu kecil yang tumbuh, melainkan sebagai manusia utuh dengan pengalaman dan perasaan yang kompleks.
Berikut adalah beberapa judul film tentang anak yang menarik untuk ditonton:
1. Film Capernaum (2018)
Capernaum adalah film drama Lebanon yang disutradarai oleh Nadine Labaki. Film ini mengisahkan Zain, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang hidup dalam kemiskinan di Beirut. Ia menuntut orang tuanya ke pengadilan karena telah melahirkannya ke dunia yang penuh penderitaan.
Dengan alur maju-mundur, film ini menggambarkan perjuangan Zain bertahan hidup di tengah keterbatasan, termasuk saat ia merawat seorang bayi imigran Ethiopia bernama Yonas. Sinema ini mengangkat tema kemiskinan, penelantaran anak, dan ketidakadilan sosial dengan cara yang sangat realistis. Film ini mendapat banyak pujian dan memenangkan penghargaan di Festival Film Cannes 2018. Capernaum menggugah emosi dan mengajak penonton untuk merenungkan nasib anak-anak sebelum memutuskan untuk melahirkannya di dunia.
2. Film Taare Zameen Par (2007)
Taare Zameen Par adalah film drama India yang disutradarai oleh Aamir Khan. Film ini mengisahkan perjalanan Ishaan Awasthi, seorang anak laki-laki yang dianggap bodoh dan nakal oleh orang disekitarnya. Karena prestasinya semakin buruk, Ishaan akhirnya dimasukkan dalam sekolah asrama, berpisah dari keluarganya.
Ternyata, hidup Ishaan berubah ketika seorang guru seni bernama Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan) menyadari bahwa Ishaan menderita disleksia. Dengan pendekatan penuh kasih dan metode pengajaran kreatif, ia membantu Ishaan menemukan bakat luar biasa dalam seni lukis serta membangun kembali rasa percaya dirinya.
Film ini menyajikan pesan yang mendalam tentang pentingnya memahami anak-anak yang mengalami kesulitan belajar dan memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sesuai dengan keunikan mereka. Dengan alur yang mengharukan dan akting yang memukau, Taare Zameen Par menjadi film yang inspiratif serta menyentuh hati banyak penonton.
3. Film The Kite Runner (2007)
The Kite Runner adalah film drama yang diadaptasi dari novel terkenal karya Khaled Hosseini. Disutradarai oleh Marc Forster, film ini mengisahkan perjalanan emosional seorang pria bernama Amir yang dihantui oleh kesalahan masa kecilnya di Afghanistan. Kisah berpusat pada persahabatan antara Amir dan Hassan, anak pelayan setia keluarganya. Setelah sebuah insiden tragis, Amir mengkhianati Hassan, yang kemudian mengubah hidup mereka selamanya.
Setelah bertahun-tahun tinggal di Amerika, Amir kembali ke Afghanistan untuk menebus kesalahannya dan menolong putra Hassan dari kekejaman Taliban. Film ini menyajikan tema persahabatan, pengkhianatan, dan penebusan dosa dengan latar belakang sejarah yang kuat. Selain itu, film ini juga membuka perspektif penonton melihat nasib anak-anak di negeri konflik.
4. Film Sokola Rimba (2013)
Sokola Rimba adalah film Indonesia yang disutradarai oleh Riri Riza dan diadaptasi dari buku karya Butet Manurung. Film ini mengisahkan perjuangan Butet, seorang antropologi yang berusaha memberikan pendidikan bagi anak-anak Orang Rimba di pedalaman Jambi. Dalam perjalanannya, Butet menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penolakan masyarakat adat, ancaman dari pihak luar, hingga konflik budaya antara pendidikan modern dan tradisi suku.
Namun, dengan tekad dan ketulusan, ia berusaha membangun kepercayaan dan membantu anak-anak Rimba agar bisa memahami dunia luar tanpa kehilangan identitas mereka. Film ini menyajikan pesan yang kuat tentang pendidikan, keberagaman budaya, dan perjuangan melawan ketidakadilan sosial. Dengan sinematografi yang memukau dan akting yang natural, Sokola Rimba menjadi film yang inspiratif dan menggugah kesadaran tentang pentingnya pendidikan bagi komunitas terpencil, terutama anak-anak.
5. Film The Chorus (2004)
The Chorus (Les Choristes) adalah film drama musikal Prancis yang disutradarai oleh Christophe Barratier. Film ini mengisahkan Clément Mathieu, seorang guru musik yang mengajar di sebuah sekolah asrama bagi anak laki-laki bermasalah pada tahun 1949. Di bawah sistem disiplin yang keras, para siswa kerap kali kehilangan harapan dan semangat.
Namun, Mathieu memiliki pandangan lain dalam melihat para murid. Ia menyadari bahwa ada potensi dalam diri mereka yang tersembunyi dibalik kenakalan. Akhirnya, ia membentuk paduan suara yang mengubah kehidupan banyak murid, terutama seorang anak berbakat bernama Pierre Morhange.
Film ini menyajikan tema pendidikan, kasih sayang, dan kekuatan musik dalam mengubah kehidupan. Dengan alur yang menyentuh dan musik yang indah, The Chorus menjadi film yang menginspirasi dan menggugah emosi, terutama bagi pecinta musik dan pendidikan anak.
6. Film Jojo Rabbit (2019)
Jojo Rabbit adalah film satir berlatar Perang Dunia II yang disutradarai oleh Taika Waititi. Sinema ini mengangkat kisah seorang bocah Jerman bernama Jojo Betzler. Ia adalah anggota pemuda Hitler yang begitu fanatik terhadap Nazi, hingga ia memiliki teman imajiner berupa duplikat Adolf Hitler yang konyol dan penuh semangat propaganda.
Kehidupan Jojo berubah ketika ia menemukan bahwa ibunya, Rosie, diam-diam menyembunyikan seorang gadis Yahudi bernama Elsa di rumah mereka. Seiring berjalannya waktu, Jojo mulai mempertanyakan keyakinan Nazi yang telah ditanamkan dalam dirinya. Ia mengalami konflik batin antara propaganda yang ia percayai dan kenyataan yang ia lihat dari Elsa. Film ini menggambarkan proses internalisasi nilai dalam diri anak.
7. Film Kiki’s Delivery Service (2018)
Kiki’s Delivery Service merupakan film animasi Jepang yang diadaptasi dari novel karangan Eiko Kadono. Film ini disutradarai oleh Hayao Miyazaki yang mengisahkan kehidupan seorang penyihir muda bernama Kiki. Sesuai tradisi penyihir, diusia 13 tahun Kiki harus meninggalkan keluarganya dan tinggal sendiri di tempat baru selama satu tahun.
Berbekal sapu terbang dan kucing hitam kesayangannya, Kiki mantap meninggalkan rumah. Mulanya semua terasa aneh, Kiki merindukan orang tua dan kampung halamannya. Namun, ia akhirnya bisa beradaptasi dan memulai bisnis pengiriman barang menggunakan sapu terbangnya. Film ini sangat menarik karena memberikan perspektif baru pada orang tua untuk mempercayakan anak memulai hidupnya secara mandiri.
Editor: Kendi Setiawan


