Arina.id. Sebanyak 7 rudal dan 7 drone alias pesawat tak berawak milik Ukraina dikabarkan ditembak jatuh di atas Kursk, Rusia. Wilayah ini termasuk daerah perbatasan kedua negara.
Reuters melaporkan, seorang analis mengatakan hal ini sebagai serangan besar-besaran selama hari Senin, 25 November 2024. Setidaknya 7 rudal ukraina dan disertai 7 drone telah dihancurkan di atas wilayah Kursk, Rusia.
Menurut Gubernur Regional Kursk, Alexei Smirnov, via saluran Telegram, ia menyebutkan bahwa "Pesawat-pesawat tempur pertahanan udara menangkis serangan Angkatan Bersenjata Ukraina semalam."
Alexei Smirnov tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Kendati demikian, pihak Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan secara total terdapat 23 pesawat tak berawak milik Ukraina yang telah dihancurkan di atas wilayah Rusia, tanpa disertai banyaknya rudal.
Presiden Rusia Vladimir Putin Hapus Utang Calon Tentara Demi Perang di Ukraina
Sehari sebelumnya, atau Minggu, 24 November 2024, Al-Jazeera mengabarkan sistem pertahanan udara Rusia telah menghancurkan total 34 drone Ukraina.
Di antaranya termasuk 27 drone di wilayah Kursk yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Gubernur Kursk bersikeras menyebutkan unit pertahanan udara Rusia sudah menghancurkan dua rudal Ukraina selama malam hari.
Sementara ledakan demi ledakan juga terdengar di Kyiv, ibukota Ukraina. Laporan media lokal mengatakan suara yang terdengar seperti unit pertahanan udara yang sedang beroperasi.
Kyiv, wilayah sekitarnya, dan sebagian besar kawasan timur laut Ukraina berada di bawah peringatan serangan udara mulai pukul 01:00 GMT.
Di lain sisi, Presiden Rusia Vladimir Putin disebut telah menandatangani sebuah undang-undang. Isinya, ia memberikan pengampunan utang terhadap para anggota militer baru yang mendaftar untuk bertempur di Ukraina.
Mengutip AP News, hal ini dinilai sebagai sebuah kebutuhan Rusia terhadap personil militer dalam menjalani perang selama hampir 3 tahun terakhir.
Interfax, kantor berita pemerintah Rusia, mengatakan undang-undang baru memberikan kemungkinan kepada seseorang untuk mendaftar dengan kontrak selama satu tahun dan menghapus kredit macet hingga mencapai 10 juta rubel ($96.000).
Undang-undang bisa berlaku dengan syarat utang telah mendapatkan perintah pengadilan untuk ditagih dan proses penegakan hukum dimulai sebelum 1 Desember 2024.
Pada bulan September 2024, Putin juga telah meminta militer untuk menambah pasukan sebanyak 180 ribu orang. Sedangkan AS, Korea Selatan, dan Ukraina menuding pihak Korea Utara telah mengirim lebih dari 10.000 tentara ke Rusia selama bulan Oktober 2024.
Editor:


