Dark
Light
Dark
Light

Hari Anak Sedunia: Mereka Punya Hak atas Kedamaian

Hari Anak Sedunia: Mereka Punya Hak atas Kedamaian
Si Budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan tugu pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran
Menjelang magrib hujan tak reda
Si budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang
Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal
Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah si budi diam di dua sisi
Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal
Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

 

Kisah Si Budi dalam lagu Sore Tugu Pancoran yang didendangkan Iwan Fals menjadi gambaran nyata bahwa tidak semua anak di dunia ini terlahir dalam keadaan beruntung. Banyak dari mereka yang hanya ingin mendapatkan sesuap nasi pun perlu bersusah payah. Mereka menanggung beban berat yang sebenarnya belum saatnya dipikul. Anak-anak yang semestinya hidup dalam dekapan kasih sayang orang tua, justru harus bekerja keras untuk keluar dari ketidakberuntungan yang diwarisi turun-temurun.

Permasalahan yang dialami oleh jutaan anak di seluruh dunia ini telah menjadi sorotan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan UNICEF untuk mencetuskan Hari Anak Sedunia. Hari Anak Sedunia adalah hari aksi tahunan UNICEF yang diperingati setiap tanggal 20 November.

Dilansir situs resmi UNICEF, peringatan yang dipersembahkan kepada seluruh anak dan remaja di dunia ini berupaya menyadarkan masyarakat bahwa hak anak juga hak asasi manusia. Dengan begitu, anak-anak berhak menyuarakan isu-isu penting yang bersentuhan langsung dengan mereka.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia, tahun ini UNICEF mengusung tema "For every child, every right" yang berarti "Untuk setiap anak, setiap hak". Melalui tema tersebut, UNICEF menyampaikan bahwa anak-anak berhak atas tiga hak utama mereka, yakni hak atas kedamaian, hak atas planet layak huni, dan hak atas suara (opini/ide). Hak kedamaian adalah hak bagi anak untuk hidup aman, damai, dan sejahtera. Kemudian hak planet layak huni adalah hak bagi anak untuk tinggal di lingkungan yang bersih, bebas polusi, dan layak huni. Sementara hak bersuara atau beropini adalah hak bagi anak untuk didengarkan dan dilibatkan dalam semua keputusan yang berkaitan dengan mereka.

Menukil situs resmi PBB, Hari Anak Sedunia pertama kali dicetuskan pada tahun 1954. Peringatan tersebut bertujuan mendorong kebersamaan internasional, meningkatkan kesadaran di antara anak-anak di seluruh dunia, dan meningkatkan kesejahteraan anak. Adapun tanggal 20 November bertepatan dengan pengadopsian Deklarasi Hak-Hak Anak oleh PBB pada tahun 1959 dan pengadopsian Konvensi Hak Anak pada tahun 1989. Sejak tahun 1990, tanggal 20 November ditetapkan secara resmi sebagai Hari Anak Sedunia yang menandai diadopsinya Deklarasi Hak-Hak Anak dan Konvensi Hak Anak oleh PBB.

Dikutip dari Compassion, sejak PBB mengadopsi Konvensi Hak Anak, angka kematian anak yang semula terbilang cukup tinggi, menjadi berkurang setengahnya. Selain itu, masyarakat juga mulai berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak mereka. Hal ini memberikan peluang yang lebih besar kepada setiap anak untuk mengatasi ketidakberuntungan dan diskriminasi, untuk menyingkirkan predator dan pelecehan, untuk melawan penyakit dan kekurangan gizi, serta untuk terbebas dari kebodohan dan rasa malu, sehingga mereka mampu mencapai potensi mereka sepenuhnya.

Peringatan Hari Anak Sedunia dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengadvokasi, mendukung, dan merayakan hak-hak anak yang tidak hanya diwujudkan dalam sebuah narasi, tapi juga melalui tindakan-tindakan membangun. Dengan begitu, masyarakat turut andil dalam menciptakan sekaligus mewarisi dunia yang lebih baik kepada para penerus bangsa. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mulai menganggap penting hal-hal di lingkungan sekitar, seperti perubahan iklim, kesehatan mental, serta upaya menghentikan rasisme dan diskriminasi. Termasuk yang paling penting saat ini ada ribuan anak yang menderita selama invasi Israel ke Palestina.

Melibatkan Diri dalam Kehidupan Anak

Ada banyak cara yang dapat dilakukan orang tua untuk memperingati Hari Anak Sedunia, salah satunya adalah dengan mulai terlibat dalam kehidupan sekolah anak. Keterlibatan tersebut merupakan upaya orang tua sebagai sosok paling penting dalam hidup anak untuk menghargai dan menghormati hak anak. Adapun caranya adalah dengan membantu dan mendukung anak menemukan minat dan bakat mereka. Tidak hanya dukungan dalam bentuk dialog, tetapi juga melalui tindakan. Dinukil dari Compassion, orang tua dapat mengajarkan anak dalam bidang keilmuan, seperti Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika. Sebab, bidang-bidang tersebut merupakan bekal anak untuk menjalani kehidupan.

Sains – Sains adalah ilmu pengetahuan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal-hal sederhana seperti kesehatan pada diri sendiri hingga hal-hal yang lebih rumit seperti pengembangan produk baru dan solusi atas permasalahan sosio-ekonomi. Mengajarkan Sains kepada anak merupakan salah satu cara orang tua memenuhi hak anak terhindar dari kebodohan.

Teknologi – Dewasa ini, teknologi berkembang setiap saat. Ilmu pengetahuan yang dikumpulkan selama ratusan tahun memungkinkan masyarakat, terutama anak sebagai penerus bangsa untuk terus mengembangkan teknologi baru. Dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia, mengenalkan anak kepada dunia teknologi juga merupakan cara orang tua memenuhi hak anak.

Teknik – Teknik berperan penting dalam hadirnya inovasi di kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan ini merupakan perpaduan antara sains, teknologi, dan desain. Kendati rumit, tidak menutup kemungkinan bahwa minat dan bakat anak yang terpendam berkaitan dengan bidang keilmuan Teknik. Di sini peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membantu anak mengetahui ketertarikannya itu.  

Matematika – Sama halnya dengan Sains, Matematika adalah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, bidang keilmuan Teknik, Teknologi, dan Sains itu sendiri berkaitan dengan Matematika. Bagi banyak orang, bidang keilmuan ini terbilang sulit. Kendati demikian, jika anak menyukainya, ia berhak mendapatkan pendidikan dan dukungan dari orang tua. 


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo