Dark
Light
Dark
Light

Hujan Toleransi dan Kerukunan di Bulan Desember Ini

Hujan Toleransi dan Kerukunan di Bulan Desember Ini

DESEMBER memang menandai banyak hal. Ia bukan hanya pamungkas semua bulan atau penanda akhir tahun semata, namun juga menjadi ikon toleransi dan kerukunan manusia beragama di Indonesia. Di bulan ini dua hal itu--toleransi dan kerukunan--bukan sekadar basa-basi kata, tetapi telah dibuktikan dan dipraktikkan dalam laku nyata.

Desember sepertinya memang milik umat Kristiani, sebab di situ ada Natal yang jauh-jauh hari gegap gempitanya sudah disiapkan. Di berbagai tempat umum pernak pernik Natal dipacak, di mal, hotel, kantor-kantor layanan publik, stasiun, bandara dan seterusnya. Lalu ada liburan sekolah dan pesta pergantian tahun juga.

Bahkan pada momentum libur perayaan Natal hingga Tahun Baru ini, tidak mudah mencari hotel, tiket pesawat atau kereta, kecuali sudah booking sebelumnya. Sehingga lengkaplah kemeriahan Natal yang dirayakan saban tahun ini. Dan terpenting, Desember menjadi milik semua masyarakat Indonesia, tidak peduli agamanya apa.

Fenomena ini sangat menarik dimana peringatan keagamaan milik agama minoritas, dapat berlangsung semeriah itu di negara mayoritas muslim. Ini menjadi bukti toleransi dan kerukunan umat kian mantap. Hidup harmonis dan berdampingan sesama anak bangsa meskipun berbeda keyakinan telah menjadi kebutuhan dan kesadaran bersama.

Holopis kuntul baris, tugas membangun kesadaran tentang pentingnya toleransi dan kerukunan umat menjadi tugas bersama. Ia membutuhkan komitmen dan partisipasi seluruh komponen bangsa untuk menjaga dan mewujudkannya. Semua menjadi sadar, bahwa toleransi dan kerukunan merupakan ajaran agama yang menjadi kunci suksesnya pembangunan nasional. Dua hal itu sekaligus menandai kedewasaan umat beragama kita.

Merujuk pada kesadaran pentingnya dua pemahaman kunci tersebut, Menteri Agama RI Nasarudin Umar, menginisiasi kurikulum berbasis toleransi. Kurikulum yang mengajarkan cinta kepada sesama sekalipun berbeda iman. Siswa-siswi sejak dini harus diajarkan pentingnya toleransi agar mereka memiliki pemahaman dan praktik keagamaan yang sehat dimana keragaman agama dan keyakinan merupakan fitrah manusia yang harus dihormati.

Selama 3 tahun terakhir, indeks kerukunan umat beragama (IKUB) yang dikerjakan Kemenag RI konsisten meningkat (2022: 73,09; 2023: 76,02; 2024: 76,47). Angka-angka ini bisa menjadi cermin positif namun jangan sampai lupa diri. Toleransi dan kerukunan merupakan kondisi dinamis yang bisa berubah setiap saat jika tidak dirawat bersama.

Pondasi Agama yang Kuat

Dari manapun kata toleransi berasal, itu tidaklah penting didiskusikan. Yang paling utama adalah substansi dan kontribusinya bagi kemanusiaan. Jika kandungan maknanya mengajak orang untuk hormat dan menghormati perbedaan keyakinan, sekalipun kita tidak menyetujuinya, hal itu sudah cukup untuk menjadikannya sebagai mutiara yang harus dijaga dan dipraktikkan. 

Dalam bahasa Arab, dikenal istilah tasamuh yang maknanya bersikap lapang dalam berbagai urusan. Jika dibawa ke ranah iman dan agama, kurang lebih tasamuh memiliki makna yang tidak jauh berbeda dengan makna toleransi. Semua umat beragama hendaknya berlapang dada untuk menerima dan menghormati kehadiran keyakinan dan agama lain, sekalipun keyakinan tersebut bertentangan dengan agama yang dianut.

Kecenderungan untuk menyeragamkan keyakinan yang dipeluk bagi umat manusia ada pada setiap agama. Ditambah dengan janji surga bagi umat beragama yang berhasil mengagamakan orang lain sama seperti agamanya, akan menjadikan pemeluk agama kehilangan akal sehat dalam menyebarkan agama. Lebih-lebih bila agamawan mengesahkan penggunaan kekerasaan untuk menjadikan orang lain agar seagama dengannya, maka lengkaplah agama sebagai pengabsah intoleransi antar sesama.

Karena itu, agama memberi rambu dalam menyebarkan misinya. Islam misalnya, dengan tegaskan mengatakan tidak boleh ada paksaan dalam beragama (la ikraha fi al-din). Beragama A atau B, pada prinsipnya ia harus tumbuh dalam hatinya dan diyakini sebagai kebenaran yang dapat mengantarkan dirinya selamat dalam hidup di dunia dan akhirat. Sekali dipaksa, ia tidak memiliki pondasi agama yang kuat. Beragamanya rapuh. Mungkin dari luar tampak semangat, tetapi di dalamnya kosong.

Di luar toleransi dan tasamuh, ada istilah rukun yang khas Nusantara. Mungkin sedikit berbeda maknanya dengan dua istilah sebelumnya, namun ia menggambarkan keadaan yang ‘baik-baik saja’ (harmonis) meski berbeda keyakinan. Hidup rukun bisa diartikan hidup tanpa perselisihan atau konflik. Memang nyaris tidak mungkin hidup tanpa konflik, tetapi itulah etika yang diharapkan dapat diwujudkan.

Terkadang, ada harga yang harus dibayar ketika hidup rukun. Mungkin seseorang harus memendam ‘perasaan’ atau hidup dalam dunia ‘seolah-olah’ agar tercipta kerukunan. Tetapi idealnya, ‘seolah-olah’ rukun tidak boleh terjadi. Hidup rukun harus tumbuh dalam hati. Kebenaran agama adalah harga mati bagi pemeluknya, tetapi ia harus menghormati keyakinan yang berbeda. 

Setiap umat beragama juga harus meyakini bahwa hidup rukun merupakan ajaran suci setiap agama. Hidup rukun merupakan prasyarat bagi terwujudnya hidup yang damai meski berbeda agama. Hidup yang damai pasti menjadi dambaan bagi setiap manusia. kita bisa beribadah kepada Tuhannya setiap saat dengan tenang dan tanpa rasa takut. Pembangunan nasional akan terwujud jika suasana kehidupan umat beragama toleran, tasamuh dan rukun.

Dengan hidup toleran, tasamuh dan rukun, sungguh kita sedang memuliakan agama kita sendiri, sekaligus menjadikan diri sebagai dai-dai yang berakhlak mulia. Kita promosikan agama yang kita peluk dengan semulia-muliaya cara, melalui sikap toleran, tasamuh dan rukun antar umat beragama.

Sebagai penutup, Desember juga menandai hujan yang kian derasnya. Bulan penanda musim. Semoga, bukan cuma hujan air yang membasahi bumi kita, tapi hujan toleransi yang terus menyuburkan kehidupan masyarakat beragama di negeri yang kita cintai ini. 


$data['detail']->authorKontri->kontri

Abu Rokhmad Musaki
Dirjen Bimas Islam Kemenag RI


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Khazanah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo