Dark
Light
Dark
Light

Bolehkah Menyembelih Hewan Kurban di Malam Hari?

Bolehkah Menyembelih Hewan Kurban di Malam Hari?

Arina.id - Momentum Idul Adha tahun ini (1446 H/2025 M) dilaksanakan di hari Jumat. Ada prosesi penyembelihan yang harus dijeda sejenak untuk melaksanakan sholat Jumat sehingga berpotensi molornya waktu pembagian hingga malam hari.

Terkadang prosesi penyembelihan bisa memakan waktu sampai malam hari, khsusunya bagi panitia yang mendapatkan banyak sekali hewan kurban yang harus ditangani. Tidak menutup kemungkinan banyak panitia kurban masjid yang melaksanakan penyembelihan setelah selesai prosesi sholat Jumat dengan pertimbangan efesiensi.

Menyembelih Kurban di Malam Hari

Menurut catatan Imam Nawawi terkait menyembelih hewan secara umum, baik untuk kurban, akikah, hadyu, atau dam, atau bahkan untuk bersedekah di malam hari hukumnya boleh dengan kemakruhan. Berikut catatannya:

واتفقوا على أنه يجوز ذبحها في  هذا  الزمان  ليلا  ونهارا لكن يكره عندنا الذبح ليلا في غير الأضحية وفي الأضحية أشد كراهة

Artinya: "Ulama sepakat bahwa di era ini boleh menyembelih hewan di siang atau malam, akan tetapi menurut kami makruh jika hewan selain kurban disembelih malam hari, dan sangat makruh jika untuk hewan kurban." (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, [Beirut: Darul Fikr, tt], juz. 8, hal. 388.).

Taqiyuddin al-Hishni menjelaskan alasan dibalik kemakruhan tersebut. Berikut catatannya:

تكره  التَّضْحِيَة  لَيْلًا خشيَة أَن يُخطئ المذبح أَو يُصِيب نَفسه أَو يتَأَخَّر بتفريق اللَّحْم طرياً

Artinya: "Makruh melakukan proses penyembelihan hewan kurban di malam hari, sebab khawatir terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh jagal, atau terjadinya bahaya yang mengenai dirinya, atau terjadinya ketelatan dalam membagikan daging yang masih segar." (Kifayatul Akhyar fi Halli Ghayatil Ikhtishar, [Damaskus: Darul Khayr, 1994], hal. 532.).

Said bin Muhammad Ba’isyan mengatakan bahwa kemakruhan menyembelih malam hari ini dengan catatan tidak adanya udzur atau kemaslahatan. Berikut catatannya:

ويمتد وقت  التضحية  ليلاً، لكنه مكروه لغير عذر ولا مصلحة

Artinya: "Waktu menyembelih hewan kurban membentang hingga malam hari, akan tetapi makruh jika dilakukan tanpa udzur dan juga tanpa kemaslahatan." (Busyral Karim bi Syarhi Masa’ili al-Ta’lim, [Jeddah: Darul Minhaj, 2004], hal. 700.).

Kajian lintas madzhab menjelaskan bahwa problematika ini mengalami perbedaan pendapat, sebagaimana catatan dalam Mausu’ah Fiqhiyah Kuwait [vol. , hal. 93] berikut:

التضحية في ليالي أيام النحر: أما ليلة عيد الأضحى فليست وقتا للتضحية بلا خلاف، وكذلك الليلة المتأخرة من أيام النحر، وإنما الخلاف في الليلتين أو الليالي المتوسطة بين أيام النحر.

Artinya: "Menyembelih hewan kurban di malam hari. Adapun malam hari raya Idul Adha adalah bukanlah waktu untuk menyembelih hewan kurban, dan ini tanpa adanya perkhilafan. Begitu juga malam setelah siang hari Tasyriq terakhir. Perkhilafan terjadi jika penyembelihan dilakukan di malam-malam antara Idul Adha dengan hari Tasyriq."

فالمالكية يقولون: لا تجزئ التضحية التي تقع في الليلتين المتوسطتين، وهما ليلتا يومي التشريق من غروب الشمس إلى طلوع الفجر. وهذا أحد قولي الحنابلة.

Artinya: "Madzhab Maliki mengatakan tidak sah menyembelih hewan kurban di malam-malam antara hari-hari kurban, yakni malam dua hari tasyriq (malam 11, dan malam 12) sejak terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar. Ini juga salah satu pendapat dari Madzhab Hanbali."

وقال الحنابلة والشافعية : إن التضحية في الليالي المتوسطة تجزئ مع الكراهة، لأن الذابح قد يخطئ المذبح، وإليه ذهب إسحاق وأبو ثور والجمهور. وهو أصح القولين عند الحنابلة.

Artinya: "Madzhab Hanbali dan Syafi’i mengatakan bahwa menyembelih hewan kurban di malam sela-sela hari raya Idul Adha adalah sah dengan kemakruhan, sebab jagal terkadang melakukan kesalahan, dan ini juga pendapat Ishak, Abu Tsaur, dan mayoritas ulama, dan ini juga pendapat paling sahih dari madzhab Hanbali."

واستثنى الشافعية من كراهية  التضحية  ليلا ما لو كان ذلك لحاجة، كاشتغاله نهارا بما يمنعه من التضحية، أو مصلحة كتيسر الفقراء ليلا، أو سهولة حضورهم.

Artinya: "Madzhab Syafi’i mengecualikan kemakruhan tersebut jika dilakukan tanpa udzur, jika karena udzur seperti pagi harinya terlalu sibuk dan tidak sempat melakukan penyembelihan, atau adanya kemaslahatan seperti mudahnya menemukan orang fakir di malam hari, atau mudahnya mereka datang mengambil daging yang akan dibagikan, maka boleh dan tidak makruh." 

Penulis berpendapat bahwa kemakruhan ini akan sirna jika lokasi penyembelihan sangat didukung dengan fasilitas pencahayaan yang memadai dan peralatan yang sangat memudahkan. Hal ini tentunya menitik beratkan kepada catatan potensi kesalahan yang akan terjadi yang menjadi salah satu poin kemakruhan menyembelih malam hari.

Tentunya tidak adanya hukum makruh ini juga harus memperhatikan waktu distribusinya. Panitia harus memastikan daging yang dibagikan masih dalam keadaan segar meskipun siap diedarkan kepada penerima di pagi harinya.

Walhasil, penyembelihan di malam hari hukumnya boleh akan tetapi makruh. Sebab bisa berpotensi terjadinya kesalahan dalam penyembelihan atau kejadian yang membahayakan kepada penyembelih dan juga berpotensi tidak segarnya daging yang dibagikan hingga larut malam.

Jika bisa meminimalisir beberapa pertimbangan kemakruhan ini, maka tentunya hukum makruh akan terkikis dan tersisa hukum boleh. Hal ini entunya jika didukung oleh adanya udzur ketika dilaksanakan di pagi hari, seperti terlalu sibuk atau adanya maslahat di malam hari seperti lebih mudah membagikannya karena penerimanya sudah ada di rumah masing-masing. Wallahu a'lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo