Dark
Light
Dark
Light

Mengapa Dosa Ghibah Dianggap Lebih Berat dari Zina?

Mengapa Dosa Ghibah Dianggap Lebih Berat dari Zina?

Arina.id - Ghibah, atau menggunjing, termasuk ke dalam kategori dosa besar dalam Islam. Secara sederhana, ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang benar tentang seseorang di belakangnya, namun hal tersebut tidak disukai olehnya. Dalam budaya Jawa, perilaku ini dikenal dengan istilah “ngrasani”.

Lalu, mengapa dosa ghibah dikatakan lebih berat dibandingkan dengan dosa zina? Untuk menjawabnya, mari kita pahami lebih dulu makna ghibah. Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad menjelaskan:

والغيبة هي ان تذكر انسانا في غيبته بما يكرهه ولو كان حاضرا تقصد بذلك تنقيصه

Artinya: "Ghibah adalah menyebutkan aib seseorang saat ia tidak hadir, yang jika ia mendengarnya, ia akan merasa tidak suka. Tujuan dari ucapan itu adalah untuk merendahkan atau menjatuhkan martabat orang tersebut."

Penjelasan ini menunjukkan bahwa ghibah cenderung mengarah pada perbuatan membuka aib dan mencemarkan nama baik seseorang. Tujuan akhirnya adalah merusak reputasi dan kepercayaan terhadap orang yang digunjingkan.

Dalam kitab Mu’jam At-Tabrani, Rasulullah SAW memperingatkan betapa besarnya bahaya ghibah:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ، قَالا : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِيَّاكُمْ وَالْغَيْبَةَ ، فَإِنَّ الْغَيْبَةَ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا " . قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ الْغَيْبَةُ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا ؟ قَالَ : " الرَّجُلُ يَزْنِي فَيَتُوبُ ، فَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ صَاحِبَ الْغَيْبَةِ لا يُغْفَرُ لَهُ حَتَّى يَغْفِرَ لَهُ صَاحِبُهُ " . رواه الطبراني في الأوسط وفيه عباد بن كثير الثقفي وهو متروك

Artinya: "Hati-hatilah kalian terhadap ghibah, karena ghibah itu lebih berat dosanya daripada zina. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin ghibah lebih berat daripada zina? Beliau menjawab: “Seseorang yang berzina, bisa bertaubat dan Allah akan menerima taubatnya. Tapi pelaku ghibah tidak akan diampuni sampai orang yang digunjingkannya memberikan maaf.”(HR. At-Tabrani dalam Al-Ausath; dalam sanad hadits ini terdapat perawi yang lemah, namun makna yang disampaikan sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam lainnya)."

Dari sini kita bisa melihat bahwa dosa ghibah menyentuh dua dimensi sekaligus: ia menyakiti sesama manusia sekaligus merupakan pelanggaran terhadap perintah Allah. Sementara dosa zina meskipun sangat besar, lebih dominan berkaitan langsung dengan pelanggaran terhadap hukum Allah.

Selain itu, salah satu alasan mengapa ghibah dianggap "lebih berat" bisa jadi karena dampaknya yang sangat merusak. Ucapan dalam ghibah dapat menyebar luas, apalagi di era digital seperti sekarang, dan bisa menghancurkan nama baik seseorang dalam sekejap.

Namun perlu digarisbawahi bahwa ini tidak berarti bahwa dosa zina lebih ringan. Keduanya adalah dosa besar yang memiliki konsekuensi berat dan keduanya wajib dihindari. Bedanya, ghibah memerlukan dua bentuk pengampunan: dari Allah dan dari orang yang menjadi korban ghibah itu sendiri. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo