Dark
Light
Dark
Light

Science Advances: Bumi Masuk Kategori Tak Layak Huni, Mulailah Terapkan Sustainable Lifestyle!

Science Advances: Bumi Masuk Kategori Tak Layak Huni, Mulailah Terapkan Sustainable Lifestyle!

Usia bumi kian menua. Jumlah penduduk di planet ini telah mencapai angka 8 miliar lebih. Sementara kebutuhan hidup yang terus meningkat menjadi hal penting yang tak bisa dihiraukan begitu saja. 

Untuk memenuhi kebutuhan miliaran manusia, diperlukan sumber daya dan energi yang tidak sedikit. Masalahnya, fakta menyebutkan, hanya tersisa 3% dari tanah di bumi yang dapat disebut sebagai ekologis utuh. Sejumlah ilmuwan mengungkap bahwa sebanyak 97% ekologi permukaan bumi telah dirusak oleh manusia. 

Memenuhi kebutuhan umat manusia memang suatu keharusan, akan tetapi tidak seharusnya bumi yang menanggung risikonya. Kehidupan yang tidak mengindahkan akibat dari pemanfaatan sumber daya yang semena-mena akan mewarisi planet bumi yang tercemar dan tidak sehat bagi kehidupan di masa depan.

Penelitian yang diterbitkan Science Advances pada Rabu (13/9/2023) menyebutkan, bahwa bumi mulai memasuki kategori tidak layak huni. Para peneliti yang terdiri dari para ilmuwan mengungkap enam variabel dalam penelitian yang menentukan kesehatan bumi sedang dalam keadaan tidak stabil. Keenam variabel tersebut adalah, iklim, keanekaragaman hayati, tanah, air tawar, polusi nutrisi, dan bahan kimia baru. 

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang diterima oleh lingkungan adalah menerapkan gaya hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle).

Pentingnya Gaya Hidup Berkelanjutan

Selama beberapa tahun ke belakang, gaya hidup berkelanjutan cukup populer dan diharapkan dapat menjadi kebiasaan banyak orang di tahun-tahun mendatang. Sustainable lifestyle merupakan gaya hidup yang mengutamakan kesadaran dan cara berpikir jangka panjang. Gaya hidup ini berfokus pada kesadaran bahwa segala hal yang dilakukan dalam hidup berdampak pada orang lain dan lingkungan di sekitar.

Mengutip Inspire Clean Energy, gaya hidup berkelanjutan bertujuan mengurangi kerusakan lingkungan secara individu atau kolektif dengan melakukan perubahan positif guna mengimbangi perubahan iklim. Dengan harapan, kehidupan saat ini tidak mengancam kebutuhan generasi di masa mendatang.

Transisi dari gaya hidup yang serba nyaman menuju gaya hidup alami yang sadar akan lingkungan dapat mengubah nasib bumi di masa depan. Dan cara berpikir sadar lingkungan merupakan langkah utama untuk mencegah bumi dari kerusakan, seperti dikutip dari Adityawan et al, Teens Go Green (2021), gaya hidup berkelanjutan adalah tentang bagaimana seseorang merancang perilaku dalam mengkonsumsi produk didasari dengan aspek siklus produk yang digunakan, mencakup bahan dasar produk, pengolahan, dan ketahanan produk. Dengan demikian, manusia dapat menjadi individu yang lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya.

Dengan populasi manusia yang amat banyak dan kerusakan lingkungan yang semakin parah, penerapan gaya hidup berkelanjutan kini menjadi lebih penting dari sebelumnya. Limbah dan emisi yang dihasilkan dari produksi kebutuhan miliaran manusia memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Situasi dan kondisi yang kian memburuk akibat ulah manusia dapat merusak bumi sebagai satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh umat manusia. Maka dari itu, penerapan sustainable lifestyle menjadi solusi yang dapat membantu melestarikan bumi untuk generasi selanjutnya.

Gaya hidup berkelanjutan membuat sumber daya yang digunakan manusia lebih efisien. Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil juga dapat mengurangi dampaknya dan memperlambat proses perubahan iklim. Tidak hanya penting kebaikan alam, gaya hidup ini juga menciptakan kebiasaan yang lebih sehat, mulai dari bersepeda hingga kebiasaan mengonsumsi makanan organik. Dengan begitu, gaya hidup berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas dan keseimbangan hidup manusia dan lingkungan.

Membangun Kebiasaan Sadar Lingkungan

Membangun pola hidup peduli lingkungan yang berkelanjutan memang bukan perkara mudah. Meski terkesan klise, kebiasaan yang berangkat dari sendiri menjadi hal utama untuk dilakukan sehingga menjadi contoh perilaku bagi manusia lainnya.

1. Menggunakan air secukupnya

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki akses terhadap air bersih setiap hari, namun bukan berarti setiap orang bebas menggunakan air tanpa memerhatikan berapa banyak yang terbuang sia-sia. Contoh langkah yang tepat dalam memanfaatkan air adalah dengan memerhatikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mandi dan menggunakan air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman.

2. Memanfaatkan sampah organik

Pengomposan sampah organik atau sisa buah dan sayuran dapat dijadikan sebagai pupuk yang mampu membantu mempertahankan kelembapandan mengurangi limpasan air. Selain itu, tindakan daur ulangini juga dapat menghemat ruang di TPA.

3. Membeli barang ramah lingkungan

Ada begitu banyak barang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang tidak baik bagi lingkungan, seperti produk pembersih, botol sampo, sikat gigi, dan produk sanitasi. Tidak hanya memberi dampak negatif, seringkali produk-produk tersebut tidak dapat didaur ulang. Untuk membangun kebiasaan sadar lingkungan membeli barang alternatif yang ramah lingkungan merupakan pilihan yang tepat.

4. Memerhatikan penggunaan listrik

Tidur dengan menyalakan AC tentunya sangat menyejukkan. Akan tetapi, selain memakan biaya yang banyak, penggunaan listrik yang berlebih juga berbahaya bagi lingkungan. Dalam hal ini, fitur timer yang terdapat pada remot AC dapat mendukung upaya mengurangi dampak buruk yang dihasilkan. 

5. Mengetahui porsi makan

Praktik yang amat sederhana ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan bagi tubuh. Selain mampu meminimalisir limbah makanan, mengetahui porsi makan sendiri juga akan menyelamatkan diri dari makan berlebihan dan risiko penyakit yang ditimbulkan. Dengan demikian, kebiasaan ini dapat menghasilkan kualitas kesehatan tubuh yang lebih baik.

6. Mendukung UMKM

Tidak hanya mengurangi penggunaan biaya transportasi, berbelanja dari gerai UMKM juga dapat meminimalisir penggunaan bakar transportasi yang berdampak pada lingkungan. Dari sudut pandang ekonomi, berbelanja secara lokal juga membantu usaha kecil tetap buka dan terus mempekerjakan masyarakat lokal sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

7. Menggunakan transportasi umum

Penggunaan kendaraan pribadi yang berlebihan dapat menghasilkan lebih banyak polusi. Cobalah sesekali untuk berjalan kaki atau bersepeda ketika jarak ke tempat tujuan tidak terlalu jauh atau mulai membiasakan diri dengan menggunakan tranportasi umum ketika jarak tempat tujuan terbilang sangat jauh. Selain mengurangi polusi yang dihasilkan, tidak mengendarai kendaraan pribadi juga dapat menghemat uang bensin, dan berjalan kaki dapat meningkatkan kesehatan tubuh. 

8. Bekerja sama pihak berwenang

Untuk mengambil langkah yang lebih serius, keterlibatan pihak berwenang sangat mendukung upaya penerapan gaya hidup berkelanjutan. Membuat kebijakan terkait transportasi umum lebih baik digunakan untuk bepergian daripada menggunakan kendaraan pribadi adalah contoh kekuatan yang tidak dapat dilakukan oleh masyarakat biasa. Maka dari itu, diperlukan campur tangan pihak berwenang untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik bagi manusia dan lingkungan.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo