Jakarta, Arina.id – Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Hero Riyaldy Nursla, mempresentasikan penelitian tentang tata kelola wakaf produktif di sektor kesehatan dalam The 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026, Selasa (13/10/2026).
Dalam forum internasional yang diinisiasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) tersebut, Hero bersama Syasya Halimatusya’diyah, mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, memaparkan penelitian mengenai pengelolaan Rumah Sakit Mata Achmad Wardi (RSAW) di Serang, Banten, sebagai model pemanfaatan wakaf untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat.
Penelitian berjudul Tata Kelola Inovasi Sosial Syariah Mendorong Wakaf Berkelanjutan: Studi Kasus Rumah Sakit Mata Achmad Wardi (RSAW) BWI–Dompet Dhuafa itu dilatarbelakangi keterbatasan akses layanan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya dalam penanganan gangguan penglihatan di Banten.
RSAW merupakan rumah sakit hasil kolaborasi BWI dan Dompet Dhuafa yang berdiri di atas tanah wakaf. Pengembangannya juga didukung pendanaan melalui skema Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) seri SW001.
Dalam penelitian tersebut, kedua mahasiswa menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap delapan informan kunci dari unsur manajemen rumah sakit, BWI, Dompet Dhuafa, BPJS Kesehatan, dan pasien.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf produktif di RSAW mengintegrasikan prinsip maqashid syariah dengan inovasi organisasi. Model bisnis hibrida yang diterapkan memadukan misi sosial dan keberlanjutan ekonomi, sehingga layanan bagi masyarakat kurang mampu dapat berjalan berdampingan dengan layanan berbayar.
“Wakaf produktif akan bertahan ketika tata kelola syariah dan model bisnis yang sehat berjalan bersama,” ujar Hero dikutip dari laman resmi uinjkt.ac.id.
Penelitian tersebut juga mengidentifikasi penerapan subsidi silang dan pengelolaan surplus wakaf sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan, layanan operasi katarak gratis dengan dukungan dana zakat dan wakaf telah menjangkau 4.480 pasien dhuafa.
Hero berharap model pengelolaan RSAW dapat menjadi rujukan bagi lembaga lain dalam mengembangkan aset wakaf di sektor kesehatan.
“RSAW bisa menjadi rujukan bagi pengembangan aset wakaf di sektor kesehatan,” katanya.
GLOW 2026 merupakan forum internasional yang mempertemukan akademisi, pembuat kebijakan, pakar, dan praktisi untuk membahas pengembangan wakaf. Tahun ini, konferensi tersebut mengangkat tema Advancing Inclusive Productive Waqf for Global Economic Resilience.
Meski dinilai berpotensi menjadi model pengembangan wakaf produktif, penelitian tersebut merekomendasikan kajian lanjutan menggunakan pendekatan kuantitatif atau metode campuran.
Para peneliti juga mendorong penerapan kajian serupa pada aset wakaf di sektor kesehatan lainnya untuk memperluas pengembangan wakaf berkelanjutan di Indonesia.
Editor:


