Dark
Light
Dark
Light

Bermacam Aktivitas yang Lebih Baik Dihindari Ketika Mengantuk

Bermacam Aktivitas yang Lebih Baik Dihindari Ketika Mengantuk

Arina.id -- Mengantuk adalah fenomena normal sehari-hari yang terjadi pada tiap orang. Rasa kantuk biasanya mulai datang saat jelang tengah malam, atau ketika tubuh mulai kelelahan. Timbulnya rasa kantuk adalah sinyal alami bahwa tubuh perlu istirahat (tidur) sebagai proses recovery.

Sayangnya, rasa kantuk tak jarang juga datang ketika kita sedang melakukan aktivitas atau berkegiatan. Oleh karenanya banyak dari kita yang lantas memilih untuk melawan rasa kantuk tersebut, dan terus melanjutkan aktivitas.

Memaksakan diri untuk melawan rasa kantuk dan terus melanjutkan aktivitas sebaiknya dihindari. Pasalnya hal tersebut jelas bakal menurunkan kualitas pekerjaan kita. Bahkan bukan tidak mungkin bakal menimbulkan resiko bahaya terhadap diri sendiri dan orang lain.

Mengantuk adalah pertanda bahwa tubuh perlu waktu untuk beristirahat. Melanjutkan aktivitas usai beristirahat yang cukup, akan memberikan energi lebih baik kepada tubuh. Serta tentu saja membawa hasil kerja yang lebih optimal.

Berikut beberapa contoh aktivitas yang sebaiknya dihindari ketika kita sedang mengantuk:

Membaca

Bagi banyak orang, membaca mungkin bisa dibilang sebagai kegiatan yang simpel, santai, dan tidak membutuhkan banyak energi. Tapi jangan salah, membaca juga membutuhkan fokus dan konsentrasi yang cukup memakan energi.

Jika proses membaca tetap dilakukan sembari mengantuk, akan membuat kita kesulitan memahami dan menangkap isi bacaan. Hal ini tentu sangat beresiko, jika yang kita baca adalah rangkaian dokumen penting yang butuh konsentrasi dan ketelitian ekstra untuk memahaminya.

Memaksa diri membaca saat mengantuk, justru hanya membuat kita lebih banyak membuang waktu percuma. Akan lebih banyak waktu yang dibutuhkan oleh otak kita dalam mencerna isi bacaan. Akan lebih efektif luangkan waktu untuk istirahat, lalu lanjutkan kembali membaca ketika tubuh sudah bugar.

Berdiskusi

Hindari aktivitas diskusi ketika kita sedang mengantuk. Saat kantuk mulai menyerang, maka kita bakal kesulitas untuk menyimak pembicaraan, maupun menanggapi bahasan lawan bicara.

Kita bakal memerlukan lebih banyak waktu untuk mencerna pembicaraan maupun ide yang dilontarkan pasangan bicara.

Dengan memilih tetap melanjutkan diskusi, kita bakal memberikan kesan negatif terhadap lawan bicara. Mereka justru bakal menganggap kita malas mendengarkan dan kurang menghargai mereka. Hal ini dapat memicu kesalahpahaman, dan bukan tidak mungkin akan menimbulkan persoalan baru.

Akan lebih baik jika kita berlaku sopan untuk menunda diskusi, serta mengutarakan bahwa saat ini kondisi tubuh tengah perlu istirahat. Jadwalkan ulang pertemuan, dan melakukan diskusi saat kedua pihak dalam kondisi ideal.    

Makan

Makan ketika tubuh mulai mengantuk juga sebaiknya dihindari. Saat terserang kantuk berat, memaksakan aktivitas makan dapat meningkatkan resiko tersedak. Lekas istirahat (tidur), dan lebih baik tunda sebentar waktu makan.

Namun demikian ada beberapa anggapan yang menjadikan makanan ringan, permen, atau permen karet, sebagai pengusir rasa kantuk. Hal tersebut mungkin bisa sedikit mengatasi, namun sangat tidak dianjurkan saat tubuh sudah mengalami kantuk berat.

Bekerja

Dewasa ini tak jarang banyak orang yang memaksakan diri untuk tetap bekerja, meski ketika tubuh sudah mengantuk. Tuntutan pekerjaan serta tenggat waktu penyelesaian tugas, yang selama ini secara tidak langsung memaksa mereka untuk melakukannya.

Sekali lagi, tetap melanjutkan pekerjaan saat mengantuk adalah hal yang patut dihindari. Selain kualitas hasil pekerjaan yang jelas tidak akan optimal, hal ini juga dapat meningkatkan resiko terhadap diri sendiri dan orang lain.

Bekerja saat mengantuk bisa berdampak serius bagi mereka yang utamanya bekerja dalam bidang resiko tinggi, seperti: industri berat, pekerja kontruksi, kasir, akuntan, maupun juru masak.

Sebuah kesalahan kecil dapat menimbulkan efek yang sangat fatal. Lebih baik luangkan waktu sejenak, kemudian bisa beraktivitas kembali. Sedangkan untuk menghindari resiko tenggat waktu, sebaiknya memulai semua aktivitas lebih awal. 

Mengemudi

Mengemudi saat mengantuk adalah awal bencana bagi diri sendiri, maupun pengguna jalan lainnya. Seseorang yang tengah mengantuk wajib dilarang mengemudi, meski itu hanya mengantuk ringan apalagi berat.

Mengemudi adalah aktivitas yang benar-benar membutuhkan konsentrasi penuh dan sangat beresiko tinggi. Seseorang yang tengah mengemudi bahkan dilarang untuk sekedar memalingkan pandangan ke layar HP, apa lagi jika sampai mengantuk.

Sudah tak terhitung banyaknya kecelakaan yang diakibatkan oleh pengemudi mengantuk. Selain meresikokan dirinya sendiri, sejatinya pelanggar lalu-lintas juga dapat mencelakai pengguna jalan lain yang mungkin sudah mentaati aturan dengan baik.

Negara sudah mengatur lewat UU No.22 Tahun 2009 tentang lalu-lintas dan angkutan jalan. Bebagai pasal dalam undang-undang tersebut mengatur segala kewajiban pengemudi dalam bekendara dengan aman, serta wajib memperhatikan kondisi prima.


Editor: A. Sentosa
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo