Jakarta, Arina.id – Sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mengalami cuaca ekstrem pada Minggu, 22 Februari 2026. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang terpantau di berbagai provinsi, terutama di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Sumatera dan Kalimantan.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada 22 Februari menjadi hari dengan sebaran hujan intensitas tinggi yang cukup luas dibanding dua hari berikutnya.
Wilayah dengan status hujan lebat hingga sangat lebat pada 22 Februari antara lain Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, serta Kepulauan Bangka Belitung.
Khusus Bali, potensi hujan lebat hingga sangat lebat juga disertai angin kencang dan diperkirakan berlangsung hingga 24 Februari. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur dan Kepulauan Bangka Belitung pada hari yang sama.
Di Pulau Jawa, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diprakirakan melanda Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara itu, DKI Jakarta dan Banten berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, dengan Banten juga disertai angin kencang.
Wilayah Sumatera pun tidak luput dari potensi cuaca ekstrem. Aceh, Bengkulu, Jambi, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara diprediksi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Di wilayah Kalimantan, potensi hujan sedang hingga lebat terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara pada 22 Februari.
Sementara itu, wilayah Indonesia timur seperti Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan juga diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat.
BMKG mengingatkan bahwa hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan, serta pohon tumbang akibat angin kencang. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan bencana dan wilayah dengan sistem drainase yang kurang memadai.
Selain itu, aktivitas pelayaran dan penerbangan juga diminta untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi agar dapat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem secara dini.
Editor:


