Dalam Islam, memberikan nama untuk seorang anak merupakan tanggungjawab orangtua. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang tua harus memberikan nama yang bagus bagi anaknya. Penamaan yang bagus ini diharapkan memberkahi anak tersebut.
عن ابن عبَّاس قال: قالوا: يا رسولَ الله، قد علِمنا حقَّ الوالد، فما حقُّ الولَد؟ قال: أن يُحسن اسمَه، ويحسن مرضعه ويُحسن أدبَه
Artinya: "Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ia berkata, para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah kita telah mengetahui hak orang tua, lantas bagaimana hak seorang anak? Rasulullah menjawab: Berikan nama yang bagus dan menyusuinya dengan bagus dan mendidik akhlaknya dengan bagus." (HR. Al-Baihaqi)
Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya memberikan nama bagus untuk seorang anak sekaligus membentuknya dengan akhlak yang bagus. Oleh sebab itu penamaan yang tidak bagus dapat berpengaruh kurang bagus pula pada akhlak seorang anak.
Beberapa nama yang dinilai termasuk nama bagus disebutkan dalam kitab Sunan Abi Dawud bab taghyirul asma:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَحَبُّ الْأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ ".
Artinya: "Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata, Rasulullah bersabda nama-nama yang disukai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman" (HR. Abu Dawud, Sahih Muslim, Tirmidzi)
Lalu dalam kitab Minhaj Syarh Sahih Muslim dijelaskan:
قوله صلى الله عليه وسلم :إن أحب أسمائكم إلى الله عبد الله وعبد الرحمن فيه التسمية بهذين الاسمين وتفضيلهما على سائر ما يسمى به
Artinya: "Sabda Rasulullah berkaitan dengan pemberian kedua nama ini (Abdullah , Abdurrahman) dan keutamaannya daripada nama lain."
Dalam riwayat lain, Sunan Abu Dawud (4/287) dikatakan:
عَنْ أَبِي وَهْبٍ الْجُشَمِيِّ، وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: تَسَمَّوْا بِأَسْمَاءِ الْأَنْبِيَاءِ، وَأَحَبُّ الْأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ، وَأَصْدَقُهَا حَارِثٌ، وَهَمَّامٌ، وَأَقْبَحُهَا حَرْبٌ وَمُرَّةُ
Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Wahab al-Jusyami, dan memiliki sahabat, ia berkata: Namakan (anak kalian) dengan nama para Nabi, dan nama yang disukai Allah adalah Abdullah, Abdurrahman, dan nama paling jujur adalah Haris dan Hammam, sedangkan nama yang buruk adalah Harb dan Murrah."
Menariknya, dalam redaksi hadits ini terdapat nama paling jujur (asdaquha) dan nama terburuk (aqbahuha). Penjelasannya dalam kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abi Dawud (7/563) diuraikan sebagai berikut:
هذا من ناحية مطابقة الاسم للمسمى؛ لأن الإنسان حارث كاسب ومتحرك وعامل، وهمام أي: صاحب هم، وهذه من صفات في الإنسان
Artinya: "Ini dari sisi kecocokan nama pada orang yang punya nama, karena rata-rata manusia itu sebagai petani, pekerja, orang yang beraktivitas, beramal. Sedangkan Hammam maksudnya orang yang memiliki tekad kuat. Ke semua ini representasi dari sifat manusia."
Selanjutnya, nama terburuk dijelaskan dalam Aunul Ma’bud:
قوله: (وأقبحها حرب ومرة)؛ لأن الحرب فيها دمار وهلاك، ومرة من المرارة، ولفظ الاسم قد يشعر بالمسمى، فيكون في ذلك قبحًا أو سوءًا، وفيه دليل على أن مثل ذلك غيره أولى منه
Artinya: "Karena Harb (perang) memiliki arti kehancuran dan kerusakan, sedangkan Murrah dari kata murarah (getir). Nama seperti ini terkadang memberikan kesan pada orang yang punya nama, maka dari itu dia termasuk buruk. Dari sini pula menunjukkan bahwa nama-nama buruk seperti ini sebaiknya diganti."
Dari sini dapat disimpulkan bahwa memilihkan dan memberikan nama yang bagus untuk anak merupakan doa kebaikan. Sebaliknya, nama yang buruk hanya akan melahirkan sifat buruk. Oleh karena itu, dianjurkan memilih nama yang baik, dan jika terlanjur diberi nama buruk, maka sebaiknya gantilah dengan nama yang bagus.
Editor: Muhammad Faizin


