Dark
Light
Dark
Light

8 Fakta tentang Gunung Semeru yang Meletus Kemarin

8 Fakta tentang Gunung Semeru yang Meletus Kemarin

Arina.id - Warga di sekitar Gunung Semeru panik sebab tiba-tiba aja gunung yang juga disebut sebagai Mahameru itu meletus pada Rabu sore kemarin, 19 November 2025.

Video-vide pendek rekaman warga di sekitar gunung yang berada di Lumajang Jawa Timur itu banyak berseliweran di media-media social. Ketika Semeru memuntahkan lahar, awan panas membumbung.

Warga sekitar, terutama di sekitar sungai yang dialiri lahar panik berhamburan keluar rumah masing-masing mencari tempat aman. Beruntung otoritas pemerintah bergerak cepat mengevakuasi warga.

Gunung Semeru memang salah satu gunung aktif di Indonesia. Letusa Semeru mengingatkan pada sejumlah peristiwa letusan mengerikan yang menyebabkan korban tidak sedikit. Misalnya saat letusan pada Desember 2021 silam yang menyebabkan 51 orang meninggal dunia.

Semeru bisa dibilang salah satu gunung yang melekat di pikiran orang Indonesia. Selain letusan yang mengerikan, salah satu gunung terbesar itu juga menyimpang keindahan alami yang popular bagi para pendaki.

Nah, bicara Semeru, berikut ini fakta-fakta mengapa Mahameru menjadi salah satu gunung paling populer di Indonesia, dikutip dari berbagai sumber:

1. Gunung tertinggi di Jawa

Gunung Semeru berada di dua wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Lumajang dan Malang. Gunung ini juga dibilang sebagai yang tertinggi di Pulau Jawa, mencapai 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung ini terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia kebawah Lempeng Eurasia. Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Provinsi Jambi dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB).

2. Periode letusan variatif

Gunung Semeru tidak memiliki siklus letusan yang pasti. Catatan Pusat Vukanologi dan Mitigasi Geologi (PVMG), letusan Semeru cenderung variatif. Sejak era 1990-an, letusan Gunung Semeru semakin menjadi sorotan. PVMBG mencatat aktivitas vulkanik pada tahun-tahun seperti 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007, dan 2008.

3. Muncul dalam banyak cerita rakyat

Gunung Semeru memiliki cerita legenda yang tersebar secara turun temurun sampai sekarang, terutama di kalangan masyarakat Jawa. Cerita-cerita tentang Semeru muncul dalam banyak kisah pewayangan, salah satu pagelaran seni popular masyarakat Jawa. Kisah ini berasal dari kepercayaan masyarakat Hindu, dimana dipercayai kalua Gunung Semeru dulu berasal dari India, secuil bagian dari Gunung Meru.

Dalam kitab Hindu, Tantu Panggelaran di abad ke-15, Dewa Shiwa saat di Gunung Meru melihat Pohon Jawawut--cikal bakal nama Jawa. Saat itu Pulau Jawa masih terombang-ambing di Samudera. Para dewa itulah yang kemudian memakunya. Secuit Gunung Meru dibawa, lalu ditancapkan sebagai Paku Bumi di Pulau Jawa. Paku Bumi itulah yang oleh kepercayaan Hindu kemudian disebut sebagai Gunung Semeru.


4. Spot keindahan alami

Puncak Mahameru menjadi salah satu spot pendaki popular di Tanah Air. Di Sepanjang perjalanan, banyak cerita keindahan disampaikan para pendaki. Mulai dari Desa Ranu Pani merupakan titik awal pendakian ke Gunung Semeru. Desa ini merupakan Desa tertinggi yang berada di ketinggian 2.100 (mdpl) dan desa ini merupakan desa terakhir sebelum mencapai Semeru. 

Karena alamnya yang indah dan masyarakat Suku Tengger yang sangat ramah, desa ini menjadi daya tarik bagi para pendaki. Suku ini merupakan keturunan asli masyarakat Jawa yang hidup di era Kerajaan Majapahit. Setiap tahunnya, masyarakat asli suku ini selalu menggelar kegiatan bersih desa dan ritual unan-unan yang dipimpin oleh dukun adat.

5. Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo merupakan danau cantik yang sangat terkenal di Gunung Semeru. Pesonanya dapat membuat Anda tidak berhenti terkagum-kagum. Danau cantik ini berada di ketinggian 2.389 mdpl dan merupakan ikon Gunung Semeru. Luasnya mencapai 15 hektare. Para pendaki biasanya akan singgah dan bermalam di danau yang sangat menawan ini sebelum melanjutkan pendakian untuk melihat matahari terbit yang tampak dari balik bukit.

6. Ranu Regulo

Setelah bermalam dan meninggalkan Ranu Pani, bila Anda melanjutkan perjalanan ke Gunung Semeru, akan bertemu dengan Ranu Regulo. Lokasinya tidak jauh dari Ranu Pani dan keindahan alamnya juga tidak kalah indah dengan ranu sebelumnya.

Luas danau ini juga hampir sama dengan Ranu Pani, yakni sekitar 0,75 hektare. Ranu ini memiliki pepohonan yang tinggi di sekitarnya seolah menjadi tonggak alami yang menjaga kesunyian Ranu Regulo. Di tepi danau juga banyak anggrek hijau.

7. Air terjun Tumpak Sewu

Air terjun Tumpak Sewu terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Keistimewaan air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 120 meter ini yakni mempunyai seribu sumber air atau dalam bahasa Jawa adalah 'Sewu'. Karena itu, nama air terjun ini dinamakan Tumpak Sewu atau Coban Sewu.

Air terjun ini merupakan air terjun terindah di Pulau Jawa dan Indonesia. Air terjun ini seakan bertumpuk-tumpuk satu sama lain. Sumber airnya juga berasal dari berbagai arah di sepanjang tebing. Pesonanya yang eksotis ditambah kesejukan cipratan air akan membuat Anda betah lama-lama berada di dekat air terjun ini.

8. Tanjakan Cinta

Tanjakan Cinta menjadi salah satu ikon di kawasan Mahameru, di mana tanjakan ini memiliki mitos yang cukup unik. Khususnya dalam persoalan atau nasib asmara seseorang. Konon siapa pun yang terus berjalan naik sambil memikirkan pasangannya tanpa melihat ke belakang, akan memiliki akhir cinta yang bahagia. Sebaliknya, jika di tengah jalan menoleh ke belakang, konon akan berakhir. Tanjakan ini mempunyai kemiringan hampir 45 derajat dan bila dilihat akan menyerupai bentuk hati.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Khazanah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo