Dark
Light
Dark
Light

Liga yang Tak Mudah untuk Pelatih Gundul

Liga yang Tak Mudah untuk Pelatih Gundul

Liga Inggris makin dipenuhi pelatih berkepala plontos. Tak hanya digempur kerasnya kompetisi tapi juga harus kuat dengan caci maki yang mengarah pada kepalanya yang gundul.

ARNE SLOT, 45 tahun, tentu sangat bersyukur karier Jose Mourinho makin menjauh dari episentrum sepak bola dunia. Kini, pelatih yang menyebut dirinya sebagai The Special One berada di Liga Turki melatih klub Fenerbahce. Andai saja masih di Inggris, tentu pelatih baru Liverpool ini akan ketar-ketir dengan ketajaman lidahnya.

Slot takkan lupa dengan perseteruannya dengan Mourinho. Di babak perempat final Liga Europa musim lalu, keduanya bertemu. Kala itu, Slot yang membawa Feyenord kembali bertanding melawan AS Roma yang mengalahkannya di final Conference League setahun sebelumnya.

Di laga itulah, Slot berharap bisa membalas kekalahannya. Dia pun percaya diri bisa menaklukkan pasukan Mourinho. "Mereka mendapatkan hasil melalui cara bermain mereka, tapi saya lebih suka menonton Manchester City dan Napoli,” katanya seperti merendahkan tim asuhan Mourinho.

Sial baginya, Feyenoord gagal mempertahankan keunggulan 1-0 di leg pertama. Dalam laga kedua mereka kalah sehingga agregat menjelma pada skor  4-2. Mourinho pun langsung bereaksi dengan kemenangan itu. Saat usai pertandingan dia berteriak pada Slot untuk segera menonton AS Roma, bukan Napoli dan Man City.

Tak berhenti di situ, di ruang pers, Jose meneruskan serangannya. Kepala Slot yang gundul kena sikat. "Sekarang kamu tahu kenapa rambutku putih,"  kata Mourinho. "Pelatih lainnya botak. Itu karena saya sudah menjalani 150 pertandingan Eropa."

Bukan sekali ini saja bila Mourinho menyerang soal pelatih yang rambutnya lenyap. Sebelumnya, saat bersaing sepanjang musim dengan Pep Guardiola di Liga Spanyol, dia pun menyebut pelatih Barcelona itu tidak menikmati hidupnya sebagai pelatih sepak bola.

“Ketika menikmati apa pun, Anda tidak akan kehilangan rambut dan Guardiola botak. Dia tidak menikmati sepak bola,” ujarnya.

Mourinho memang begitu. Apa pun bisa dia lakukan untuk menurunkan mental lawan-lawannya. Semua bisa dilakukan untuk memenangi pertarungan urat saraf sebelum laga dimulai. 

Sekali lagi, Slot tentu senang. Setidaknya, dia tidak akan bertemu dengan Mourinho. Namun tidak seperti itu juga sebenarnya. Serangan terhadap pelatih berkepala plontos bukan datang dari Mourinho tapi datang dari pendukung klub lawan bahkan dari kalangan suporter sendiri.

Mantan manajer Crystal Palace, Alan Smith pernah menjadi sasaran nyanyian di tribun Selhurst Park: 'Dia tidak punya rambut tapi kami tidak peduli.' Nyanyian pendek ini juga yang pernah diteriakkan pada pelatih yang senasib. Steve Stone masa-masanya di Nottingham Forest dan Martin Jol saat dia berada di Spurs, kenyang dengan ledekan itu.

Namun Smith mengaku tak terganggu dengan itu.  “Saya menganggapnya sebagai olok-olok yang bagus dan penuh kasih sayang," katanya. "Bahkan istriku pun pernah menyanyikan itu untukku."

Toh begitu, Smith punya banyak cara untuk membuatnya tetap berada di lapangan dengan tenang. Caranya? "Anda tidak boleh terlalu memperhatikan hal-hal seperti itu."

Cara yang kurang lebih sama dilakukan oleh Tony Pulis, yang juga berkepala botak. Jam terbangnya luar biasa. Dia telah menangani lebih dari sepuluh klub dalam rentang karirnya selama 28 tahun.

Dia sadar kepalanya bisa jadi sasaran pendukung lawan atau juga klub yang dilatihnya. Senjatanya adalah topi baseball yang selalu menutupi kepalanya.  “Saya tidak pernah mengalami pelecehan seperti itu karena saya botak,” kata Pulis. “Topiku pasti melindungiku."

***

KEBOTAKAN, seperti sudah banyak dijelaskan di berbagai media, terjadi salah satunya karena peningkatan kadar dihydrotestosterone (DHT). Kondisi inilah yang membuat  gangguan pada siklus pertumbuhan rambut dan kerusakan pada folikel rambut. Walhasil,  rambut mengalami kerontokan.

Sebab lainnya, adalah faktor genetik. Selain itu juga karena stress — seperti yang diungkapkan Jose Mourinho. Toh begitu, rambut yang rontok, sedikit atau banyak sekali pun, tentu tidak ada hubungannya dengan penampilan tim sepak bola di lapangan.  Namun menjadi botak tentu saja musibah besar.

Kehilangan rambut tak ubahnya seperti kehilangan sebagian dari identitas diri. Ini juga pertanda gagalnya kendali atas penampilan. Seperti halnya tubuh yang tambun, jatuhnya rambut menggerus kepercayaan diri. “Sejak dulu rambut yang diasosiasikan dengan kecantikan dan kejantanan,” kata Dr Sue McHale, dosen senior psikologi di Sheffield Hallam University.

Dia mengambil contoh dari berbagai kisah yang akrab dengan masyarakat selama bertahun-tahun. Lihatlah betapa anggunnya Rapunzel. Atau betapa perkasanya Samson dengan rambutnya yang terawat dan menjuntai di pundaknya.

Atau di era modern, alangkah lucunya bila John Rambo— veteran perang Vietnam itu tidak memiliki rambut di kepalanya. Pasti tak ada adegan ikonik ketika dia membebat kepalanya saat akan menyerang musuh. 

“Saya kira sepak bola bahkan lebih dari itu. Dengan hubungannya dengan anak muda yang aktif dan atletis, kebotakan disamakan dengan usia tua dan tidak sanggup bekerja,” —Dr Sue McHale.

Tak dipungkiri sepak bola adalah tontonan yang disukai anak muda. Bagi mereka pria tanpa rambut, meski mungkin orang tuanya di rumah juga seperti itu, amat menggelikan.

Itu sebabnya tak sedikit para pria yang berkarir di dunia sepak bola yang emoh terlihat lucu dan menjadi olok olok. Antonio Conte yang sekarang menjadi pelatih Napoli menghindari menjadi orang botak dengan melakukan tranplantasi rambut.

Begitu juga Wayne Rooney, legenda Manchester United,  yang melakukan hal yang sama. "Saya terlalu muda untuk kehilangan rambut," katanya pada 2011 ketika memutuskan menanam rambut di kepalanya yang mulai banyak rontok. 

Pelatih dengan kepala plontos dengan mudah pula dikaitkan dengan sifat-sifat buruk. Gelandang Cile, Arturo Vidal, punya pengalaman yang ruwet dengan Jorge Sampaoli saat sama-sama bekerja di Flamengo, klub Brasil.

Di sana bekas pemain Juventus itu jarang dimainkan. Kepada pers, Vidal selalu disebut cedera tapi sejatinya, menurut dia, semua itu keliru. "Aku terjebak dengan pelatih pecundang yang tidak tahu bagaimana menghargai para pemainnya,” katanya.

Dia pun membuka contoh buruk pelatih plontos lainnya. Nama yang dimaksud adalah Erik ten Hag — manajer Manchester United, yang menurutnya melakukan kesalahan besar yang membuat Cristiano Ronaldo pergi dari klubnya. “Dia melakukan intervensi yang buruk. Cristiano  adalah pencetak gol mereka dan dia menyingkirkannya. Pelatih botak itu sangat sulit,” kata Vidal.  

Dalam bahasa yang lebih sederhana, ketimbang dengan pelatih yang punya rambut, pelatih gundul seperti itu hanya datang untuk meninggalkan kekacauan yang luar biasa. 

***

LIGA PRIMER INGGRIS bergulir lagi pekan ini. Hari-hari yang akan sangat berat bagi pelatih klub mana pun. Mereka akan melewati setiap pekan dengan berbagai laga yang juga bisa saja penuh drama. Tak terkecuali dengan mereka— pelatih berkepala gundul. Selain Arne Slot, Chelsea juga merekrut bekas pelatih Leicester yang berhasil promosi musim ini, Enzo Maresca yang juga gundul. 

Dengan begitu, empat manajer dari The Big Six di musim ini diisi oleh orang-orang botak. Sebelumnya ada dua orang botak di Manchester yakni Pep Guardiola yang pegang City, dan Erik ten Hag, pelatih United. Hanya Mikel Arteta (Arsenal) dan Ange Postecoglou (Tottenham Hotspur) yang masih memiliki mahkota di kepalanya. 

Kehadiran Slot tentu mengubah gaya para pendukung klub Liverpool, yang kehilangan Juergen Klopp. Bila sebelumnya mereka dengan mudah mengejek dua klub Manchester dengan kepala botak para pelatihnya, kini mereka harus mengerem kebiasaan itu.

Namun hal itu juga berarti alarm buat Slot. Meski di pertandingan pramusim di Amerika Serikat, dia sudah menunjukkan kehebatannya dengan menekuk Manchester United dengan skor tiga gol tanpa balasan, bukan berarti kata-kata gundul bisa seperti meluncur ke telinganya ketika permainan The Reds tidak sehebat seperti saat dipegang oleh Juergen Klopp. 

Memasuki kompetisi panjang, jelas bukan hal yang mudah bagi mereka -- pelatih yang tidak memiliki rambut. Slot dan Maresca pasti sudah mendengar semua lelucon tentang kepalanya. Pelatih baru di Liga Primer ini tidak saja akan menghadapi pertarungan yang sulit tiap minggu tapi juga harus punya kekuatan lebih untuk menghadapi hal-hal yang tidak berkaitan sama sekali dengan sepak bola, yakni kepala mereka yang botak.

Mungkin satu yang sangat membantu— dan sangat disyukuri oleh para pelatih gundul itu, Jose Mourinho tidak ada di Liga Inggris.

 

=============

Baca kumpulan KOLOM atau tulisan lainnya dari IRFAN BUDIMAN


$data['detail']->authorKontri->kontri

Irfan Budiman
Mantan wartawan dan penulis lepas di sejumlah media.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo