Efek Teknologi Digital, Sekarang Banyak Bank Menutup Gerai ATM dan Kantor Cabang

Efek Teknologi Digital, Sekarang Banyak Bank Menutup Gerai ATM dan Kantor Cabang

Jakarta, Arina.id - Transaksi keuangan sekarang memang benar-benar lebih easy. Ada mobile banking (M-Banking), internet banking, yang memudahkan transaksi keuangan. Mau transfer gampang, mau bayar bisa pakai QRIS, beli barang bisa pakai virtualcount (VA), pinjam uang juga gampang.

Saat ini semua akses transaksi cukup dalam satu genggaman, tidak perlu lagi harus wara-wiri ke gerai-gerai layanan perbankan; ke kantor cabang atau anjungan tunai mandiri (ATM). Kondisi ini merupakan konsekuensi dari kian pesatnya perkembangan teknologi bagi industri keuangan.

Oleh sebab itu, dalam beberapa tahun belakangan ini banyak kalangan industri perbankan kemudian menutup kantor-kantor cabangnya di sejumlah daerah. Misalnya di Sulawesi Selatan, jumlah kantor cabang bank yang ada di sana dalam beberapa waktu belakangan ini telah berkurang banyak sekali.

Seperti disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat, Moch. Muchlasin. Ia menjelaskan, seperti dikutip dari ANTARA, perkembangan teknologi digital di segala lini, termasuk sektor keuangan telah memicu pengurangan kantor cabang bank di sana.

"Industri perbankan di Sulawesi Selatan mengalami pergeseran signifikan menuju layanan digital. Hal ini tercermin dari menurunnya jumlah kantor bank umum di wilayah tersebut selama satu tahun terakhir," ujarnya, Selasa (17/06/2025).

Berdasarkan data terbaru, jumlah kantor bank umum di Sulawesi Selatan berkurang dari 879 kantor pada April 2024 menjadi 860 kantor pada April 2025. Artinya, dalam periode setahun, terdapat penurunan sebanyak 19 kantor, yang terdiri atas 7 kantor dari bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan 12 kantor dari Bank Umum Swasta Nasional.

Menurut Muchlasin, penurunan jumlah kantor fisik ini menandakan adanya perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih memilih layanan digital banking karena kemudahan dan kecepatan aksesnya.

Meski jumlah kantor fisik berkurang, OJK memastikan bahwa layanan perbankan di Sulsel tetap dapat diakses secara optimal melalui kanal digital, seperti mobile banking dan internet banking. Inovasi teknologi, kata dia, telah memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi dengan lebih cepat, praktis, dan efisien, tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.

Muchlasin menambahkan, tren ini juga membuka peluang bagi industri perbankan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fokus pada pengembangan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan nasabah di era digital.

Menurut dia,  hal tersebut bukan hanya soal efisiensi biaya operasional, tapi juga momentum untuk melakukan transformasi pelayanan yang lebih modern, responsif, dan aman bagi nasabah.

"Apalagi, transformasi digital di sektor perbankan diyakini akan terus berkembang, seiring meningkatnya literasi keuangan digital dan penetrasi teknologi di masyarakat Sulsel," demikian Muxhlasin.

Secara nasional kondisinya pun mirip. Dilansir dari data statistik perbankan Indonesia yang dirilis OJK pada 2024 lalu, jumlah kantor bank di Indonesia per Maret 2024 memang mencapai 24.243 unit. Namun jumlahnya turun 733 unit secara tahunan dari sebelumnya 24.975 per Maret 2023.  

Jumlah ini berkurang 25 unit dari bulan sebelumnya, yakni Februari 2024 sebesar 24.286. Secara tren tiap tahunnya, kantor cabang perbankan memang mencatatkan penyusutan sejak 2021 yakni mencapai 32.366 unit (2021), lalu menjadi 25.377 unit (2022).  

Kemudian, tren menurunnya mesin fisik ATM secara umum juga tergambarkan dari data Surveillance Perbankan Indonesia sejak kuartal III tahun 2023 di mana, jumlah ATM, CDM (cash deposit machine), dan CRM (cash recycle machine) di Indonesia menyentuh 92.829 unit.

Lalu, mengacu pada laporan yang sama di kuartal IV pada tahun yang sama, tercatat mengalami penurunan lagi menjadi 91.412 unit, yang artinya susut 1.417 unit dari kuartal sebelumnya.

Bahkan, bila dibandingkan secara tahunan, jumlah ini kian menyusut hingga 2.604 unit ketimbang jumlah ATM, CDM dan CRM bank pada periode sama tahun lalu alias kuartal IV pada 2022 yang sempat menyentuh 94.016 unit.  


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo