Menggapai Hakikat Puasa di Era Digital

Menggapai Hakikat Puasa di Era Digital

Jakarta, Arina.id – Ibadah puasa Ramadan memiliki makna yang sangat luas. Puasa juga memberikan harapan kepada orang yang menjalankannya akan mendapatkan berkah, maghfirah dan mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Allah Swt.

Hal itu disampaikan Agus Mulyono dari Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama dalam tayangan '3 Kriteria Orang Berpuasa' pada akun YouTube Arina Media Official

"Dalam hadits disebutkan (janji Allah bagi orang yang berpuasa) agar kita bisa terbebas dari api neraka," kata Agus Mulyono.

Namun, banyak orang-orang yang melaksanakan puasa hanya mendapatkan haus dan lapar saja. penyebabnya mungkin orang yang berpuasa tersebut tidak memahami makna atau arti dari puasa itu sendiri.

Puasa secara bahasa bisa dimaknai dengan alhabs atau mengekang atau menahan atau diam. Secara istilah Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyampaikan bahwa ada tiga kriteria atau golongan orang berpuasa.

“Yang pertama adalah puasanya orang awam. Artinya puasa menahan diri dari haus lapar, menahan hubungan suami istri dari terbit fajar sampai terbena matahari,” urai Agus Mulyono.

Kedua, puasanya orang khusus, seperti kriteria yang pertama ditambah dengan menahan mata, telinga, mulut agar sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah Swt.

Kriteria ketiga adalah puasa khwasul khwas atau puasa khusus paling khusus. Kriteria ini adalah menahan seluruh anggota badan agar selalu beribadah berzikir kepada Allah Swt.

Lalu bagaimana agar mendapatkan esensi dari puasa? Kata Agus Mulyono, ialah dengan melaksanakan esensi puasa yaitu berbagi atau membantu orang lain.

"Banyak generasi saat ini yang berburu puasa, berburu takjil sehingga dia lupa terhadap esensi puasa, kadang lupa sampai meninggalkan sholat Maghrib. Esensi dari puasa adalah menahan diri dari makan dan minum sehingga menumpuk-menumpuk pakaian yang terlalu banyak, tidak memanfaatkan waktu puasa akhirnya mubazir,” ujarnya.

Esensi puasa itu adalah berbagi entah makanan atau pakaian dan berbagi bagi orang-orang yang tidak mampu.

“Al-Qur'an sudah menyebutkan dalam Surat Al-Maun bahwa kecelakaanlah bagi orang-orang yang selalu menahan hartanya, menahan atau tidak memberi kepada orang fakir dan miskin orang-orang yang membutuhkan,” Agus mengingatkan.

Tak kalah penting agar mendapatkan pahala puasa serta mendapatkan rahmat serta magfirah di era saat ini ialah menahan dari bahaya dunia digital yang menyebabkan pahala puasa berkurang.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo