Kongres Sampah Indonesia Dorong Pengelolaan Mandiri Berbasis Masyarakat

Kongres Sampah Indonesia Dorong Pengelolaan Mandiri Berbasis Masyarakat

Yogyakarta, Arina.id—Pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi salah satu agenda yang didorong dalam Kongres Sampah Indonesia 2026. Forum nasional ini akan mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas lingkungan, dan praktisi pengolahan sampah untuk merancang sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.

Kongres yang diselenggarakan Yayasan Ekosistem Sampah Indonesia (Yayasan EKSIS) tersebut diadakan pada tanggal 20–22 November 2026 di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Panitia Kongres Sampah Indonesia A'ak Abdullah Al-Kudus mengatakan, berbagai inisiatif pengolahan sampah sebenarnya telah berkembang di sejumlah daerah. Namun inisiatif tersebut masih berjalan sendiri dan belum terkonsolidasi menjadi sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

“sebenarnya sudah banyak inisiatif yang tumbuh dan berkembang di Masyarakat untuk mengolah sampah, sayangnya berbagai inisiatif tersebut masih berjalan secara terpisah, belum terkonsolidasi, dan belum sepenuhnya berkembang menjadi sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan,” kata A'ak dalam keterangan di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, kongres tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pengalaman dan praktik baik pengolahan sampah agar dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.

Mengusung tema “Praktik Baik Pengolahan Sampah Menuju Sistem Pengelolaan Sampah Mandiri dan Berkelanjutan”, kongres ini juga mendorong penguatan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga, RT, padukuhan, desa atau kelurahan, sekolah, hingga pesantren.

Pendekatan berbasis masyarakat tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap tempat pemrosesan akhir (TPA), sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat mengolah sampah sejak dari sumbernya.

Selain itu, pengolahan sampah juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi melalui pengembangan ekonomi sirkular.

Selama tiga hari, kongres akan membahas tiga mata rantai pengelolaan sampah. Pada tahap hulu, pembahasan mencakup edukasi dan pemilahan sampah dari sumbernya, tanggung jawab produsen, serta penguatan budaya dan kearifan lokal.

Pada tahap tengah, pembahasan fokus pada sistem pengangkutan sampah terpilah, pengembangan bank sampah, serta pengelolaan depo atau tempat transit sampah. Sementara pada tahap bawah, pembahasan mencakup optimalisasi TPS3R, teknologi tepat guna, dan peningkatan nilai ekonomi produk daur ulang.

Kegiatan tersebut juga akan diisi sidang pleno, sidang komisi, diskusi tematik, pameran teknologi tepat guna, pemaparan pengolahan sampah, pameran produk daur ulang, serta ruang kolaborasi bisnis.

“Salah satu agenda penting kongres adalah menyusun rekomendasi nasional mengenai pengelolaan sampah yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan. Rekomendasi tersebut akan melibatkan praktisi, akademisi, pemerintah, pelaku usaha, serta organisasi masyarakat sipil,” ungkap Aak.

Hasil kongres diharapkan dapat menjadi masukan bagi perbaikan kebijakan pengelolaan sampah nasional, penguatan kelembagaan masyarakat, dan pengembangan teknologi pengolahan sampah sesuai kebutuhan daerah.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo