Arina.id - Rapor merah Patrick Kluivert Kembali terulang saat menangani Tim Nasional Sepak Bola Indonesia. Kurang lebih hanya sembilan bulan pelatih asal Belanda itu menangani Timnas Garuda Indonesia. Performanya juga kurang memuaskan, hanya 3 kali menang, 2 kali seri, dan 4 kali kalah.
Dari sembilan kali pertandingan di bawah asuhan Kluivert, Timnas kebobolan 15 gol. Sebuah prestasi yang jauh dari ekspektasi penggemar sepak bola nasional. Raport buruk ini juga memperpanjang sederet prestasi kepelatihan singkat Kluivert di beberapa negara.
Sebelum melatih Timnas, ia hanya bertahan lima bulan di Adana Demirspor dan lima bulan di timnas Curacao untuk periode keduanya. Waktu terlamanya melatih adalah pada periode pertamanya di timnas Curacao pada 2015/2016, namun itu pun hanya berlangsung selama 1 tahun 3 bulan.
Prestasi buruknya bersama Timnas Indonesia membuat pelatih kelahiran Amsterdam itu harus mengakhiri kontrak bersama Timnas. PSSI resmi mengakhiri kerja samanya lebih awal, Kamis hari ini, 16 Oktober 2025, setelah gagal membawa Tim Garuda lolos ke PIala Dunia 2026.
Dikutip dari laman PSSI.org, penghentian kerja sama ini dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, dengan mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan. Dengan berakhirnya kerja sama tersebut, Tim Kepelatihan tidak lagi menangani Timnas Indonesia di level senior, U23, maupun U20.
"PSSI menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh anggota tim kepelatihan selama masa tugasnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan dan pengembangan sepakbola nasional."
Kluivert, legenda sepak bola Belanda itu, sebelumnya dikontrak selama dua tahun dan telah sepakat mengakhiri kerja samanya setelah dua kekalahan yang diterima Indonesia pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran keempat Grup B.
Bermain di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, Indonesia menelan kekalahan dua kali dari Arab Saudi pada Kamis WIB dan juga Irak pada Minggu WIB. Arab Saudi mengalahkan Indonesia dengan skor 3-2, sementara Irak mengalahkan tim Garuda dengan skor 1-0. Dua kekalahan ini membuat Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Dua kekalahan itu mewarnai rapor buruk Kluivert selama melatih Indonesia sejak ditunjuk pada Januari lalu menggantikan Shin Tae-yong. Transfermarkt mencatat, rata-rata poin yang didapatkan Kluivert dari delapan laga melatih Indonesia adalah 1,25 poin per pertandingan.
Angka ini tak lepas dari empat kekalahan, satu seri, dan hanya tiga kemenangan yang diberikan Kluivert selama melatih Indonesia.
Tiga kemenangan yang diraih Kluivert adalah melawan Bahrain dan China di Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga, serta melawan Taiwan di FIFA Match Day. Saat melawan Bahrain dan China, dua laga ini dimenangkan dengan skor 1-0, dengan semua gol dicetak oleh Ole Romeny.
Sementara saat melawan Taiwan, kemenangan besar dicatat oleh Kluivert dalam skor 6-0. Ketika itu, pencetak gol Indonesia adalah Jordi Amat, Marc Klok, Eliano Reinjders, Ramadhan Sananta, Sandy Walsh, dan satu gol bunuh diri Chao Ming-hsiu.
Satu kali seri didapatkan kala melawan Lebanon di FIFA Match Day dalam skor 0-0. Adapun, empat kekalahan yang diderita Kluivert adalah melawan Australia (1-5), Jepang (0-6), Arab Saudi (2-3), dan Irak (0-1). Dari empat kekalahan ini, Indonesia kebobolan 15 gol dan hanya mampu mencetak tiga gol.
Editor:


