Arina.id. Status Gunung Api Lewotobi Laki-laki saat ini masih dalam kondisi Awas. Kementerian Sosial (Kemensos) dilaporkan telah menyiapkan 17 ribu lebih porsi makanan untuk penyintas erupsi di Kota Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Status Gunung Api Lewotobi Laki-laki terbaru berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang dilihat pada Sabtu, 23 November 2024.
Menurut data yang disajikan dengan tanggal pemantauan terakhir 22 November 2024, status Awas diberikan untuk kondisi terkini Gunung Api Lewotobi Laki-laki.
Itu artinya, Gunung Lewotobi masih berada pada status yang paling atas, yaitu Level IV (AWAS). Sedangkan tiga status di bawahnya adalah Level III (SIAGA), Level II (WASPADA), dan Level I (NORMAL).
Hingga hari Jumat (22/11), akses menuju enam desa terdampak dalam kondisi masih ditutup total. Aparat setempat juga melakukan pemasangan baliho berupa larangan masuk. Hal ini dilakukan demi mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas di zona bahaya.
Kemensos Siapkan 17 Ribu Lebih Porsi Makanan
Pihak Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan 17.624 porsi makanan untuk diberikan kepada para penyintas letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di lokasi pengungsian, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Masryani, enam dapur umum darurat telah disiapkan unit pelaksana teknis kementerian sosial di Flores Timur. Makanan itu katanya diberikan setiap hari sebanyak tiga kali.
"Setiap porsi sudah lengkap dengan nasi beserta lauk-pauk yang diberikan ke para pengungsi untuk makan tiga kali sehari," ujarnya, seperti diwartakan Antaranews.
Berdasarkan data per hari Kamis, (21/11), jumlah total total korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki masih mencapai sebanyak 13.579 orang.
Dari angka tersebut, 6.225 warga berada di pos pengungsian. Lokasinya tersebar di Desa Konga, Lewolaga, Bokang, Eputobi, Ile Gerong, dan Waigete. Lainnya memilih untuk tinggal di rumah keluarga.
Empat Kepolisian Daerah (Polda) yang terdiri dari Polda NTT, Polda Bali, Polda NTB, dan Polda Jawa Timur juga turut mengerahkan mobil water treatment untuk mendukung distribusi air bersih.
Alat itu katanya dapat menghasilkan air bersih dari berbagai sumber air. Di antaranya air hujan, air sumur, atau air laut.
Direktorat Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI ikut turun tangan dengan memberikan bantuan paket sekolah untuk ratusan siswa dari 5 SMA/SMK yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Daftar 5 sekolah yaitu SMA PGRI Boru, SMA St Dominggo Hokeng, SMAN 1 Wulanggitang, SMA swasta Ile Bura, dan SMAN 1 Titehena. Sedangkan paket bantuan yang diberikan berupa 66 karung yang mencakup 790 paket.
Isi bantuan terdiri dari seragam sekolah, tas ransel, kaos kaki, alat tulis, serta masker.
Editor:


