Dark
Light
Dark
Light

Museum Inggris Mulai Ganti Judul Galeri dari 'Keturunan Palestina' menjadi 'Keturunan Kanaan'

Museum Inggris Mulai Ganti Judul Galeri dari 'Keturunan Palestina' menjadi 'Keturunan Kanaan'

Arina.id - Museum Inggris baru-baru ini menghapus kata Palestina dari judul galeri pajangan mereka tentang sejarah Timur Tengah kuno menyusul protes "kekhawatiran" dari sebuah kelompok advokasi orang-orang Israel yang berbasis di Inggris.

British Museum telah mengkonfirmasi hal itu. Mereka akhirnya memilih meninjau dan memperbarui beberapa panel dan label galeri mereka setelah "pengujian oleh penonton menunjukkan bahwa sejarah penggunaan istilah Palestina… dalam beberapa keadaan tidak lagi bermakna," demikian kata UK Lawyers for Israel (UKLFI) dalam sebuah pernyataan mereka, Sabtu 14 Maret 2026.

Kelompok tersebut mengklaim bahwa terdapat referensi yang "tidak akurat secara historis" mengenai Palestina dalam pameran yang membahas Levant kuno dan Mesir. Hal ini menegaskan kekhawatiran berbagai pihak kalau Israel memang akan mengubah kurikulum dunia tentang sejarah Palestina.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa penggunaan satu nama yang sama selama ribuan tahun "terkesan menghapus perubahan sejarah, dan seolah-olah disengaja menciptakan kesinambungan sejarah yang palsu."

Seperti dikutip dari Anadolu , menyampaikan kekhawatiran tersebut, juru bicara British Museum mengkonfirmasi bahwa mereka sekarang sedang dalam proses meninjau dan memperbarui panel dan label berdasarkan kasus per kasus. Termasuk terhadap galeri sejarah Timur Tengah kuno tersebut.

"Sebagai contoh, panel informasi di galeri Levant, yang mencakup periode 2000-300 SM, semuanya telah diperbarui untuk menjelaskan secara rinci sejarah Kanaan dan Bangsa Kanaan serta kemunculan kerajaan Yehuda dan Israel yang menggunakan nama-nama tersebut."

“Teks yang direvisi dikhususkan untuk bangsa Fenisia dipasang pada awal tahun 2025,” tambahnya. The Telegraph juga melaporkan bahwa "keturunan Palestina" telah diubah menjadi "keturunan Kanaan" pada panel Hyksos di museum tersebut.

Dalam pernyataannya, juru bicara UKLFI mengatakan bahwa mereka menyambut baik kesediaan British Museum untuk meninjau dan mengubah terminologi yang mereka sebut "tidak akurat atau berpotensi menyampaikan makna yang salah saat ini."

Minggu lalu, UKLFI mengeluarkan pernyataan mengenai masalah ini dengan judul: "British Museum berada di bawah tekanan agar mengggunakan istilah 'Palestina' yang tidak akurat secara historis."


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Khazanah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo