Arina.id - Selain bisa dimasak menjadi sayuran, daun kelor juga memiliki banyak khasiat yang mampu menyembuhkan beragam penyakit. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Moringa Oleifera atau Moringa pterygosperma Gaertn itu merupakan salah satu tanaman yang kaya akan manfaat. Hal ini dikarenakan daun kelor mengandung nutrisi yang dinilai sangat lengkap, mulai dari vitamin B2, vitamin B6, vitamin C hingga zat besi dan Magnesium.
Dalam buku berjudul Khasiat Jitu Daun Kelor dan Sirih Merah disebutkan, daun kelor tidak hanya mengandung vitamin, tapi juga mineral dan asam amino esensial. Diketahui, tubuh tidak memproduksi asam amino sendiri sehingga kebutuhan manusia akan senyawa tersebut perlu disuplai dari luar tubuh. Adapun salah satu pemenuhannya adalah dengan mengonsumsi daun kelor yang sudah jadi, seperti dimasak menjadi sayuran atau diolah menjadi jamu, suplemen, atau teh herbal. Keberadaan asam amino dalam tubuh manusia sangat vital sebab merupakan senyawa yang berperan dalam membentuk protein.
Ilmu khasiat obat (farmakologi) China dan sejumlah pengobatan tradisional lainnya menyatakan, daun kelor memiliki sifat netral dan tidak beracun, antivirus, antiinflamasi, antijamur, antipiretik, antiskorbut hingga antidepresan. Keistimewaan daun kelor lainnya juga telah dibuktikan dalam hasil penelitian yang mengungkap bahwa tanaman tersebut tidak mengandung zat berbahaya apa pun bagi tubuh.
Manfaat Daun Kelor
Kekayaan manfaat tanaman kelor sejatinya tidak hanya terletak pada daunnya. Biji tanaman kelor juga mengandung minyak behen, lemak, linoleat, olleat, lignoserat, dan asam palminat. Sedangkan kulit akarnya menyimpan minyak "terbang" atau yang juga dikenal dengan minyak atsiri. Banyaknya manfaat yang dihasilkan tanaman kelor membuat para ilmuwan menjulukinya sebagai pohon ajaib (miracle tree). Untuk mengetahui lebih lanjut manfaat dari pohon ajaib tersebut, berikut telah Arina.id rangkum khasiat daun kelor dari berbagai sumber.
1. Menangkal Radikal Bebas
Mengutip buku bertajuk Manfaat dan Khasiat Daun Kelor untuk Kesehatan, antioksidan merupakan senyawa yang berfungsi melawan radikal bebas dalam tubuh. Kadar radikal bebas yang terlalu tinggi bisa menyebabkan seseorang mengalami stres oksidatif, stres yang berhubungan dengan penyakit serius seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Daun kelor menjadi pengobatan alternatif yang dipercaya mampu menangkal radikal bebas. Dalam suatu penelitian yang melibatkan partisipan wanita ditemukan bahwa mengonsumsi 1,5 sendok teh (7 gram) bubuk daun kelor setiap hari selama tiga bulan berhasil meningkatkan kadar antioksidan darah secara signifikan.
2. Menurunkan Kadar Gula darah
Penyakit gula darah yang tidak segera ditangani berpotensi memicu beragam gangguan kesehatan kronis, seperti diabetes. Pengobatan alternatif yang dinilai efektif dapat menurunkan kadar gula darah adalah konsumsi daun kelor. Kemampuan daun kelor mengurangi jumlah glukosa dalam darah serta kadar gula dan protein dalam urin bisa meningkatkan kadar hemoglobin dan kandungan protein keseluruhan di dalam tubuh. Selain itu, daun kelor juga mampu membantu menurunkan kadar gula darah setelah makan melalui kandungan asam klorogeniknya.
Khasiat daun kelor ini telah dibuktikan dalam sejumlah penelitian yang mengungkap bahwa daun kelor bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Dalam suatu penelitian yang melibatkan 30 wanita ditemukan, konsumsi 1,5 sendok teh (atau setara 7 gram) bubuk daun kelor setiap hari selama tiga bulan juga berhasil mengurangi kadar gula darah puasa rata-rata sebesar 13,5%.
Sementara pada studi yang lebih kecil, yakni yang hanya diikuti oleh enam partisipan yang mengidap penyakit diabetes ditemukan, 50 gram daun kelor yang ditambahkan ke dalam asupan makanan mampu mengurangi kenaikan gula darah sebesar 21 %. Para ilmuwan percaya khasiat tersebut merupakan efek dari senyawa tanaman kelor seperti Isothiocyanate.
3. Mengurangi Peradangan
Peradangan merupakan respons alami tubuh sebagai bentuk perlindungan terhadap infeksi atau cedera. Namun jika berlangsung lama, peradangan dapat memicu gangguan kesehatan lainnya. Untuk alasan ini, daun kelor bisa dimanfaatkan sebagai pereda peradangan itu.
Sejatinya, daun kelor bukan merupakan satu-satunya tanaman yang mampu mengobati peradangan. Hal ini dikarenakan hampir seluruh sayuran, buah-buahan utuh, dan rempah-rempah memiliki sifat antiinflamasi. Namun, jumlah dan sejauh mana kandungan senyawa tersebut dapat membantu menjadi penentu efektivitas suatu tanaman dalam mengurangi peradangan.
Para ilmuwan meyakini Isothiocyanate yang merupakan senyawa antiinflamasi utama pada daun kelor sangat efektif dalam meredakan peradangan. Senyawa Isothiocyanate dalam tubuh manusia bekerja menekan enzim peradangan dan protein. Pengobatan itu didukung dengan konsentrat daun kelor yang secara signifikan dapat menurunkan peradangan dalam sel. Senyawa Isothiocyanate tidak hanya bisa ditemukan pada daun kelor, tapi juga pada kacang polong dan biji-bijian.
4. Mendukung Kesehatan Otak
Dilansir laman resmi Diskes Kabupaten Bandung, daun kelor berkhasiat menjaga kesehatan otak dan fungsi kognitif karena pengaruh aktivitas antioksidan dan neuro-enhancer dalam tanaman tersebut. Manfaat ini juga telah diuji sebagai pengobatan yang mampu mengatasi penyakit Alzheimer dengan hasil awal yang baik.
Selain itu, kandungan vitamin E dan C dengan konsentrasi tinggi yang terdapat dalam daun kelor juga bisa melawan oksidasi yang mengarah pada degenerasi neuron serta meningkatkan fungsi otak. Kondisi tersebut mampu menormalkan neurotransmitter serotonin, dopamin, dan noradrenalin di otak yang berperan sebagai kunci memori, suasana hati, fungsi organ, respons terhadap stimulus seperti perasaan sedih dan senang, serta kesehatan mental.
5. Menjaga Kesehatan Rambut dan Kulit
Tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan di dalam tubuh, daun kelor juga memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan di tubuh bagian luar seperti rambut dan kulit, khususnya kulit wajah. Mengoleskan pasta daun kelor ke kulit kepala dipercaya mampu mengurangi ketombe, menambah keindahan rambut, membuat rambut bersinar, dan memperkuat folikel rambut sehingga mengurangi rambut rontok. Sementara minyak daun kelor dapat melindungi rambut dari radikal bebas dan menjaga kesehatan rambut.
Pada kulit wajah, manfaat daun kelor dapat digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan, seperti penuaan dini dan jerawat. Sifat antimikroba dan kandungan asam linoleate yang terdapat dalam tanaman Moringa bisa membantu mengobati jerawat secara alami. Protein dalam daun kelor juga dapat dimanfaatkan sebagai pelembab dan detoksifikasi kulit hingga rambut.
6. Mencegah Kanker
Kanker merupakan penyakit yang muncul akibat tumbuhnya sel abnormal yang tidak terkendali dan bisa menyebar. Seringkali pertumbuhan dan perkembangannya tidak disadari oleh banyak orang. Sehingga, ketika dikonsultasikan ke dokter, sel abnormal tersebut secara mengejutkan sudah dikategorikan sebagai kanker dengan stadium yang parah. Hal ini dikarenakan proses pembentukan sel kanker memang memakan waktu yang cukup lama.
Daun kelor dapat dimanfaatkan untuk membunuh sel yang sudah mati dan mencegah tumbuhnya sel abnormal pemicu kanker. Khasiat tersebut diduga berasal dari kandungan antioksidan daun kelor yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Selain itu, senyawa Niazimicin dalam ekstrak daun kelor juga memiliki manfaat yang bisa membantu menekan perkembangan sel kanker.
7. Menurunkan berat badan
Daun kelor dalam bentuk bubuk direkomendasikan untuk orang-orang yang mencoba menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan kandungan dalam daun kelor mampu mengurangi pembentukan lemak serta meningkatkan pemecahan lemak. Hal tersebut telah diuji dalam suatu penelitian yang mengkaji efek dari suplemen daun kelor yang dikombinasikan dengan bahan-bahan lainnya.
Dalam penelitian berdurasi 8 minggu, 41 orang gemuk dilibatkan untuk melakukan diet dan olahraga yang sama, serta mengonsumsi 900 mg suplemen mengandung daun kelor, kunyit, dan tanaman kari. Hasilnya, partispan-partisipan itu mampu menghilangkan berat badan sebanyak 4,8 kg. Kemudian dalam penelitian serupa, akan tetapi dengan jumlah partisipan yang lebih besar, sebanyak 130 orang dengan kelebihan berat badan diberikan suplemen yang sama dengan penelitian sebelumnya. Dalam kurun waktu 16 minggu, mereka berhasil menurunkan berat badan sebanyak 5,4 kg.
Efek Samping Daun Kelor
Walaupun kaya akan manfaat, bukan berarti daun kelor tidak memiliki efek samping. Sebuah penelitian mendapati bahwa konsumsi daun kelor secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping. Berikut beberapa efek samping jika tanaman Moringa dikonsumsi secara berlebihan, sebagaimana disebutkan dalam laman resmi Kemneterian Kesehatan:
- Daun kelor memiliki sifat pencahar, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan sakit perut, distensi gas, diare, dan mulas.
- Rasa daun kelor yang tidak bisa dibilang enak atau jika mengonsumsinya terlalu banyak, dapat mengaktifkan refleks muntah dan merasa mual.
- Bahan kimia yang terdapat di bagian akar, bunga, dan kulit kayu kelor dapat menyebabkan kontraksi rahim pada ibu hamil dan meningkatkan risiko keguguran.
- Orang yang menggunakan obat pengencer darah, seperti Warfarin, perlu menghindari konsumsi daun kelor karena akan menimbulkan komplikasi kesehatan.
- Ekstrak dari biji kelor dapat menyebabkan toksisitas pada sel kekebalan tubuh.
Selain itu, konsumsi daun kelor juga tidak disarankan untuk orang-orang yang sedang melakukan perawatan dan meminum obat medis. Contoh, senyawa daun kelor dapat membantu fungsi tiroid pada penderita penyakit tiroid. Namun, mengonsumsinya bersamaan dengan obat-obatan medis tidak diperbolehkan. Maka dari itu, perlunya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau ahli medis lainnya terkait meminum obat kimia dan obat alternatif secara bersamaan. Demikian informasi seputar khasiat daun kelor dan efek sampingnya. Semoga membantu!
Editor: Muhammad Zunus


