Sejarah Monkey Forest Ubud Bali dan Konsep Tri Hita Karana

Sejarah Monkey Forest Ubud Bali dan Konsep Tri Hita Karana

Arina.id. — Wisata alam Monkey Forest di Bali akhirnya ditutup sementara pasca kejadian pohon tumbang pada hari Selasa, (1012/2024). Monkey Forest Ubud Bali termasuk pohon yang dianggap suci.

Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun, mengungkapkan kepastian penutupan sementara terhadap objek wisata Monkey Forest. 

"Kejadian itu sudah kami komunikasikan dengan Kadispar Gianyar lebih lanjut, untuk sementara objek wisatanya ditutup dulu," beber Tjok Bagus Pemayun, Rabu, 11 Desember 2024, seperti dilaporkan Antaranews. 

Sebelumnya, dua orang warga negara asing (WNA) meninggal dunia usai tertimpa pohon tumbang di Monkey Forest di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, pada hari Selasa, 10 Desember 2024, pukul 12.25 Wita. 

Mereka adalah Funny Justine Christine (32) asal Perancis dan Kim Hyoeun (42) asal Korea Selatan. Kemudian terdapat seorang lagi yang mengalami luka-luka. 

Peristiwa di kawasan wisata Monkey Forest termasuk salah satu dari kasus pohon tumbang yang tersebar di 54 titik selama hari tersebut. Hal ini dikatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali.

"Berdasarkan data yang dirangkum oleh BPBD Bali serta BPBD kabupaten/kota se-Bali, hujan deras dan angin kencang yang melanda hampir merata di seluruh Bali pada Selasa (10/12) mengakibatkan sejumlah kejadian, meliputi pohon tumbang dan senderan jebol," ujar I Made Rentin, Kepala Pelaksana BPBD Bali.

Sebaran 54 titik pohon tumbang mencakup Kabupaten Gianyar (Monkey Forest), Kabupaten Badung (tiga titik), dan Tabanan (empat titik). Lalu Buleleng (enam titik), Jembrana (enam titik), Klungkung (14 titik), dan Karangasem (20 titik). 

Sejarah Monkey Forest Ubud Bali  

Mengutip laman Monkey Forest Ubud, Hutan Monyet Ubud mempunyai sejarah penting dan terkait dengan budaya Bali. Tempat suci ini dinilai menyimpan kekuatan spiritual dan roh pelindung sejak abad ke-14. 

Monyet dianggap sebagai hewan suci. Ia menjadi simbol perlindungan dan kejahatan. Lalu menumbuhkan hubungan yang unik dan melibatkan manusia serta satwa liar.

Hutan Monyet Ubud kemudian ditetapkan sebagai kawasan konservasi penting. Lokasi ini dilengkapi tempat perlindungan berharga. Pengunjung nantinya bisa menyatu dengan alam, mengamati perilaku monyet, dan berperan dalam upaya konservasi.

Misi utama Monkey Forest Ubud yaitu melestarikan kawasan berdasarkan konsep Tri Hita Karana. Tri Hita Karana termasuk filosofi agama Hindu.

Sumber yang sama menyebutkan Tri Hita Karana berasal dari kata “Tri”. Artinya tiga. Kemudian “Hita” yang bermakna kebahagiaan. Lantas “Karana”, yaitu penyebab atau cara. Tri Hita Karana secara lengkap mempunyai pengertian "Tiga cara untuk mencapai kesejahteraan rohani dan jasmani". 

Monkey Forest Ubud Bali diwarnai 115 spesies pohon berbeda dan beberapa dinilai suci hingga menjadi salah satu bagian dalam praktik spiritual. 

Majegan dimanfaatkan untuk pembangunan tempat suci. Daun berigin dapat digunakan untuk upacara kremasi. Pule Bandak menjadi perwujudan roh hutan. 


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo