Inilah Upaya Pemerintah Pastikan Jemaah Haji Tahun 2024 Sehat

Inilah Upaya Pemerintah Pastikan Jemaah Haji Tahun 2024 Sehat

Arina.id ~ Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Lilik Mahendro Susilo mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa langkah dan upaya strategis untuk menangani kesehatan jamaah haji 2024. Langkah ini dilakukan sejak persiapan keberangkatan di Tanah Air, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kembali lagi ke Indonesia.

Langkah dan upaya tersebut di antaranya meliputi memastikan fasilitas yang digunakan di asrama haji layak digunakan. Hal ini penting karena fase ini merupakan sarana recovery para jamaah. 

“Kami tim PKHI memastikan lokasi asrama sudah layak sejak 6 bulan sebelum pelaksanaan pemberangkatan,” ungkapnya saat menyampaikan materi pada kegiatan Bimbingan Teknis PPIH Arab Saudi, Jumat (22/4/2024).

Satu bulan sebelum asrama digunakan, pihaknya juga akan melakukan inspeksi kembali untuk memastikan fasilitas yang ada sudah diperbaiki. Pemeriksaan berlanjut hingga satu hari sebelum asrama digunakan yang menjadi pemeriksaan terakhir.

Sebelum keberangkatan, pihaknya juga akan melakukan pembinaan kesehatan di masa pemberangkatan bagi jemaah haji yang sudah melunasi biaya. Pembinaan ini berbentuk manasik kesehatan selama 8 kali, pemeriksaan rutin, dan memastikan jamaah memiliki kesiapan fisik.

Dalam proses pemeriksaan istitha'ah kesehatan, pihaknya juga sudah menyiapkan petugas yang jumlahnya 2 kali lipat jamaah yang akan berangkat. Ini adalah standar maksimal yang akan diterapkan dalam melayani jamaah.

“Tim kesehatan akan bergabung dengan kloter, ada 3 petugas. Mereka akan mengawal jamaah selama 24 jam. Dari berangkat sampai pulang,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya mengingatkan petugas kesehatan untuk terus mencegah terjadinya transmisi penyakit menular. Sehingga jemaah disyaratkan untuk melakukan vaksin sesuai dengan kebijakan Arab Saudi yang mensyaratkan vaksin meningitis. 

“Nah, nanti jemaah menjelang visa akan mendapatkan visa gratis meningitis ketika pemvisaan,” jelasnya.

Beberapa vaksin lainnya juga dilakukan dan dianjurkan kepada jemaah seperti vaksin polio khusus di Jawa Timur, vaksin influenza, dan pneumonia. Semua ini merupakan upaya menjaga agar jemaah haji Indonesia aman dari paparan penyakit.

“Karena sering terjadi ada kasus pneumonia dan meningitis. Ketika berangkat terlindungi maka pulang mudah-mudahan aman,” harapnya.

Terkait konsumsi selama di Arab Saudi, pihaknya meminta penyedia catering untuk menyampaikan sampel makanannya. Makanan untuk jamaah ini akan diperiksa oleh PPIH bagian sanitasi untuk memastikan menu makanan bisa dikonsumsi, baik dari segi rasa maupun fasilitasnya.

Upaya-upaya ini bertujuan agar para jamaah haji ketika mengikuti Armuzna berada dalam puncak kebugaran. “Maka kami mohon bapak-ibu petugas bisa menjadi petugas promosi kesehatan terutama aktivitas pra-Armuzna biar jemaah tidak lelah,” pintanya.

Berdasarkan data yang Kemenkes, pada tahun 2024 terdapat 5 orang jemaah yang berusia 100 tahun ke atas. Sebanyak 200.362 jemaah yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan pelunasan tahap 1, 76 persen di antaranya memiliki risiko tinggi. Bali paling tinggi kesehatannya, sedangkan DKI Jakarta paling rendah.

Pada tahun 2024 ini, jamaah calon haji paling banyak membawa penyakit Dislipidemia yakni sebanyak 73.517 jemaah. Sehingga para petugas perlu mengingatkan jamaah untuk membawa obat-obatan pribadi. “45 hari (obat-obatan) masukkan ke koper, 5 hari dibawa mandiri. Hal ini dilakukan untuk antisipasi pribadi,” pungkasnya.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo