Jakarta, Arina.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas beragam pada Kamis (1/10/2026).
Prakirawan BMKG Yuyun W mengatakan terdapat sirkulasi siklonik di perairan utara Kalimantan Barat yang meningkatkan potensi hujan di sejumlah wilayah.
“Sirkulasi siklonik terpantau di perairan utara Kalimantan Barat, meningkatkan potensi hujan di sebagian wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah bagian utara, serta di sekitar sirkulasi siklonik tersebut,” ujar Yuyun dalam tayangan prakiraan cuaca BMKG yang belaku untuk Kamis (1/10/2026).
Yuyun juga mengingatkan masyarakat yang menggunakan transportasi udara untuk mewaspadai keberadaan awan cumulonimbus yang berpotensi mengganggu penerbangan.
Awan tersebut berpotensi muncul di wilayah barat Sumatra, perairan Samudra Hindia bagian barat Indonesia, Papua, dan Papua Tengah. Pengguna transportasi udara diimbau mengikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan.
Di Pulau Sumatra, BMKG memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Padang. Hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Medan, sedangkan hujan ringan berpeluang terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjungpinang, Jambi, dan Bandar Lampung.
Sementara itu, kondisi berawan tebal berpotensi terjadi di Pangkalpinang. Bengkulu dan Palembang berpotensi mengalami kondisi udara berkabut atau berasap.
Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan sedang berpotensi terjadi di Bandung. Hujan ringan berpeluang turun di Serang, Semarang, dan Surabaya.
Adapun Jakarta, Yogyakarta, dan Denpasar berpotensi mengalami kondisi berawan tebal. Kupang diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan, sedangkan Mataram berpotensi mengalami kondisi berasap atau berkabut.
Di Kalimantan, hujan ringan berpotensi terjadi di Pontianak, Palangka Raya, dan Tanjung Selor. Sementara itu, Banjarmasin berpotensi mengalami kondisi berasap atau berkabut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terkini sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi cuaca.
Editor:


